Mengenal Tes Bahasa dari Berbagai Negara, Gak Cuma TOEFL lho!

kuliah-di-luar-negeri-dua-jurusan-kuliah

Hai Sobat ICampus! Kita hidup di negara global yang berbeda-beda dan dihubungkan dengan bahasa untuk berkomunikasi. Masing-masing negara memiliki bahasanya sendiri yang dipahami dan dimengerti oleh masyarakatnya. Ketika kita berkunjung ke negara asing, tentu kita ingin bisa bercakap-cakap leluasa dengan warga lokal di negara tersebut. Untuk itu kita belajar bahasa mereka.

Nah, berikut ini merupakan macam-macam tes bahasa yang ada di dunia. Kira-kira apa saja ya?

1. IELTS dan TOEFL, tes bahasa Inggris

Tes bahasa ini mungkin yang paling familiar buatmu. IELTS dan TOEFL adalah tes bahasa Inggris. Namun, meski sama-sama bahasa Inggris, terdapat perbedaan negara antara IELTS dan TOEFL. IELTS (International English Language Testing System) menggunakan bahasa Inggris dari British, sedangkan TOEFL (Test of English as Foreign Language) menggunakan bahasa Inggris dari Amerika.

Baik TOEFL atau pun IELTS terbagi menjadi 4 modul tes yaitu speaking, writing, listening dan reading. Meskipun TOEFL lebih memiliki banyak sub soal dibanding TOEFL. Selain itu, TOEFL lebih melihat potensi akademik, sedangkan IELTS lebih melihat tes komunikasi interaktif.

Baca Juga : Ini Tips Menjawab Contoh Soal Psikotes Saat Melamar Kerja 

2. TOPIK, tes bahasa Korea

Kamu tertarik beasiswa ke Korea? Nah salah satu syaratnya adalah mengikuti tes bahasa korea, atau TOPIK.

TOPIK (Test of Proficiency in Korean) adalah ujian tertulis untuk mengukur kemampuan bahasa Korea dari kita yang tidak berbahasa Korea sebagai bahasa utama. Tes TOPIK gak beda jauh dari TOEFL atau IELTS. TOPIK memiliki 3 kategori ujian yaitu membaca, mendengarkan dan menulis.

TOPIK dibagi ke berbagai level dari level 1 dan 2 untuk pemula hingga level 6 untuk yang fasih. Untuk level pemula, kamu minimal bisa menggunakan kalimat-kalimat sederhana sejumlah 800 kata.

3. TOAFL, tes bahasa Arab

TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) adalah tes untuk mengukur kemampuan berbahasa Arab. Nama TOAFL diambil dari tes Inggris TOEFL dengan hanya mengubah kata English menjadi Arab. Oleh karena itu, bentuk tes TOAFL juga sangat mirip dengan TOAFL.

TOAFL hadir di Indonesia sekitar tahun 1998 di Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tujuan awal pembuatan TOAFL ini adalah untuk menyiapkan bahan tes standar bagi mahasiswa S2 dan S3 yang akan menyelesaikan studinya. Kini, TOAFL dijadikan syarat kelulusan di UIN Syarif Hidayatullah lho!

4. JLPT, tes bahasa Jepang

Beralih ke negeri Sakura, terdapat tes bahasa bernama JLPT (Japanese Language Proficiency Test). Di Indonesia, ujian ini diatur oleh Japan Foundation dan diadakan 2 kali dalam setahun di bulan Juli dan Desember.

Dalam tes JLPT terdapat 5 tingkatan mulai dari N5 hingga N1. Level N5 adalah yang termudah yang mana kita ditargetkan mampu menguasai 100 kanji dan 800 kosakata. Sedangkan pada tahap N1, kita ditargetkan mampu menguasai 2000 kanji dan 10000 kosakata.

Tidak ada kewajiban untuk mengikuti tes JLPT dari level terendah dahulu. Apabila kita sudah merasa mampu, kita bisa mengikuti tes JLPT di level yang lebih tinggi.

Baca Juga : 5 Alasan Metode ‘Scaffolding’ Perlu Diterapkan dalam Pembelajaran

5. UKBI, tes bahasa Indonesia

Nah, setelah mengetahui tes bahasa dari negara asing, kita juga wajib tahu tes bahasa negara kita sendiri. UKBI (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia) adalah sarana uji untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia secara lisan dan tertulis.

UKBI terdiri atas lima kategori yaitu mendengarkan, merespons, membaca, menulis dan berbicara. Hasil tes UKBI nantinya dikategorikan menjadi 7 predikat dari terbatas hingga istimewa. Untuk mendapat predikat istimewa, minimal kamu mendapat nilai 725 dari 800.

Tes bahasa mana saja yang sudah pernah kamu ikuti?

Sumber: Idntimes.com

Komentar