5 Stereotip Anak Jurusan Desain, Cuma Gambar Doang?

6359351909009256151708944411_open_minded_by_murimus

Hai Sobat ICampus! Apakah kamu mahasiswa jurusan desain? Sering gak sih mendengar stereotip yang ditujukan orang-orang untuk kalian? Memang, banyak orang suka memberikan label kepada kita dari apa yang dilihatnya dari luar. Padahal, stereotip tersebut belum tentu benar sama sekali.

Nah, berikut ini merupakan stereotip anak jurusan desain. Kamu sering mendengarnya atau merasakannya?

1. Kuliah desain cuma gambar doang

Stereotip paling pertama ini, umum banget ditujukan orang-orang untuk anak desain. Memang, kuliah desain identik dengan menggambar. Namun, bukan berarti kuliah ini cuma gambar doang. Bahkan, kebanyakan hanya benar-benar belajar menggambar di semester awal saja.

Terus, apa saja sih yang dipelajari anak desain? Banyak, kok! Mereka juga belajar manajemen pasar sampai matematika. Semuanya diperlukan untuk menunjang karier anak desain nantinya.

Baca Juga : 5 Ide Cerdas Dapatkan Uang dari Passive Income untuk Mahasiswa! 

2. Pasti mau jadi seniman!

Melanjutkan dari stereotip ‘cuma gambar doang’, orang-orang jadi berpikir bahwa anak desain pasti ingin menjadi seniman. Memang, beberapa anak desain mau jadi seniman. Tapi, ada juga kok yang gak ingin jadi seniman. Kuliah desain bukan hanya untuk berkarier jadi seniman, lho!

Desain itu memiliki banyak cabang. Ada desain grafis, desain produk, desain interior, desain fashion, hingga desain game. Beberapa dari jurusan desain ini, bahkan gak terlalu mementingkan keahlian menggambar ala seniman. Jadi, jangan sampai mengira anak desain cuma bisa jadi seniman, ya!

3. Suka begadang

Stereotip ini sering dilontarkan oleh mereka yang sudah tahu beratnya menjadi anak desain. Anak desain punya tugas yang berat, banyak, dan membutuhkan kreativitas tinggi. Belum lagi ketika dosen gak senang dengan tugas dan menyuruh mereka untuk revisi. Akhirnya, anak desain terlihat senang begadang untuk mengerjakan tugas-tugas mereka.

Stereotip ini mungkin benar. Namun, ada juga kok anak desain yang punya jam tidur cukup. Semuanya tergantung kemampuannya mengatur waktu dan menyelesaikan karya. Jadi, gak semua anak desain suka begadang kok!

4. Anak desain itu kaya

Peralatan anak desain memang cukup banyak. Misalnya, untuk belajar menggambar, anak desain membutuhkan kanvas, buku sketsa, kuas, dan cat yang harganya gak murah. Belum lagi, anak desain yang bergerak di bidang teknologi seperti animasi dan desain grafis. Mereka butuh alat-alat canggih semacam pen tablet hingga komputer berspesifikasi tinggi untuk menunjang pekerjaan.

Karena peralatan yang cukup memakan biaya ini, banyak yang bilang anak desain itu kaya. Padahal, belum tentu mereka membeli semua alat-alat tersebut sendiri. Mereka bisa pinjam teman atau pinjam fasilitas kampus. Jadi, gak perlu keluar banyak biaya kan?

Baca Juga : 5 Manfaat yang Akan Kamu Rasakan Setelah Belajar Retorika

5. Modis

Stereotip terakhir yang sering ditujukan untuk anak desain adalah modis. Anak-anak desain belajar padu padan warna, kreativitas, dan inovasi. Akhirnya, hal ini membuat mereka sering disebut modis dalam berpakaian.

Mungkin, stereotip modis ini lebih cocok ditujukan bagi anak-anak desain yang bergerak di bidang fashion. Sementara beberapa anak desain lainnya, sebagian juga senang tampil nyaman dan sederhana saja ke kampus. Mereka sudah malas bersolek karena disibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya.

Kira-kira, begitulah stereotip anak desain. Ternyata, dunia mereka gak hanya tentang gambar, kreativitas, dan imajinasi, bukan?

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar