Tampil Beda dan Interaktif, Ini 5 Trik Jitu Membuka Presentasi

public-speaking

Hai Sobat Icampus! Membuka sebuah presentasi adalah bagian paling mendebarkan saat tampil. Kunci penampilanmu ada di sini, bisa gak membuat kesan pertama yang menarik di mata audiens?

Gak perlu grogi, coba pilih salah satu trik membuka presentasi di bawah ini. Semakin kamu grogi, sikapmu bakal terlihat kaku dan gak asyik. Simak yuk, pilih trik yang paling sesuai dengan kebutuhan presentasimu.

1. Langsung menyampaikan gambaran singkat isi presentasi

Cara klasik membuka presentasi adalah langsung menyampaikan inti dari topik utama. Memang gak salah, tapi cukup membosankan bagi audiens karena sejak awal sudah tahu inti materinya.

Biasanya pembukaan tipe ini menggunakan templat yang mirip-mirip, begini contohnya:

“Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan tentang praktik kesetaraan gender di lembaga pemerintahan Kota A, berdasarkan riset yang telah dilakukan selama satu bulan ke belakang.”

Kalau sudah tahu gambaran topiknya sejak awal, antusiasme audiens biasanya berkurang. Cara pembukaan ini bisa dibilang kurang komunikatif karena presentasi terkesan berjalan satu arah.

2. Mengutip pernyataan tokoh terkenal

Cobain deh membuka presentasi dengan cara yang gak kaku. Kutip pernyataan tokoh terkenal favoritmu yang berkaitan dengan tema presentasi. Saat menyampaikan materi tentang pendidikan misalnya, kamu bisa mengutip pernyataan Nelson Mandela berikut ini:

“Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan yang aktif dalam berbagai gerakan revolusi pernah berkata: Education is the most powerful weapon which you can use to change the world. Artinya, hanya orang-orang berpendidikan yang mampu mengubah dunia.”

Pembukaan ini terasa lebih menarik ketimbang menyampaikan inti topik di awal. Audiens dibuat penasaran, apa yang akan kamu sampaikan soal pendidikan dan perubahan dunia.

3. Menyajikan data hasil riset

Kalau kamu kurang suka mengutip pernyataan tokoh, coba dengan memaparkan sebuah data hasil riset yang terjamin keasliannya. Boleh dari instansi resmi atau hasil risetmu sendiri, seperti survei misalnya.

“Seminggu yang lalu saya melakukan survei kecil-kecilan di kelas, pesertanya ada 20 laki-laki dan 25 orang perempuan. Saya tanya, seberapa penting kecepatan koneksi internet kampus bagi kalian?

Hasilnya, 10 laki-laki dan 25 perempuan mengatakan sangat penting. Apakah itu artinya masih banyak laki-laki yang tidak mementingkan kecepatan koneksi internet?”

Kalau mendengar pembukaan presentasi seperti di atas, kamu jadi tertarik menyimak pemaparan lengkapnya gak? Pada dasarnya, manusia itu lebih mudah percaya pada data. Cara yang bagus nih buat diterapkan saat kamu presentasi.

4. Melempar pertanyaan yang berkaitan dengan topik utama

Untuk menciptakan ruang diskusi yang lebih komunikatif, langsung libatkan audiens sejak awal presentasimu. Lemparkan pertanyaan pada mereka tentang topik yang akan kamu bawakan.

Misal kamu mengangkat topik tentang pemanfaatan limbah daun kering untuk bahan baku pupuk. Presentasi kamu lakukan di depan kelas, di hadapan seluruh teman sekelas dan seorang dosen. Coba lempar pertanyaan seperti ini,

“Saat melihat sampah daun kering yang berserakan, apa yang ada di benak kalian? Apakah ingin langsung membuangnya?”

Dari jawaban yang muncul, kamu bisa langsung menghubungkannya ke isi presentasi. Paparkan kisaran jumlah sampah daun kering yang ada di lingkungan sekitar kampus, apa saja potensi pengolahan yang bisa dilakukan dengan modal sederhana. Mengajak audiens terlibat langsung dijamin ampuh menarik minat mereka.

5. Membawakan sepotong cerita sebagai pengantar

Nah, cara membuka presentasi yang satu ini mulai banyak diterapkan di seminar atau ruang diskusi skala besar. Membawakan sepenggal cerita sebagai pembuka, yang berkaitan dengan topik utama.

Ceritanya bisa hasil karangan imajinasimu sendiri, atau memang fakta yang terjadi di sekitar. Seorang fotografer misalnya saat mengisi materi di depan mahasiswa anggota UKM fotografi, dia bisa menggunakan potongan cerita seperti berikut,

“Sekitar seminggu yang lalu adik sepupu saya datang dari luar kota. Belum ada satu jam di rumah, dia sudah meminta saya membawanya ke tempat-tempat kece di kota ini. Pokoknya dia minta diajak ke tempat yang instagramable banget, sebab mau hunting foto.

Saya tanya, gimana caranya mengetahui suatu tempat itu instagramable banget atau tidak? Dia jawab begini, pokoknya kalau buat latar foto hasilnya jadi bagus. Baiklah, sebagai seorang saudara sekaligus fotografer yang baik, saya ajak dia ke beberapa tempat yang menurut saya bagus.”

Membuka presentasi dengan cerita seakan membawa masuk audiens ke ‘dunia’ yang sedang kamu ciptakan. Meyakinkan mereka untuk lebih dekat dengan topik yang akan kamu bawakan.

Sumber : Idntimes.com

Komentar