Kabar Bahagia buat Para Gamers, Universitas Ini Buka UKM eSport!

6359351909009256151708944411_open_minded_by_murimus

Hai Sobat Icampus! Siapa sih yang tidak suka bermain game? Semua orang utamanya generasi millennials pastinya tak ingin lepas dari dunia game. Apalagi, saat ini sudah muncul cabang olahraga baru yakni eSport. Terlepas dari pro kontra kemunculan cabang olahraga ini nyatanya industri game makin berkembang dan punya sumbangsih besar dalam bidang kreatif.

Perkembangan dunia game yang makin pesat ini mulai dibaca sebagai sebuah peluang, salah satunya dari universitas. Bahkan, sekarang ada universitas di Indonesia yang telah membuka UKM buat para pecinta game. Kira-kira universitas mana sih yang membuka program eSport ini?

1. Universitas Dian Nuswantoro resmi membuka UKM eSport di tahun ajaran 2018/2019

Universitas Dian Nuswantoro jadi universitas pertama yang membuka program atau UKM eSport di Indonesia. Universitas yang berlokasi di Semarang ini resmi menjalankan program pada tahun ajaran 2018/2019. Pihak universitas telah menandatangani MoU dengan Indonesia e-Sport Association (IeSPA) dalam upaya mempromosikan serta menghasilkan atlet eSport profesional.

Nicodemus Widiutomo, pembina Program Esport Universitas Dian Nuswantoro melihat bahwa saat ini bermain game bukan sekedar hobi atau mengisi waktu luang saja. Ada potensi yang bisa digali dari dunia game jika dapat dikelola dengan baik. Di Udinus bermain game kini menjadi jurusan yang bisa diambil oleh mahasiswa yang punya minat dan bakat di bidang tersebut.

“Titik berat penjurusan ini adalah pembekalan keterampilan, pengetahuan, dan karakter yang akhirnya memunculkan calon atlet eSport profesional yang menjadi teladan bagi generasi selanjutnya,” ungkap Nico.

2. Ada pendampingan bagi mahasiswa agar tidak kecanduan bermain game

Meski punya banyak sekali manfaat, nyatanya bermain game masih dipandang kurang baik oleh orangtua. Para orangtua resah jika anaknya sudah berjam-jam menatap layar smartphone atau komputer. Mereka khawatir jika anaknya kecanduan dan membuat mereka malas belajar atau melakukan aktivitas lain di luar bermain game.

Terkait kekhawatiran itu Nico pun angkat bicara. Pria yang juga menjabat Ketua Umum Indonesian eSports Association (IeSPA) Jawa Tengah ini mengaku masih ada stigma semacam ini di masyarakat, utamanya orangtua. Oleh sebab itu, Udinus menyediakan fasilitas berupa pendampingan kepada mahasiswa agar tidak kecanduan bermain game. “Bagaimanapun pendidikan tetap jadi prioritas utama dan kami memantau serta mengevaluasi nilai akhir setiap mahasiswa,” tutur Nico.

3. Nimo TV bantu wadahi pemain game pemula belajar tentang eSport

Selain dari dunia pendidikan, dukungan dari pihak-pihak lain sangat dibutuhkan agar industri game dan eSport kian bertumbuh di Indonesa. Nimo TV sebagai penyedia layanan live streaming eSport turut hadir membantu perjalanan industri game di tanah air lewat beragam konten yang bisa dinikmati dimana saja dan kapan saja oleh pecinta game.

Lebih lanjut, Nico menyambut baik kehadiran Nimo TV. Baginya, kemunculan layanan semacam ini berguna bagi gamer pemula yang ingin terjun untuk menekuni dunia eSport. Gamer dapat mempelajari teknik-teknik dalam beberapa judul game dari video yang tersedia di Nimo TV.

“Di platform tersebut, kita dapat belajar bahwa untuk bisa menjadi pemain profesional di game tertentu butuh waktu, dedikasi, latihan rutin setiap hari, dan juga uji strategi secara berkala dan  terstruktur. Ini kunci untuk terbentuknya atlet eSport yang kami harapkan,” tutur Nico.

4. Nimo TV apresiasi keterlibatan Udinus di dunia eSport

Kevin Raharja, Head of Marketing Nimo TV Indonesia mendukung langkah Udinus membuka program eSport bagi generasi milenials. Menurutnya, keseriusan dan perhatian yang ditunjukkan oleh Udinus jadi momentum berkembangnya industri game di Indonesia. Dirinya percaya bahwa bermain game kelak bukanlah sebuah hal yang dipandang sebelah mata dan berpotensi untuk terus tumbuh.

Melihat fenomena itu, Nimo TV berkomitmen untuk memberi konten berkualitas bagi gamer di Indonesia. ” Kami memfasilitasi mereka untuk berinteraksi, mengasah talenta sekaligus memperkenalkan industri game dan eSports kepada masyarakat manfaat dari industri ini bisa dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” ungkap Kevin.

Selain belajar untuk menjadi gamer profesional, kamu juga bisa memanfaatkan Nimo TV untuk menggali ilmu menjadi komentator dalam sebuah pertandingan online. Menarik banget, kan?

5. UKM eSport terbuka untuk semua mahasiswa Udinus

Bagi kamu yang sangat berminat di dunia game, UKM eSport di Udinus bisa jadi pilihan. Pihak kampus pun membuka pendaftaran tidak hanya untuk mahasiswa baru saja lho. Kamu yang berstatus mahasiswa Udinus juga bisa mendaftar.

Pihak universitas memberlakukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika mendaftar. Kamu perlu menyiapkan fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi serta uang pendaftaran sebesar Rp200 ribu. Jangan lupa pula untuk mengisi form IeSPA Jawa Tengah yang secara online agar kamu bisa memperoleh surat rekomendasi untuk mendaftar. Bagaimana, tertarik untuk mendaftar?

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar