5 Tips Supaya Kamu Bisa Liburan ke Luar Negeri Saat Kuliah

membaca

Hai Sobat ICampus! Siapa bilang kuliah di Indonesia gak bisa jalan-jalan ke luar negeri, mulai sekarang hindari berpikir sempit seperti itu. Saat kuliah banyak sekali cara untuk menaikkan performa dan kredibilitasmu sebagai mahasiswa.

Dengan melakukan perjalanan ke luar negeri, selain kamu bisa punya pengalaman mengetahui tempat-tempat di luar Indonesia, pengalaman itu juga bisa dijadikan sebagai daftar pengalaman di CV suatu saat nanti.

Tentu saja hal itu akan membuatmu dipandang berbeda ke depannya. Makanya, yuk mulai dari sekarang rencanakan apa saja yang bisa kamu lakukan agar bisa ke luar negeri.

Baca Juga : 10 Aktivitas Bermanfaat Buat Kamu yang Ambil Gap Year Kuliah

1. UKM kampus banyak sekali menawarkan pengalaman berbeda, kamu perlu menjajalnya untuk melihat seberapa besar potensinya

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) memang banyak sekali ragamnya di kampus, dari beberapa organisasi yang tersebar kamu perlu pintar membaca peluangnya. Ikut organisasi di kampus meskipun tidak wajib, tapi bisa jadi anjuran.

Biasanya organisasi yang rutin pulang pergi ke luar negeri adalah yang berhubungan seni, terutama bagian yang fokus pada seni tradisional Indonesia. Tujuan dari mereka melakukan perjalanan ke luar negeri adalah untuk mengikuti kompetisi atau sekadar mengenalkan seni indonesia di dunia.

Kalau dari jalur ini, kemungkinan kamu bisa pergi sampai ke Eropa lho! Selain seni, organisasi yang berkecimpung di dunia bahasa pun punya potensi mengantarmu ke luar negeri.

2. Kamu hanya ingin bepergian dengan waktu relatif singkat, maka coba ikuti program pertukaran budaya

Dalam hal ini kamu harus jeli mencari baik di dunia online maupun tanggap pada seluruh informasi di tempat kamu menuntut ilmu. Alasannya karena satu, program ini pasti akan banyak sekali peminatnya jadi meskipun kesempatannya besar namun waktu yang kamu miliki sangatlah sempit.

Untuk dapat melakukannya, akan banyak tahap seleksi yang harus kamu lalui terutama dalam hal kemampuan linguistik. Selain kemampuan berbahasa, kamu juga harus ahli dalam hal public speaking.

Nah, karena pertukaran budaya biasanya berbasis seni, maka kamu harus memiliki keahlian pada bidang tersebut. Memang tidak heran banyak sekali syarat agar bisa sukses dalam program ini, karena bagaimanapun goal dari program ini bukan sekadar jalan-jalan saja, melainkan memperkenalkan budaya negaramu sendiri. Apalagi di sana kamu pasti akan sering berkomunikasi dengan orang-orang asing.

Selain di lingkungan kampus, biasanya situs yang sering melakukan pertukaran budaya ini adalah ISFIT Norwegia, Encompass Trust Inggris, YFU Jerman, IKYEP Korea Selatan, dan SSEAYP ASEAN.

3. Kamu juga bisa mengikuti program pertukaran pelajar di kampus untuk merasakan sensasi kuliah di luar negeri

Untuk yang satu ini biasanya waktu yang akan berlangsung memang terbilang lebih lama yaitu bisa 1 sampai 2 semester. Ini diperuntukkan bagi kamu yang memang benar-benar bertekad merasakan pendidikan di sana, bukan hanya sekadar jalan-jalan saja.

Biasanya sejumlah kampus dari Korea, Jepang, Singapura, Malaysia, bahkan Eropa, atau Amerika, ataupun lembaga internasional seringkali menawarkan program ini dengan gratis. Agar bisa melakukan ini, kamu perlu sering update informasinya sejak jauh hari karena kamu perlu menyiapkan CV, motivation letter, surat rekomendasi, transkrip nilai, dan yang paling penting adalah nilai TOEFL.

Meskipun banyak syarat yang harus kamu tempuh, kelak saat mendapatkannya kamu pasti tidak akan merasa semuanya sia-sia deh!

4. Carilah program studi yang memiliki mata kuliah di mana berpotensi membawamu ke luar negeri

Kalau kamu pernah baca buku 30 Paspor Di Kelas Professor, pasti kamu juga bermimpi untuk merasakan pengalaman seperti mereka. Buku karya J.S Khairen ini sendiri mengisahkan tentang anak muda yang beruntung memiliki pengalaman pergi ke empat benua.

Semua kisah mereka bermula dari mata kuliah yang mereka ambil di jurusan Ekonomi Bisnis di mana Dosen pengajarnya mewajibkan setiap orang untuk memilih negara yang harus dikunjungi dan berbeda satu sama lain.

Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang tidak pernah bahkan pertama kalinya melancong ke luar negeri. Hal itu dilakukan agar mereka tidak menjadi kaum muda yang lumpuh dalam mengambil keputusan karena terus berada di bawah keputusan orangtua.

Untuk melakukan ini, perjuangannya hanya satu yakni mengumpulkan uang sendiri karena merupakan tugas mata kuliah yang harus kamu penuhi. Tapi setelah melaluinya selain bisa mengisi mata kuliah, tentu saja kegiatan ini bisa menambah pengalaman yang tak terlupakan di dalam hidupmu.

Baca Juga : Semester Baru Bikin Suntuk? Terapkan 6 Kiat Ini agar Tetap Semangat! 

5. Kalau kamu punya teman mahasiswa asing di kampusmu, tidak ada salahnya menjadikan negara temanmu itu sebagai tempat berkunjung sewaktu liburan

Meski minoritas, tapi beberapa kali pasti kamu pernah berpapasan dengan teman bule di kampusmu atau bahkan sekelas dengan mereka. Kalau memang seperti itu, maka jangan pernah sia-siakan kesempatan. Ajak mereka kenalan dan kalau perlu berusaha untuk terus berkomunikasi setelahnya.

Kalau kamu bisa membuat lingkaran pertemanan yang erat, maka bukan tidak mungkin dia akan mengajakmu berkunjung ke negaranya sewaktu liburan. Selain bisa menambah teman, aktivitas ini juga akan memberikanmu pengetahuan tentang negaranya kelak.

Bagaimana, dari cara di atas kira-kira yang mana paling memungkinkan untuk kamu tiru?

 

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar