6 Tips Cepat Pahami Materi Jika Buku Kuliahmu Tebal & Membosankan

0-apendidikan

Hai Sobat ICampus! Di zaman teknologi yang menitikberatkan pada percepatan ini, berbagai kalangan pelajar terutama mahasiswa dituntut untuk segera beradaptasi dan memahami serta menanggapi beberapa persoalan baik individu maupun lingkungan sekitar dengan efektif dan efisien. Percepatan inilah yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar manusia terutama mahasiswa dalam persoalan pemenuhan kebutuhan pendidikan, salah satunya yaitu menguasai konsep teoritis dan pengaplikasiannya dalam segi praktis.

Konsep-konsep teoritis ini dapat diambil melalui kegiatan perkuliahan dari dosen yang tentunya juga ditunjang oleh kegiatan membaca. Nah, seringkali mahasiswa dituntut untuk memahami secara keseluruhan dari sebuah materi. Beberapa materi sangat kompleks dan membutuhkan banyak sekali literatur sebagai penunjang pemahaman mahasiswa.

Oleh karena itu, sebagai mahasiswa haruslah sering membaca buku untuk menambah pengetahuan, wawasan dan terutama untuk memperkuat konsep teoritis yang ada sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tentunya buku yang dibaca pun jumlahnya sangat banyak dan cenderung tebal, berikut ini beberapa tips supaya lebih lebih cepat dalam memahami inti dari satu materi ke materi yang lainnya.

1. Lakukan ‘seleksi’ dari beberapa judul buku yang ‘penting’ untuk dibaca guna mendapat materi yang kompleks tapi substantif dan saling berkaitan

Buku-buku yang dibutuhkan untuk membaca tentunya adalah buku yang sesuai dengan bidang jurusan atau bidang lain yang masih relevan dengan jurusan yang diambil. Umumnya pada setiap matakuliah, mahasiswa diharuskan membaca satu atau beberapa buku sebagai penunjang pemahaman materi.

Supaya dapat memilih beberapa buku tersebut, dapat sesekali bertanya dan meminta pendapat atau rekomendasi buku dari dosen. Tidak hanya dari dosen, beberapa kakak tingkat juga dapat memberikan ‘review’ nya dari buku tersebut. Selain membaca buku kuliah, kita dapat memiilih untuk membaca buku pengetahuan. Carilah buku yang materinya mendalam, substantif dan saling berkaitan dengan jurusan yang kamu pilih.

2. Lihat daftar isi buku dan sub pokok pembahasan yang dipaparkan

Sebelum memulai membaca, pertama-pertama dapat kita lihat terlebih dahulu pokok utama pembahasan, sub pokok pembahasan dan sub-sub pokok pembahasan dari daftar isi buku tersebut. Hal ini diperlukan untuk membantu kita berpikir secara sistematis dan deduktif tentang pembahasan apa saja yang ada dalam buku tersebut. Berpikir deduktif disini adalah berpikir dari pemahaman satu konsep general yang kemudian dapat dicabang-cabangkan menuju materi yang lebih khusus/mendalam.

Baca Juga : 6 Tipe Kesibukan yang Harus Sering Dilakukan Demi Hidup Bahagia 

3. Mulai membaca buku dengan ‘teknik membuka-buka buku’

Terdapat beberapa teknik dalam membaca buku yaitu, SQ3R, skimming, scanning, selecting dan skipping. Beberapa teknik tersebut salah satu yang dapat digunakan untuk mempercepat pahami bacaan yaitu dengan skimming atau baca-layap. Kegiatan membaca buku yang relevan dengan teknik skimming yaitu dengan teknik membuka-buka buku. Secara teori, kegiatan membuka-buka buku sebelum membacanya adalah suatu kegiatan yang termasuk penting, karena untuk membantu kita mendapatkan bacaan yang tepat sehingga berpengaruh pada tingkat pemahaman.

Membaca buku dengan membuka-buka buku dapat menjadi solusi bagi pembaca yang “malas” membaca. Selain itu, teknik membuka-buka buku ini juga menjadi solusi bagi pembaca yang tidak memiliki waktu khusus untuk membaca. Teknik membaca dengan membuka-buka buku pun dapat dijadikan solusi untuk seorang pembaca yang “profesional” yang diperlukan untuk segera digunakannya. Berdasarkan dengan teknik tersebut, pembaca dapat lebih memahami bacaan secara menyeluruh.

4. Pahami dan buat alur/peta konsep materi secara sistematis dari pokok pembahasan hingga sub-sub pembahasan

Setelah membaca, tentunya kita telah paham bagaimana inti pembahasan dipaparkan melalui alur-alur sub pembahasan. Dari alur tersebut dapat kita rangkai menjadi sebuah peta konsep. Peta konsep dapat membantu kita berpikir secara sistematis untuk lebih memahami pokok pembahasan beserta sub-sub pembahasan yang mengikutinya. Peta konsep dapat membuat kita lebih memahami pembahasan sehingga lebih mudah untuk menemukan masalah dan mencoba memecahkannya.

Selain itu, manfaat pembuatan peta konsep menurut Alberta (2005) dalam bukunya yang berjudul “A concept mapping toll to handle multiple formalisms. Knowledge science” memaparkan bahwa peta konsep dapat digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah dalam pendidikan sebagai pilihan solusi ataupun alternatif. Pembiasaan pembuatan peta konsep dalam pendidikan juga dapat menambah keuntungan proses pembelajaran.

Baca Juga : 5 Keterampilan yang Bisa Kamu Dapat Jika Kuliah Sambil Freelance 

5. Ambil kesimpulan dari pembuatan peta konsep

Tentunya, setelah kita membuat peta konsep kita akan semakin paham inti dari materi yang dipelajari. Tujuan adanya kesimpulan adalah untuk membantu membuat pemahaman menjadi lebih ringkas dan membantu kita belajar lebih cepat.

6. Sering-sering mencatat dan mendengarkan penjelasan dari dosen yang berwawasan luas

Pada umumnya, dosen memberikan perkuliahan di kelas dengan penyampaian materi yang tidak jauh dari buku yang direkomendasikan pada mahasiswanya. Maka, alangkah baiknya kita membaca beberapa buku dengan teknik membuka-buka buku tersebut sebelum mengikuti perkuliahan di kelas. Supaya lebih memahami pembelajaran bersama dengan dosen.

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar