5 Tipe Dosen Unik yang Kamu Temui Ketika Mulai Magang

nilai-a

Hai Sobat Icampus! Liburan adalah waktu yang tepat untuk magang. Di beberapa perguruan tinggi, menyebut magang dengan istilah Praktek Kerja Lapang (PKL). Mahasiswa biasanya lebih suka magang di lingkungan pemerintahan seperti dinas serta lembaga lainnya dan juga perusahaan.

Buat kamu yang sedang magang, sah-sah saja kamu magang dimanapun, tapi bagaimana tipe dosen pembimbingmu nanti juga bakalan mempengaruhi nilai magangmu lho. Nah berikut adalah lima tipe yang harus kamu ketahui. Sukses tidaknya magangmu bisa jadi bergantung padanya.

1. Suka mencoret

Laporan magang yang akan kamu ajukan untuk bimbingan harus dicetak. Ia beranggapan dengan begitu akan mudah membacanya. Dosen pembimbing tipe ini ringan tangan untuk mencoret laporanmu. Biasanya orangnya perfeksionis. Ia tak ingin mahasiswanya setengah-setengah dalam melakukan sesuatu. Hasilnya, laporan magangmu yang sudah diketik rapi harus dicoret dan diganti.

Tenang, untuk menanganinya pastikan kamu mencari referensi sebanyak mungkin. Susun kalimat per kalimat agar memiliki korelasi. Jangan lupa ide pokokmu dengan kerangka yang tepat. Semakin terstruktur tulisanmu, ia akan senang. Tapi kamu juga perlu mengetahui bagaimana arah laporan yang diinginkan olehnya pula. Kamu bisa bertanya kepada kakak tingkat yang pernah mendapatkan dosen pembimbing tipe ini.

2. Suka mengarahkan

Seperti halnya tipe manusia yang beragam, tipe dosen pembimbingpun juga. Salah satunya tipe yang kedua. Meski beberapa untuk tujuan postif, namun terdapat pula yang berlebihan. Misalnya jika tidak sesuai dengan arahannya, maka kamu akan diminta untuk merevisinya hingga sesuai. Meski mainstream, beberapa dosen melakukannya agar mahasiswa lebih terarah.

Untuk mengatasinya, kamu harus mencoba untuk mengikuti arahannya. Pastikan kamu memahami apa yang dimaksud oleh dosen pembimbingmu. Jika belum paham tanyakan hingga kamu mengerti. Kemudian jeda antar bimbinganmu jangan terlalu lama. Hal ini untuk menghindari kemungkinan lupa atau bisa jadi kamu akan mendapat arahan yang berbeda lagi.

3. Sering lupa

Jika kamu punya dosen pembimbing tipe ini, kamu benar-benar harus siaga. Bisa jadi saat kamu sudah membuat janji untuk bimbingan, ia justru pulang atau mengikuti acara lain. Memang kebanyakan dosen memiliki kesibukan yang luar biasa. Sehingga kejadian lupa sering dialami oleh mahasiswa. Jika begini kamu harus membuat janji kembali.

Meski demikian kamu jangan khawatir. Saat membuat janji pastikan kamu mengingatkannya satu hari atau beberapa jam sebelumnya. Kamu juga harus siap untuk bimbingan dadakan. Biasanya orang super sibuk ini memiliki jadwal yang tak terduga. Oleh karena itu untuk menyiasatinya, ketika bertemu kamu bisa meminta izin untuk dibimbing ketika itu juga. Namun jika tidak buatlah janji.

4. Jarang bertatap muka

Dosen pembimbing tipe ini lebih suka melihat laporan mahasiswanya dalam bentuk softfile. Biasanya mahasiswa diminta untuk mengirim via email atau media lainnya. Meski paperlessdan tidak menguras sedikit banyak kantong mahasiswa, dosen tipe ini juga memiliki sisi negatif. Pasalnya komunikasi langsung tetaplah lebih baik daripada tidak langsung. Apalagi jika bimbingan via chat, kamu bisa kebigungan dengan yang dimaksud olehnya.

Jika kamu mendapat dosen pembimbing tipe ini, kamu hanya perlu sedikit bersabar. Tanyakan jadwal luangnya. Kamu bisa mencoba mengajukan bimbingan ke dosen tersebut jika ia ada di kampus. Jika perlu kamu dapat berkunjung langsung ke rumahnya kalau ia berkenan.

5. Asal selesai

Kamu bisa diuntungkan atau dirugikan jika mendapat dosen pembimbing tipe ini. Jika magang hanya untuk memenuhi kewajiban yang harus ditempuh selama kuliah, tentu beruntung mendapat dosen pembimbing tipe ini. Namun jika kamu adalah mahasiswa yang bersungguh-sungguh, kamu akan merasa sangat dirugikan karena tidak memiliki dosen pembimbing dengan kapasitas yang sama dengan lainnya.

Untuk itu, kamu dapat mengatasinya dengan tetap mengerjakan seoptimal mungkin. Selain itu, kerjakan laporanmu dengan usaha yang sama dengan mahasiswa tipe dosen pertama. Meski laporanmu tidak akan direvisi, percayalah jika kamu mengerjakan dengan maksimal, kamu juga akan mendapat ilmu dan pengalaman yang sama dengan mereka.

Salah satu dari lima tipe di atas adalah tipe dosen pembimbingmu. Pastikan kamu mengetahui cara menanganinya. Kamu harus mengetahui hal dasar lain tentang dosen pembimbing dengan bertanya kepada senior atau kakak tingkatmu. Bentuk penilaian magang terdiri dari nilai yang dikeluarkan oleh tempat magang dengan format yang ditentukan kampus, dan nilai yang diberikan oleh dosen pembimbing. Peran dosen pembimbing adalah memberikan arahan selama proses pelaksanaan magang hingga laporan akhirnya selesai.

Jika di kampusmu menggunakan sistem sidang, kamu bisa beruntung. Tapi juga bisa sebaliknya, beberapa dosen pembimbing yang kampusnya tidak menerapkan sistem sidang banyak yang tidak dibimbing dengan sungguh alias asal laporannya selesai. Meski nilaimu bisa saja memuaskan, tapi ketahuilah jika kamu melakukan kewajiban dari proses perkuliahanmu ini untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman. Semoga beruntung.

 

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar