8 Hal Ini Penting Banget Diperhatikan Sebelum Kuliah di Luar Negeri

jepang

Hai Sobat Icampus! Kuliah di luar negeri menyisakan perjuangan sendiri bagi mahasiswa diaspora. Kehidupan mereka tak jauh-jauh dari membaca literatur, menulis paper, dan berdiskusi dengan dosen. Foto-foto dengan postingan salju maupun landmark setempat adalah secuil dari bagian hidup mereka di sana.

Delapan hal ini perlu kamu perhatikan sebelum berangkat kuliah di luar negeri. Jangan dilewatkan, ya.

1. Belajarlah beradaptasi bagi kalian yang akan tinggal di asrama

Pihak kampus umumnya menyediakan asrama guna memudahkan mobilitas mahasiswa khususnya mahasiswa baru dan internasional.

Nantinya, di asrama ini, kamu akan tinggal bersama mahasiswa lainnya dari negara-negara lain di dunia yang punya kebiasaan atau bahkan adat istiadat yang berbeda denganmu.

Jadi, belajarlah untuk menghargai dan berkomunikasi dengan baik.

2. Belajar untuk berdiskusi, presentasi, dan berdebat yang substantif

Kuliah di luar negeri biasanya punya sistem pengajaran berbeda. Dalam satu kelas mata kuliah, seperti di Amerika Serikat dan Singapura, jumlah mahasiswanya mencapai sekitar 300 orang atau lebih. Lalu, mahasiswa ini dibagi dalam kelas tutorial dengan jumlah yang jauh lebih sedikit guna mengoptimalkan diskusi.

Kamu harus aktif mengajukan pertanyaan dan pendapat kepada dosen. Jadi, serap literatur sebanyak-banyaknya sebelum menentukan posisi debatmu.

3. Belajar untuk membangun jejaring yang baik dengan pengajar

Pengajar adalah salah satu penentu keberhasilan studimu di sana. Mereka ingin supaya anak didiknya berhasil. Jadi, jangan sungkan untuk pergi menemuinya untuk berdiskusi seputar kuliah maupun hal-hal di luar akademis yang relevan dengan kegiatan studimu.

4. Belajar memotivasi diri

Kuliah di luar negeri bukanlah hal yang mudah apalagi jauh dari keluarga. Meski ada teman-teman yang siap mendengarkan keluh kesah, kamu pun perlu belajar untuk memotivasi diri. Sebab, atmosfer akademik di luar negeri benar-benar terasa.

Perpustakaan, ruang kelas, ruang dosen, atau laboratorium adalah rumah kedua kalian di sana. Belum lagi jika target penelitian kalian masih jauh dari target.

Jangan pernah lelah untuk menyemangati diri. Don’t ever give up!

5. Pengajar di luar negeri tak semudah itu memberikan nilai yang tinggi

Mungkin dosen di Indonesia cenderung mudah memberikan penilaian agar indeks prestasi kita bagus. Tapi, jangan harap kamu akan menemui hal yang sama di luar negeri khususnya di negara-negara maju.

Pekerjaan tugas yang sempurna hanyalah ilusi. Nilai 70 itu sudah bagus lho. Jadi, jangan menyerah. Pastikan dirimu memperbaiki diri dan terus tumbuh dengan baik.

6. Bikin prioritas dan temukan metode belajar yang tepat

Tentukan target studimu untuk setiap semester. Kuliah di sana akan membuatmu hectic. Tapi, jangan sampai kamu membebani diri dengan cara belajar yang keras. Seiring berjalannya waktu, kamu akan menemukan metode yang efektif untuk belajar. Dan, jangan gunakan sistem kebut semalam!

7. Meski sibuk belajar, tetaplah menjaga kesehatan

Kesehatan tidak boleh diabaikan meski kamu sedang sibuk dengan kegiatan akademik. Kalau gak sehat, kamu gak bisa melakukan kegiatan produktif. Alhasil, kuliahmu akan terbengkalai.

Jadi, jangan lupa jaga kesehatan.

8. Belajar mencuci baju sendiri

Tenang. Bukan ngucek baju kok. Di sana tersedia binatu. Kamu bisa mencuci baju dengan mesin cuci dan membayar ongkosnya. Aktris Maudy Ayunda saja belajar mencuci baju sendiri di sana.

Itulah delapan hal yang perlu kamu perhatikan sebelum berangkat studi ke luar negeri. Sudah siap berangkat ke sana?

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar