Testimony John Locke Tentang Pemahaman Manusia Terhadap Suatu Objek Tertentu

Sobat iCampers yang budiman, pernahkah kita mendengar nama John Locke? Jika belum, kami akan memperkenalkannya secara singkat. John Locke, merupakan salah seorang filsuf kondang di Inggris yang beraliran empirisme, yang berarti sebuah takaran kebenaran ada sebuah tolak ukur dalam menilainya berdasarkan pengalaman empirik manusia.
Pengalaman empirik manusia dapat diperoleh dengan berhubungan langsung dengan panca indera manusias, seperti mata, kulit, telinga, hidung, dan lidah.
Dalam kesempatan ini, saya akan sedikit membagikan tugas resume kuliah Epistemologis saya yang membahas John Locke yang telah membagi dua sub pokok pembahasan di bab testimony dalam essaynya yang fokus tentang pemahaman manusia terhadap sesuatu objek tertentu. Pembahasan itu secara rinci telah dipubliaksikan pada John Locke, Essay Concerning Human Understanding, ed. P.H. Nidditch (Oxford: Clarendon Press, 1975). Adapun pembahasan singkatnya, dapat disimak di bawah ini:
1. Buku I Bab IV , yang menjelaskan beberapa alasan kemunculan dari keraguan manusia dalam menangkap Prinsip bawaan (bakat/potensi) yang dimiliki oleh setiap orang. Kepastian dalam hal ini akan menjadi fondasi dasar Pengetahuan dalam meyakni akan Prinsip bawaan (bakat/potensi) seseorang dalam menegtahui sesuatu objek.
John Locke dalam Nidditch (1975), memberikan sebuah contoh sebagai asumsi dasar bahwasanya “ Saya adalah seorang pebisnis, tapi saya masih belum punya bisnis yang nyata, dan saya yakin saya akan menjadi seorang pengusaha yang memiliki banyak bisnis sesuai dengan kesanggupan dan beberapa otoritas pendukung lainnya, dalam meyakini kepastian saya memberikan pembenaran terhadap keyakinan saya, akan menjadi seorang pengusaha yang memiliki banyak bisni”.
Kebenaran ini muncul karena penjustifikasian saya terhadap keyakinan saya terhadapa beberapa wacana pendukung yang menjadi otoritas dalam menyanggupi keyakinan dan kepastian saya terhadap apa yang saya inginkan terhadap pembawaan diri saya sebagai seorang pebisnis yang hebat.
Ketika keyakinan dan kepastian itu terjadi maka yang menjadi otoritas pendukung tersebut adalah penghormataan. Sebuah penghormatan terbesar terjadi karena adanya sebuah kebenaran; dan dari kebenaran itu saya berharap dari semula apa yang tidak akan dianggap sebagai arogansi.
Dalam hal ini, mungkin mengalami sebuah kemajuan besar dalam penemuan Pengetahuan rasional dan kontemplatif, yang muncul dari pertimbangan yang sudah ada dalam pikiran setiap manusia. Panca indera merupakan sebuah alat dalam penemuan Pengetahuan rasional dan kontemplatif dari pikiran setiap manusia
2. Buku IV Bab XX, yang menjelasakan kemunculan beberapa probabilitas dalam memperhatikan dan menjaga sebuah keteraturan Pengetahuan dari ketidaktahuan secara massal. Berbeda dengan bab sebelumnya, bab ini lebih menjelaskan sebuah kesaksian seseorang terhadap ilmu pengetahuan yang juga dipengaruhi karena beberapa faktor, diantaranya faktor sosio-kultural, dan juga beberapa gejolak politik yang hangat pada saat itu.
Dalam hal ini, Locke memberikan sebuah contoh yang menjadi asumsi dasar dalam melakukaan sebuah penyaksian di Pengadilan terhadap profesi dan juga kesaksian yang ia pegang dan yakini. Berdasarkan hal tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwasanya pengetahuan itu tidaklah bersifat Mutlak, melainkan bersifat mubah, agara tidak mengganggu kenyamanan dalam memberikan sebuah kesaksian dalam meyakini informasi dalam pengelolaan pengetahuan.
