8 Hal Ini Pasti Kamu Rasakan saat Kuliah di Luar Negeri

setnov

Hai Sobat ICampus! Siapa, sih di antara kamu yang gak mau kuliah ke luar negeri? Pasti mau banget, dong. Sepertinya menyenangkan sekali ya bisa jalan-jalan keliling ke tempat-tempat baru yang instagramable banget! Udah gitu, kamu juga bisa belajar budaya dan bahasa baru, serta berteman dengan pelajar lain dari berbagai negara.

Tapi, ternyata belajar di luar negeri gak selalu indah seperti foto-foto di instagram, lho. Ada suka dan duka yang akan kamu rasakan saat kuliah di negeri orang. Yuk, simak beberapa hal yang pasti kamu rasakan ketika kuliah di luar negeri.

1. Mengalami euforia jalan-jalan keliling kota atau negara lain di luar negeri

Sebagai mahasiswa Indonesia di luar negeri, kamu akan merasakan euforia bisa berjalan-jalan di negara yang mungkin memiliki panorama yang instagramable banget. Ini terjadi terutama di awal-awal masa kuliahmu.

Selama weekend atau saat musim libur tiba, kamu memang bisa memanfaatkannya dengan jalan-jalan berkeliling kota atau bahkan negara lain. Kalau kamu kuliah di Eropa, kamu bisa memanfaatkan visamu dengan berkeliling negara-negara Schengen.

Selain untuk refreshing, kamu juga bisa mengeksplor tempat-tempat baru di berbagai negara yang belum pernah kamu kunjungi. Kamu pun bisa mengabadikan momen ini melalui foto atau video. Asyik banget, kan?

2. Mengalami culture shock

Culture shock pasti dirasakan para pelajar internasional yang menjalani studi di luar negeri. Di luar negeri, mau gak mau kamu harus menghadapi banyak hal yang bisa jadi jauh berbeda dengan Indonesia.

Contohnya seperti bahasa, budaya, adat, kebiasaan, iklim, makanan, zona waktu, mayoritas agama, dan masih banyak lagi. Supaya gak berujung depresi, kamu harus pandai-pandai mengelola culture shock.

Baca Juga : 5 Kebiasaan yang Bikin Kerjaanmu Menumpuk Terus, Jadi Gak Produktif! 

3. Homesick

Berada jauh dari rumah dan keluarga tentunya bisa membuatmu rentan mengalami homesick. Mau pulang? Duh, tiket mahal. Kalau pun tetap mau pulang kampung, kamu hanya bisa melakukannya ketika liburan semester tiba. Tapi untungnya, di era digital ini kamu tetap bisa memanfaatkan teknologi untuk bertegur sapa di media sosial, kan?

4. Dituntut untuk bisa cepat beradaptasi dengan sistem pendidikan di negara tujuanmu

Sistem pendidikan di berbagai negara bisa jadi sangat jauh berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia. Di negara-negara maju, sistem pembelajarannya akan lebih mengedepankan inisiatif dan kreativitasmu (student-centered learning) dan kamu juga akan dituntut untuk berpikir kritis berdasarkan kerangka ilmiah.

Jika ingin lulus tepat waktu, tentunya kamu harus bisa beradaptasi dengan perbedaan sistem pendidikan tersebut.

5. Dituntut untuk bisa beradaptasi dengan kebiasaan penduduk setempat

Kamu dituntut untuk bisa beradaptasi di lingkungan sekitar tempat tinggalmu. Ketika studi di luar negeri, bisa dibilang kamu ‘numpang’ untuk tinggal sementara di negara tersebut sampai kamu lulus. Mau gak mau, kamu pun harus menyesuaikan kebiasaan atau budaya warga setempat, seperti misalnya disiplin, tepat waktu, menjaga kebersihan lingkungan, dan lain-lain.

6. Merindukan makanan Indonesia

Makanan Indonesia memang selalu bikin kangen, bahkan ketika kamu sedang di luar negeri. Kecuali di negara-negara tertentu seperti Belanda dan Malaysia yang memiliki banyak toko dan restoran Indonesia, para pelajar Indonesia di berbagai negara lainnya pasti akan selalu merindukan masakan-masakan khas tanah air.

7. Menjadi manusia independen

Kalau ini sih udah pasti ya, guys! Kecuali orangtuamu menyewakan pembantu personal untukmu selama di luar negeri, kamu memang dituntut untuk bisa hidup mandiri. Kamu harus bisa melakukan banyak hal secara independen. Masak sendiri, mencuci baju sendiri, bersih-bersih kamar sendiri, dan semuanya harus mampu kamu lakukan sendiri.

Kalau mau bepergian pun, pilihanmu cuma jalan kaki, bersepeda, atau naik kendaraan umum. Pokoknya selama tinggal di luar negeri, kamu gak bisa manja lagi, deh!

Baca Juga : 5 Alasan yang Membuat Ambisimu Dengan Teman Berbeda Ketika Kuliah 

8. Harus bisa menjadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri

Selama tinggal di luar negeri, kamu adalah menjadi pemimpin setidaknya untuk dirimu sendiri. Gak hanya tentang akademis, kamu akan dituntut untuk bisa berpikir solutif dalam waktu yang cepat ketika menghadapi masalah di luar kampus yang sering muncul secara mendadak. Masalah-masalah ini bisa berkaitan dengan pergaulan, visa, asuransi, asrama, dan lain-lain. Tapi, kamu gak boleh mengeluh karena tiap masalah pasti ada jalan keluarnya, kan?

Selain itu, kamu juga harus pandai mengelola keuanganmu. Gak bisa dimungkiri, biaya untuk tinggal di luar negeri seringkali lebih mahal daripada di Indonesia. Sebagai pelajar Indonesia yang belum berpenghasilan, kamu harus pandai mengelola keuanganmu selama tinggal disana. Jangan sampai uang beasiswamu habis sebelum akhir bulan ya, guys!

Kamu juga harus bisa mengelola waktu dengan baik. Dengan jadwal yang sudah sangat padat di kampus, kamu juga harus bisa membagi waktu untuk olahraga, membersihkan kamar, mencuci baju, memasak, membuang sampah, berbelanja, bersosialisasi, istirahat, liburan, dan lain-lain.

Nah, itulah tadi beberapa hal yang pasti kamu rasakan ketika berkesempatan kuliah ke luar negeri. Ternyata ada suka dan duka yang akan kamu alami selama tinggal di negeri orang.

Dengan begitu, dibutuhkan persiapan yang matang, gak hanya akademis tapi juga fisik, finansial, dan mental. Kalau kamu memang benar-benar memiliki tekad yang kuat dan tulus untuk belajar, kamu akan enjoy menjalani hari-harimu di luar negeri.

Jadi, makin semangat kan buat kuliah ke luar negeri dan mengejar mimpi-mimpimu?

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar