Gak Cuma Menggambar, Ini 5 Modal Super Jadi Mahasiswa Arsitektur

jam-kerja-pns-bulan-puasa-dikurangi-2-jam

Hai Sobat ICampus! Mempelajari bidang arsitektur itu memang keahlian yang luar biasa. Seorang arsitek akan mempertimbangkan banyak hal untuk membangun sebuah bangunan. Karena itu, ada banyak ilmu yang harus dipahami oleh arsitek.

Akan tetapi, di balik semua itu terdapat proses belajar yang sungguh melelahkan dan menguras pikiran. Bagi kamu para calon mahasiswa yang hendak masuk ke jurusan arsitektur, sudahkah kamu tahu betapa ‘supernya’ menjadi mahasiswa arsitektur? Yuk, baca!

Baca Juga : 7 Faktor Ini Lho yang Jadi Alasan Gak Lulus Mata Kuliah

1. Siap tempur dalam mengerjakan tugas

Menjadi mahasiswa arsitektur berarti kamu siap mengabdikan sebagian besar waktu kalian untuk mengerjakan tugas. Belum kelar tugas pertama, mata kuliah lain sudah memberikan tugas juga, lalu ditambah lagi beban ujian.

Biasanya, penyakit yang menyerang mahasiswa arsitektur kalau sudah begini adalah stres. Apalagi, tuntutan tugas yang banyak sudah diberikan dari awal masuk kuliah. Kamu akan berhadapan dengan banyak jenis kertas, pulpen, pensil, penggaris, dan alat gambar lainnya. Ini jelas karena hampir semua tugas mahasiswa arsitektur adalah menggambar.

2. Kuat begadang

Dikarenakan banyaknya tugas yang harus diselesaikan dengan batas waktu yang ketat, mahasiswa arsitektur mau tak mau harus begadang. Predikat manusia kelelawar memang sudah melekat erat dengan mahasiswa arsitektur.

Banyak mahasiswa arsitektur yang mengatakan kalau mereka tidur, tugas mereka tidak selesai. Karena itu, bisa dibilang bahwa tidur adalah sebuah “musibah” bagi mahasiswa arsitektur. Jangan heran kalau kantung mata mahasiswa arsitektur besar-besar.

3. Mental baja ditolak dosen

Sudah buat tugas susah-susah, tidak tidur semalaman, tetap saja gambar ditolak dosen. Tenang saja, peristiwa semacam ini adalah hal yang lumrah di kalangan mahasiswa arsitektur. Selalu ada saja perbaikan yang diminta dosen dari hasil kerjaan kita.

Entah kurang inilah, ada yang salah, sampai dicoret dengan berbagai tulisan yang menusuk hati. Akan tetapi, ini bukan berarti gambar kita jelek atau kita bodoh. Dosen melakukan ini untuk memaksa kita mengembangkan kemampuan dan pengetahuan. Sekaligus, melatih mental kita sebelum ditolak klien sungguhan.

4. Ahli menghitung waktu

Begitu padatnya jadwal yang dimiliki mahasiswa arsitektur membuat mereka sangat menghargai waktu. Satu jam terbuang sia-sia saja rasanya bisa dipakai untuk menggambar satu objek. Atau karena saking sibuknya mengerjakan tugas, satu jam itu dapat digunakan untuk mencuci pakaian yang terbengkalai hampir seminggu.

Menjadi mahasiswa arsitektur berarti menjadi orang yang disiplin waktu dan dapat menentukan jadwal harian dengan baik. Selain itu, seorang mahasiswa arsitektur akan terbiasa mengatur jadwal harian dan menetapkan target apa saja yang wajib mereka selesaikan dalam satu hari tersebut.

Baca Juga : Dengan 9 Tips Ini, Masa Kuliahmu Dijamin Bakal Nikmat!

5. Siaga menjaga uang

Pengeluaran mahasiswa arsitektur itu tidak sedikit. Mulai dari biaya kuliah, media gambar, peralatan maket, tinta, pensil, penggaris, bahkan penghapusnya pun semuanya mahal. Mahasiswa arsitektur juga wajib memliki berbagai jenis pewarna terutama untuk tugas-tugas studio.

Siap-siap berinvestasi di toko-toko alat lukis dan tulis, ya. Karena banyaknya pengeluaran untuk tugas, seorang mahasiswa arsitektur akan pelit terhadap dirinya sendiri. Jika harga satu sweater senilai dengan satu spidol copic, lebih baik beli copic, deh.

Mungkin kelihatannya menjadi mahasiswa arsitektur itu berat. Jangan khawatir! Bagi kalian yang memang sudah berniat untuk berada di jurusan arsitektur, kamu tidak akan terbebani dengan tanggungan tugas!

Sebaliknya, kamu akan menikmati setiap proses kuliah sampai nanti lulus wisuda. Jadi, untuk kalian calon-calon mahasiswa, semangat sampai kalian bisa meraih kursi di jurusan arsitektur!

 

 

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar