7 Pemikiran Keliru tentang Kuliah S2, Yuk Jangan Ragu Sekolah Lagi!

0-afresh

Hai Sobat ICampus! Di kalangan masyarakat Indonesia, masih banyak beredar anggapan salah seputar studi S2. Pada akhirnya, banyak lulusan S1 yang enggan atau gak pede untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi.

Berikut beberapa pemikiran keliru mengenai studi S2 yang patut kamu ketahui.

1. Kuliah S2 hanya untuk si dia yang pintar saja

Studi S2 diperuntukkan untuk mereka yang memang berminat untuk mendalami suatu ilmu. Jadi, asal punya tekad dan kemauan kuat untuk belajar, semua lulusan S1 punya peluang untuk mengenyam pendidikan S2. Gak melulu harus pintar dan ber-IPK tinggi, kok.

Baca Juga : 5 Tips Agar Tetap Konsisten dan Serius Kuliah Sampai Wisuda

2. Kuliah S2 berat dan membosankan seperti ketika S1 dulu

Mungkin, sebagian orang merasa enggan melanjutkan kuliah S2 karena menganggapnya tidak jauh berbeda dengan S1. Susah dan banyak yang harus kamu pelajari. Padahal, kenyataannya gak begitu lho.

Selama kuliah S1, kamu memang dituntut untuk menguasai lebih banyak bidang ilmu secara umum, sehingga kamu mau gak mau harus mempelajari semua mata kuliah yang diberikan. Kuliah S2 lebih menekankan kamu untuk fokus pada satu bidang ilmu sesuai dengan minat dan bakatmu. Wah, asyik kan?

Berbagai teori yang kamu dapatkan selama kuliah S2 juga gak sebanyak saat S1 dulu. Saat kamu menempuh pendidikan S2, kamu akan lebih banyak berhubungan dengan kegiatan penelitian di lapang atau lab, yang gak tentunya semembosankan seperti duduk diam mendengarkan dosen di dalam kelas.

3. Punya ijazah S2 bikin susah dapat kerja

Banyak anggapan kalau kuliah S2 justru membuat kamu susah dapat kerja. Memang, anggapan ini bisa jadi ini gak salah. Tapi, sebenarnya saat ini mulai banyak kok institusi pemerintah dan swasta di Indonesia yang merekrut lulusan S2. Kalau kamu mau jadi dosen atau peneliti, peluang pekerjaan sangat terbuka lebar untukmu.

Jadi, kamu gak perlu khawatir soal peluang pekerjaan selepas lulus S2 nanti. Toh, rezeki pekerjaanmu kelak juga tetap tergantung pada orang yang menjalaninya. Ya, kan?

Baca Juga : 5 Tips Menghilangkan Rasa Jenuh Saat Belajar, Jangan Dipaksakan! 

4. Hanya untuk kamu yang ingin berkarir di bidang akademis

Eits, siapa bilang kuliah S2 hanya untuk kamu yang ingin jadi akademisi saja? Memang banyak sekali lulusan S2 yang pada akhirnya memilih berkarier sebagai dosen atau peneliti, tapi bukan berarti semua alumni S2 harus jadi akademisi. Gak sedikit kok alumni S2 yang bekerja profesional di berbagai perusahaan atau malah berwirausaha.

Saat ini di Indonesia, berbagai institusi pemerintah, perusahaan swasta besar, perusahaan multinasional, dan bahkan berbagai NGO sudah mulai merekrut lulusan S2. Wah!

5. Lulusan S2 gak ada bedanya dengan lulusan S1

Mungkin gak salah kalau di banyak perusahaan, lulusan S1 dan S2 akan mengawali karier dengan besaran gaji yang gak jauh berbeda atau bahkan sama. Tapi, lulusan S2 dianggap lebih kompeten karena memiliki ilmu yang lebih mendalam di bidang tertentu.

Gak cuma itu, proses perkuliahan di tingkat S2 juga umumnya akan lebih mematangkan karaktermu. Dengan begitu, lulusan S2 bisa menjadi sumber daya manusia unggulan di dunia kerja.

6. Kuliah S2 hanya membuang-buang waktu

Untuk kuliah S2, kamu memang harus mengorbankan umur selama satu hingga dua tahun. Dengan waktu selama itu, kamu tentu sudah bisa mendapatkan pengalaman kerja yang lumayan jika kamu pakai untuk bekerja di perusahaan.

Tapi sebenarnya, masa yang kamu habiskan untuk S2 adalah masa investasi keilmuan dan pola pikir yang akan sangat berguna untukmu di kemudian hari. Hasilnya akan terlihat pada kinerja yang bagus saat kamu berkarier, sebagai nilai tambah yang membedakanmu dari rekan kerja lulusan S1.

7. Mau kuliah S2 harus tajir

Memang, biaya kuliah S2 terbilang gak murah. Kamu harus siap merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa mengenyam pendidikan di level ini, apalagi kalau kamu berencana melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri.

Tapi, kamu gak perlu khawatir karena banyak sekali pilihan beasiswa pascasarjana yang bisa kamu coba, baik di dalam maupun luar negeri.

Bahkan gak sedikit beasiswa yang gak cuma menanggung uang SPP saja, tapi juga memberikanmu biaya hidup bulanan dan biaya lain seperti biaya penelitian, uang buku, dan asuransi. Nah, mau gak belajar sambil “digaji”?

Nah, jadi gimana guys? Masih ragu buat lanjut kuliah S2?

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar