Introspeksi, Ini 5 Penyebab Kamu Gagal Terus Meski Udah Berusaha Keras

pria-yang-miliki-anak-di-usia-muda-lebih-rentan-alami-depresi

Hai Sobat ICampus! Pernah gak sih kamu merasa udah berjuang sangat keras, mati-matian, bahkan sampai sakit tapi apa yang sedang kamu kejar itu gagal tercapai? Pasti rasanya sedih dan kesal. Kemudian merasa Tuhan sungguh gak adil karena gak menghargai perjuanganmu itu.

Misalnya, kamu sudah punya tekad kuliah ke luar negeri dengan beasiswa. Kamu mencoba semua jenis beasiswa. Kamu sudah menampilkan jawaban terbaik dalam wawancara. Sebelumnya, kamu pun sudah melakukan banyak hal bagi masyarakat. Namun, semua beasiswa tersebut menolakmu.

Kegagalan emang selalu jadi hal yang paling ingin kita hindari. Namun semua orang pasti mengalaminya. Namun, benarkah semua kegagalan itu penyebabnya karena orang lain?

Nah, coba deh diam sejenak dan introspeksi kenapa kegagalan selalu menghantuimu padahal sudah berusaha sangat keras.

Baca Juga : Gak Selalu Buruk, Ini 7 Hal Baik yang Dimiliki Seorang Individualis

Siapa tahu kamu melakukan 5 hal ini.

1. Terlalu arogan, merasa semua pemikiranmu yang paling benar

Introspeksi, Ini 5 Penyebab Kamu Gagal Terus Meski Udah Berusaha KerasUnsplash/rawpixel

Orang boleh pintar, tapi selama ia tidak rendah hati jangan harap kesuksesan akan mendampinginya. Ya, boleh jadi kamu pun sangat cerdas, wawasanmu luas, tapi kalau kamu tidak membuka pikiran kecerdasan itu gak akan ada artinya.

Kamu gak mendapatkan apa yang kamu inginkan mungkin karena terlalu arogan terhadap pemahamanmu sendiri. Kamu gak mau terbuka dengan pemikiran orang dan selalu ngotot bahwa pemikiranmu yang paling benar.

Bila kamu terlalu meninggikan diri, orang yang kamu ajak bicara atau yang mewawancaraimu gak akan menaruh hormat padamu. Mereka malah akan antipati padamu karena kamu pun gak menghargai pemikiran mereka.

2. Self-defense-mu terlalu tinggi sehingga membentengi diri untuk menerima pendapat orang lain

Saat mendapatkan kritik atau masukan dari orang lain terhadap karyamu, kamu gak terima. Kemudian kamu membuat berbagai macam pembelaan agar karyamu tetap terlihat keren. Ini artinya self-defense atau pertahanan dirimu terlalu tinggi. Kamu membangun tembok terlalu tinggi sehingga orang lain gak bisa masuk ke dalam areamu untuk membantu.

Oke, barangkali kamu punya tujuan mulia untuk menyelesaikan sebuah masalah besar. Misalnya, jika mendaftar beasiswa, kamu punya motivasi untuk menyelesaikan masalah literasi di negeri ini.

Namun, saat dikritik bahwa solusi yang kamu tawarkan gak sesuai dengan budaya di negeri ini, kamu defense dengan mengkritik balik budaya kita.

Hmm, kan pembahasannya jadi ke mana-mana. Bisa jadi pembelaanmu gak fokus pada masalah dan justru menambah masalah baru.

Baca Juga : Hidup Hanya Sekali, Jangan Sia-siakan dengan 5 Kebiasaan Buruk Ini

3. Ignorance, kamu gak peduli dengan orang sekitar

Introspeksi, Ini 5 Penyebab Kamu Gagal Terus Meski Udah Berusaha KerasUnsplash/ Thought Catalog

Berjuang itu gak bisa sendirian. Perlu ada bantuan orang sekitar dan tentu yang terakhir adalah bantuan Tuhan. Tak perlu ke Tuhan dulu, coba ingat-ingat apakah selama berjuang kamu sudah melibatkan orang lain untuk membantu?

Misalnya, saat mengerjakan skripsi. Oke, kamu punya dosen pembimbing. Tapi apakah kamu sudah benar-benar meminta bantuan mereka untuk membimbing? Jangan-jangan cuma sekadar butuh tanda tangannya. Wah, ini sih jelas salah!

Saat berjuang, jangan pernah gengsi buat meminta bantuan orang lain. Sekecil apa pun bantuan mereka pasti akan tetap berguna kok!

4. Kamu cuma belajar dari sedikit orang dan tempat yang terbatas

Baiklah, mungkin kamu merasa sudah meminta bantuan kepada orang. Tapi apakah itu benar-benar sudah cukup? Ya, kadang memang semakin sedikit orang yang terlibat dalam perjuanganmu itu akan semakin minim pula dramanya. Namun, gak selamanya begitu lho.

Kegagalan itu mungkin terjadi karena kamu cuma belajar dari sedikit orang dan tempat yang terbatas. Artinya, kamu cuma belajar di situ-situ aja. Misalnya, kamu cuma belajar hal baru di kantor, padahal kamu tinggal di sebuah kampung dengan masyarakat yang sangat solid. Sebenarnya ini juga bisa jadi bahan belajarmu, tapi kamu menolak.

Semakin kamu membuka diri, semakin banyak orang yang memberimu wejangan, jalanmu menuju impian akan semakin terbuka lebar. Percayalah!

5. Apa benar cara yang kamu tempuh adalah yang terbaik demi meraih tujuanmu?

Introspeksi, Ini 5 Penyebab Kamu Gagal Terus Meski Udah Berusaha KerasUnsplash/AJ Garcia

Nah, ini penting direnungkan. Jangan-jangan selama ini kamu gagal terus karena cara yang kamu tempuh gak tepat. Kamu gak mencoba berbagai jalan atau kamu terlalu banyak mengambil jalan sehingga pikiranmu gak fokus.

Jika ujian SBMPTN tahun lalu gagal karena gak belajar dengan baik, tahun ini coba lagi tapi jurusannya beda jauh dengan yang dipilih tahun lalu. Kalau gak fokus begini berarti kamu belum serius ingin meraih tujuan atau impianmu.

Ingat, berjuang itu gak bisa dan gak boleh sendirian. Jangan egois, jangan tinggi hati, jangan arogan. Percuma kamu sudah berusaha sampai berdarah-darah, tapi kalau sok-sokan dan gak mau mendengarkan orang, keberhasilan itu mungkin enggan datang padamu.

Ambisius boleh, arogan jangan.

 

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar