5 Hal Ini Harus Kamu Pikirkan Sebelum Mengambil Cuti Kuliah

merantau

Hai Sobat ICampus! Nah, dalam dunia perkuliahan ada yang namanya ‘cuti kuliah’ yang biasanya diajukan oleh para mahasiswa karena alasan tertentu. Tentu untuk mengajukan cuti ke pihak kampus harus memenuhi persyaratan sesuai kebijakan masing-masing kampus seperti maksimal cuti yang bisa diajukan dan sebagainya.

Jadi, bagi kamu para mahasiswa yang punya niat untuk mengambil cuti kuliah wajib banget baca artikel ini sampai habis karena ada 5 hal yang harus kamu renungkan baik-baik sebelum mengambil keputusan untuk cuti kuliah.

Baca Juga : Selain buat Beasiswa, 5 Alasan Krusial Skor IELTS Kamu Wajib Tinggi!

1. Apakah alasanmu sudah tepat?

Mengambil cuti kuliah bukan urusan sepele lho, karena cuti kuliah bukan hanya 1-2 minggu saja melainkan minimal 1 semester atau 6 bulan. Jadi, apa alasan kamu mengambil cuti memang sudah tepat? Kalau hanya karena malas, bosan ataupun salah jurusan sebaiknya jangan deh mengambil cuti.

Lain halnya jika kamu adalah tulang punggung keluarga yang harus menghidupi banyak orang sehingga kesulitan menanggung biaya hidup keluarga dan biaya kuliah atau juga karena kondisi kesehatan yang membutuhkan pemulihan jangka panjang sehingga tidak memungkinkan untuk kuliah sementara ini. Jadi, sebelum mengambil keputusan pikirkan dulu dengan matang-matang ya keuntungan dan kerugiannya supaya kamu tidak menyesal nantinya.

2. Rasa malas di kemudian hari

Yakin aja, ketika kamu sudah cuti atau ‘berlibur’ selama 1 atau 2 semester, rasa malas pasti akan datang. Jangan malah kamu gak bisa mengendalikan rasa malas dan akhirnya gak balik-balik lagi ke kampus alias drop out. Kalau kamu gak melanjutkan kuliah lagi maka sia-sia dong waktu dan biaya yang telah habiskan di tengah perjalananmu untuk mendapat gelar.

Biasanya ketika udah ada di zona nyaman, orang umumnya gak mau melangkah lagi ke zona lain karena segudang alasan yang sebenarnya sah-sah saja karena merupakan hak dari setiap orang untuk menentukan hidupnya sendiri. Jadi, kalau kamu memang terpaksa mengambil cuti kuliah, pastikan kamu bertekad untuk membuang rasa malasmu yang bisa muncul kapan saja terutama saat masa cuti kuliahmu sudah selesai.

3. Rugi waktu dan usia

Ini kerugian yang paling terasa saat kamu mengambil keputusan untuk cuti kuliah. Saat teman-temanmu sudah selesai dengan urusam skripsinya, kamu malah baru memikirkan judul skripsi. Intinya, semakin lama kamu cuti semakin lama juga kamu bisa wisuda, kamu harus mengejar ketertinggalan SKS (satuan kredit semester) belum lagi kalau kamu misalnya gak belajar dan harus mengulang mata kuliah yang tidak lulus sehingga lama-lama bisa mengakibatkan kamu jadi mahasiswa abadi lho!

Selain rugi waktu, pastinya kamu juga makin tua kan? Di saat teman-teman kamu sudah lulus kuliah dan mengejar karir yang mapan, kamu malah masih berkutat dengan urusan kuliah, hmm rugi banget ya?

4. Bertemu dengan adik kelas

Ini juga nih poin yg harus kamu pertimbangkan, kalau kamu termasuk tipe orang yang suka gengsian mending jangan ambil cuti deh. Karena kamu harus mengejar SKS yang tidak kamu ambil saat kamu cuti dulu, sehingga otomatis harus mengambil kelas yang sama dengan adik kelas kamu lho.

Kalau kamu gak mengenal mereka sama sekali, kamu mungkin bisa cuek aja ya tapi gimana kalau kamu mengenal mereka? Mungkin kamu akan merasa malu ataupun risih dengan pendapat mereka tentang kamu yang mengambil mata kuliah yang sama dengan mereka. Tapi, kalau kamu tipe orang yang cuek dengan pendapat orang lain entah kenal atau tidak kenal maka poin nomor 4 ini bisa kamu kesampingkan.

Baca Juga : Perhatikan 5 Tips Ini Kalau Kamu Berniat Mengirim Pesan ke Dosen

5. Berdampak pada karir dan masa depanmu

Ya, sedikit banyak keputusan mengambil cuti saat sedang kuliah bisa berdampak pada karir dan masa depanmu. Sudah dijelaskan pada poin di atas kalau menunda kuliah berarti menunda kesempatanmu untuk berkarir. Walau gak menutup kemungkinan kamu bisa mengambil kelas karyawan misalnya yang berarti kamu bisa kuliah sambil kerja. Tapi gimana dengan kamu yang mengambil kelas reguler yang artinya kamu harus fokus kuliah dulu.

Sebenarnya cuti kuliah masih jauh lebih baik lho dibanding berhenti di tidak kuliah alias berhenti di tengah jalan. Intinya, kuliah ataupun tidak kuliah lakukanlah dengan sepenuh hati dan tidak setengah-setengah, kalau sedari awal kami memang memutuskan untuk bekerja maka lakukanlah dengan sepenuh hati begitu juga dengan yang masih berkuliah agar suatu saat kamu bisa memetik hasil dari kerja kerasmu.

Nah, apapun keputusanmu yakinlah bahwa kamu yang paling tahu apa yang terbaik bagi dirimu sendiri dan renungkanlah 5 hal di atas dengan baik. Semoga bermanfaat!

 

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar