6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Tugas Esai

selandia

Hai Sobat ICampus! Esai adalah sebuah tulisan yang mengandung opini atas isu atau permasalahan tertentu. Kemampun menulis esai juga menjadi salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seorang pelajar terutama mahasiswa. Di bangku perkuliahan, para mahasiswa sering kali diberikan tugas menulis esai untuk dijadikan penilaian dosen. Namun tak jarang, banyak kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses pembuatan esai.

Hal-hal berikut ini mungkin tidak kamu sadari saat menulis esai. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan berikut ini, kamu tidak perlu mengulang kesalahan yang sama lagi. Kira-kira apa saja ya?

Baca Juga : 5 Alasan Kenapa Konten Edukasi di Indonesia Tak Begitu Terkenal 

1. Isi tidak nyambung dengan topik

Sebelum menulis esai pahami terlebih dahulu topik yang diberikan. Bila kamu harus menentukan topik sendiri, carilah referensi yang mendukung pembahasan topik sehingga kamu mudah untuk menuangkan isi pikiranmu dan tidak melenceng dari topik. Buatlah perencanaan tentang apa yang akan kamu bahas, tentukan kata kunci, dan kerangka esaimu.

2. Tidak ada paragraf pembuka

Pembuka atau pendahuluan adalah salah satu cara agar pembaca memahami apa yang isi esai yang kamu tulis. Pembuka inilah yang akan membuat pembaca tertarik untuk terus membaca esai kamu hingga selesai. Jadi, buatlah pengantar semenarik mungkin dan tentunya harus sesuai dengan poin-poin topik yang akan kamu bahas.

3. Tidak ada gagasan utama dalam esai

Gagasan utama atau disebut juga ide pokok itu penting untuk mengembangkan paragraf berikutnya. Gagasan utama berperan dalam menjelaskan masalah utama yang akan dibahas dalam paragraf tersebut. Maka dari itu, gagasan utama itu hanya ada satu di setiap paragraf. Gagasan utama berada di kalimat utama yang letaknya bisa di awal, di akhir, atau di tengah paragraf.

4. Gagasan utama miskin ide

Uraikan setiap poin-poin penting dalam paragraf agar pembaca lebih memahami esai yang kamu tulis. Penjabaran ide bisa dilakukan dengan cara membuat deskripsi, detail permasalahan, dan memberikan contoh. Hal itu dapat memperkuat argumen yang kamu berikan. Tulisan yang berbobot tentunya menjadi nilai tambah sendiri untuk esai kamu.

5. Gagasan utama tidak disertai bukti

Penguasaan materi penting sekali dalam menulis esai. Kamu tidak perlu ragu untuk menuliskan opinimu, tetapi harus disertai bukti yang mendukung opini tersebut. Semua sumber yang disertakan pun harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Pembaca akan lebih senang mengetahui hal-hal yang belum pernah mereka ketahui. Ini akan menambah wawasan baru bagi pembaca.

Baca Juga : 5 Tips Sukses Kuliah yang Bisa Diterapkan untuk Para Mahasiswa Baru!

6. Tidak ada kesimpulan

Kesimpulan adalah bagian penting dari esai yang kamu tulis. Kesimpulan berisi penegasan atas pembahasan dari topik yang telah kamu uraikan. Selain itu, tidak perlu mengulang apa yang kamu katakan dalam esai karena tentunya ini akan sia-sia. Pastikan kalimat yang kamu gunakan menarik dan memberikan kesan agar pembaca kembali mengingat isi dari esai yang kamu tulis.

Sekarang kamu sudah tahu apa kesalahan yang sering terjadi saat menulis esai. Perbaiki esaimu dan tingkatkan kemampuanmu dalam menulis esai. Semoga berhasil!

 

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar