Lima Novel Anti-Mainstream untuk Mengisi Liburan

iCampers, apakah kamu seorang pecinta buku? Jika iya, kamu pasti tidak asing lagi dengan istilah poplit, atau teenlit. Berbagai macam genre novel pun pasti sudah kamu baca. Tetapi, tertarik kah kamu membaca novel dengan nuansa yang berbeda? Nah, kali ini iCampus akan merekomendasikan lima novel keren dari author-author dunia yang sayang jika kamu lewatkan. Selain sarat makna, novel-novel ini bahasanya mudah dipahami dan enjoyable untuk dibaca. Apa saja? Check it out.

  1. Siddhartha

Siddharta adalah sebuah novel karya author Herman Hesse yang mengisahkan tentang pencarian seseorang tentang kehidupan. Diwarnai dengan filosofi kehidupan, nantinya novel ini akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan bagi pembaca, seperti apa kebahagiaan itu? Kapan kita merasa bahagia?

  1. Thousand Cranes

Novel karya Yasunari Kawabata ini sarat sekali dengan budaya Jepang. Berbagai tradisi, seperti upacara minum teh, kimono, dan shino tentunya akan kita temui di dalam novel ini. Secara garis besar, novel ini mengisahkan tentang seorang laki-laki bernama Kikuji yang hidupnya dibayang-bayangi oleh masa lalu ayahnya.

  1. Snow

Snow adalah sebuah novel berlatar Turki karya Orhan Pamuk. Novel ini cukup kompleks dengan konflik politik, romansa, dan reliji sekaligus. Melalui sang narator bernama Ka, novel ini menyajikan tentang pelarangan penggunaan penutup kepala (kerudung) yang terjadi disana hingga menyebabkan banyak perempuan memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

  1. The Bluest Eye

Novel karya Toni Morrison ini menggarisbawahi tentang rasisme yang dialami oleh seorang anak African-American berkulit hitam bernama Pecola Breedlove. Karena warna kulitnya, ia seringkali mendapat perlakuan buruk dari orang-orang di sekitarnya. Dengan berbagai diskriminasi yang ia alami, novel ini akan membawa pembaca tersentuh dengan kepolosan yang dimiliki olehnya.

  1. Missing Person

Missing Person adalah novel karya Patrick Modiano yang menceritakan tentang seorang detektif, Guy Roland, yang sudah kehilangan ingatannya selama 10 tahun. Novel ini akan menggugah rasa penasaran pembaca ketika sang tokoh berusaha mendapatkan kembali identitasnya dengan menemui satu persatu orang-orang di masa lalunya.

Komentar



error: Konten dilindungi!