Biar Gak Malas, Yuk Terapkan 4 Langkah Metode WOOP dalam Belajarmu!

1417473shutterstock-153929321780x390

Hai Sobat ICampus! Berpikir positif penting untuk dapat mewujudkan cita-cita, kamu tidak boleh menjadi orang yang gampang menyerah. Namun, berpikir terlalu positif dapat menjebak kamu ke dalam mental attainment, yaitu kondisi di mana otak merasa sudah mendapatkan apa yang diinginkan sehingga malas untuk berusaha.

Berpikir positif tetap perlu, tetapi harus realistis. Kamu boleh berkhayal soal masa depan. Tapi, supaya otak gak terlena, kamu tetap harus membentuknya dengan kenyataan yang ada.

Hal ini disebut dengan mental contrasting. Salah satu cara untuk menerapkan mental contrasting adalah dengan melakukan sebuah metode yang disebut WOOP. Apa itu metode WOOP? Berikut penjelasan, nih guys.

Baca Juga : 6 Tips Hadapi Dosen Pembimbing Killer Agar Skripsimu Tetap Lancar

1. Wish

Buatlah keinginan apa yang ingin kamu raih. Misalnya, karena dalam waktu dekat kamu akan menghadapi ujian, kamu bisa set untuk mendapatkan nilai bagus atau lulus ujian dengan baik sebagai wish atau harapan kamu.

2. Outcome

Bayangkan saat kamu berhasil mewujudkan apa yang kamu harapkan. Seperti lulus ujian misalnya. Kamu mungkin akan merasa senang dan lega karena mendapatkan nilai yang memuaskan. Intinya, di sini kamu harus tetap berpikir positif.

Yakin, bahwa kamu bisa. Tapi, tetap jangan berlebihan. Wish dan outcome ini adalah bagian dari berpikir positif. Tapi, itu saja belum cukup. Kamu harus melihat kenyataan lewat tahapan selanjutnya.

3. Obstacle

Apa sih hambatan yang bisa membuat kamu tidak mencapai wish? Kalau kamu ingin lulus ujian tapi malas belajar dan lebih suka bermain dengan teman, itu adalah obstacle kamu. Jadi, kamu bisa cari tahu cara mengatasinya.

Baca Juga : 5 Langkah Mendapat Nilai Bagus Tanpa Pusing Menjelang Ujian

4. Plan

Kamu harus punya rencana untuk menghadapi obstacle kamu. Rumusannya, jika terjadi suatu halangan, maka lakukan suatu aksi. Jika saat sedang belajar kamu malas atau atau ada teman yang mengajak main, maka kamu bisa cari metode belajar yang lebih seru.

Misalnya dengan menggunakan aplikasi belajar audio visual. Sehingga, kamu jadi gak males dan bisa mengajak teman-temanmu untuk belajar bareng.

Itulah tadi contoh penerapan metode WOOP dalam cara belajar. Gimana? Sudah kebayang belum? Metode WOOP ini juga bisa diterapkan setiap kali kamu punya keinginan atau wish lain selain belajar lho!

Berpikiran positif boleh saja, asal kamu tetap sadar dengan kenyataan dan punya aksi nyata untuk mewujudkan keinginanmu.

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar