Kuliah Tetap Lancar Meski Sudah Berumah Tangga? Kamu Bisa dengan 15 Tips Ini

sabina-and-sonjpgsizecustomcrop1086x745-a930ee6c37499f3a7083e82e8bb2845e

Hai Sobat ICampus! Kuliah sambil berumah tangga kelihatannya adalah dua hal yang sulit terjadi berbarengan. Tapi, kenapa tidak? Kalau memang bisa membagi waktu, baik pekerjaan rumah tangga maupun kuliah, pasti sukses semua kan? Kalau kamu masih ragu, banyak kok pasangan suami istri yang salah satu (atau keduanya) juga kuliah. Inilah cara mereka sukses menjalani keduanya!

Baca Juga : Demi Kebaikan, Jangan Takut Melakukan 5 Hal Ini dalam Hidup!

1. Sekitar subuh, boleh bangun untuk belajar dan berdoa. Imbangi dengan yoga sejenak agar konsentrasi full untuk sehari.

Percayalah! Di waktu-waktu ini, kamu akan merasa lebih hening dari gangguan apapun. Udara yang masih segar pun, menyokong kamu untuk menyerap materi-materi kuliah secara sempurna.

2. Sebelum berangkat kuliah, bisa mengurus rumah terlebih dahulu. Mulai dari masak hingga memandikan si kecil.

Mengurusi segala macam tetek bengek rumah lebih baik diprioritaskan sebelum berangkat kuliah!

3. Daripada buang waktu untuk belanja dan memasak, lebih efisien kalau punya daftar menu masakan yang dibuat jauh-jauh hari.

Namanya belanja, pasti gak sebentar. Kadang lapar mata, terus mampir ke mana-mana dan beli macam-macam. Kadang yang kamu cari juga gak ketemu dan susah carinya. Belum kalau bawa anak, pasti minta ini itu.

Sekarang, mulai bikin daftar menu yang jelas selama sebulan. Jika sudah tahu memasak apa, kamu akan fokus saat belanja. Tak terkecuali, saat memasaknya. Waktu pun lebih efisien dipakai.

4. Saat berangkat kuliah, si kecil bisa kamu titipkan pada orangtua dan saudara. Jika bersedia, tentunya kamu lebih lega.

Selain lebih nyaman karena menitipkan pada yang terpercaya, kamu pun lebih hemat biaya.

5. Jika keuangan keluarga kecilmu mencukupi, menggunakan jasa babysitter atau day care boleh juga dijajali.

Pastikan babysitter atau day care yang kamu pilih, profesional dan memiliki banyak testimoni positif.

6. Kalau kegiatan kampusmu tergolong tidak membutuhkan konsentrasi tinggi, membawa anak ke perpustakaan atau bimbingan dosen tak ada salahnya.

Mungkin kamu agak sulit konsentrasi bila harus kuliah sambil momong bayi. Belum dengan suara gaduh dan tangisnya. Membawa bayimu ke perpus, setidaknya bisa membuatmu keluar ruangan lebih bebas saat si kecil rewel. Saat bimbingan dosen pun, tidak masalah karena bukan sesi kuliah yang melibatkan banyak orang.

7. Di sela-sela jeda kuliah, menyempatkan waktu untuk istirahat atau tidur juga penting lho! Energimu seperti di-charge tiba-tiba.

Mungkin kamu lelah karena semalam, si kecil terus menangis dan sakit. Waktu istirahat lantas menyusut. Coba saja manfaatkan jeda kuliah dengan tidur di meja perpustakaan atau sedikit rebahan di sofanya. Energimu naik seketika!

8. Kalau si kecil sudah tidur, saatnya kamu yang belajar dan kerjakan tugas kuliah. Meskipun kamu harus rela berkorban mengurangi waktu tidur.

Kuliah sudah usai. Waktunya segera pulang dan mengurus anak. Agaknya belajar atau mengerjakan tugas sambil bermain dengan si kecil, mustahil dilakoni berbarengan. Lebih baik, jadikan ini quality time kamu. Baru setelah si kecil tidur, semua tugas harus dibabat habis.

9. Ubah kebiasaan nonton TV kamu dengan membaca buku untuk ujian. Sebisa mungkin, ciptakan suasana kondusif dan minim prokrastinasi.

Ingat! Jangan tergoda sinetron, apalagi drama Korea. Nanti nyandu dan gak ada habisnya. Disiplinlah belajar dan kerjakan tugas. Kalau cepat selesai, jatah nonton yang tersisa bisa buat hadiah.

10. Gaul dan bersenang-senang boleh saja. Tapi hitung dengan pasti berapa lama waktumu untuk mengerjakan kegiatan tertentu.

Tulis dalam catatan kecil. Kapan kamu harus jalan-jalan ke mall, nonton di bioskop, travelingdan lain sebagainya. Boleh saja bersenang-senang tapi tetaplah dalam aturan.

11. Bila kamu ingin bekerja, cobalah gantikan full-time dengan part-time atau freelance job. Dengan begitu, bebanmu juga tak terlalu besar.

Pekerjaan full-time pasti akan menyiksa jika kamu harus kuliah dan urus rumah tangga. Vakumlah sejenak dan beralih ke part-time atau freelance job. Pilih yang kerjanya bisa dibuat dari jarak jauh. Misalnya, penulis.

12. Memilih tempat tinggal yang dekat dengan kampus juga akan menyingkat waktumu di perjalanan. Sisa waktunya lumayan banget, kan?

Kamu tidak perlu membuang waktu karena macet lagi hingga berjam-jam. Toh, tempat tinggalmu hanya beberapa langkah kaki.

13. Sebelum memutuskan kuliah, perhatikan usia si kecil. Menunggunya agak besar sedikit, kamu pasti akan lebih nyaman.

Anak yang masih kecil, cenderung lebih sensitif. Saat sakit, misalnya. Belum dengan faktor ketidakpercayaannya dengan orang yang baru dikenal.

Baca Juga : 10 Aktivitas Bermanfaat Buat Kamu yang Ambil Gap Year Kuliah

14. Jika si kecil masih menyusui, pastikan stok ASI tak kekurangan dalam lemari pendingin.

Gak aneh lagi kalau ibu-ibu masa kini, senang menyimpan stok ASI perah dalam freezer. Apalagi kalau bukan untuk menjamin kebutuhan si kecil saat ditinggal kerja, bahkan kuliah. Si kecil pun gak bakal rewel karena lapar.

15. Berbagilah tugas dengan pasangan. Percayalah, ini akan jadi lebih romantis!

Saat kamu menidurkan bayi, pasangan cuci piring. Kalau si kecil tidur, bukankah waktunya kalian berdua bersama?

Gimana? Mau coba kuliah sambil mengurus keluarga?

 

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar