Inspiratif, Empat Milenials Ini Berbagi Kisah Sukses di MANIFEST 2018

529a881edbfb18714b65a5d7e1409720

Hai Sobat Icampus! Kesuksesan selalu didambakan oleh setiap orang. Untuk mencapai ke arah itu diperlukan kerja keras serta kreativitas. Apalagi, di era yang serba canggih seperti sekarang ini banyak hal yang bisa dilakukan untuk mecapai sukses. Beberapa orang pun termasuk generasi milenials telah membuktikan diri mampu meraih kegemilangan di usia muda.

Empat tokoh generasi milenials ini pun berbagi kisah inspiratifnya di MANIFEST 2018 yang digelar oleh mahasiswa Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Siapa sajakah mereka?

1. “NAH Project” bagikan kisah sepatunya yang dipakai Jokowi

“NAH Project” berbagi kisah unik kala mereka memberikan sepatu karya mereka kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Head of Sales and Marketing “NAH Project”, Ifa Hanifah dalam kesempatan itu menuturkan bahwa pemberian sepatu sneakers kepada Jokowi bukanlah sebuah hal yang disengaja. Malah, Jokowi sendiri yang ingin membeli sneakers mereka.

“Jadi waktu itu kita dihubungi oleh Staf Presiden siang-siang. Waktu itu dibilang ‘saya dari staf presiden. Bapak mau beli sneakers-nya. Kira-kira bisa nggak disediakan hari ini?’,” cerita Ifa. “NAH Project” pun langsung menyanggupi permintaan itu dan langsung diantar ke Istana Bogor. Sepatu yang dipesan pun dikenakan oleh pria asal Solo itu dalam beberapa kesempatan dan akhirnya mendapatkan atensi dari masyarakat luas.

“Itu sebenarnya nggak kita sengaja. Tapi, memang awalnya kita pengen pak Jokowi bisa pakai sepatu kita. Mungkin momentum sama luck kita lagi pas ketika itu,” tutur Ifa. Berawal dari mimpi akhirnya jadi kenyataan ya?

2. “NAH Project” masih berfokus pada online store

Selain tentang Jokowi yang membeli sepatu, “NAH Project” juga menjawab pertanyaan audiens seputar progres yang bakal dijalani oleh brand asal Bandung tersebut. Ifa mengaku bahwa “NAH Project” terpikir untuk membuka offline store. Namun, untuk saat ini mereka masih berfokus pada bisnis yang dijalani mereka secara online. Ifa beralasan bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi dan juga ditingkatkan dalam “NAH Project”.

Cewek lulusan Institut Teknologi Bandung itu juga memaparkan bahwa jika nantinya “NAH Project” merambah offline store mereka tidak asal sekedar membuka. “Kita pengen ada valueyang dirasakan oleh customer ketika berbelanja di offline store. Ada experience  yang bisa dirasakan pelanggan selain hanya berbelanja,” ungkapnya.

3. Keenan Pearce dan Timothy Hendrawan beri tips sukses di industri kreatif

Selain “NAH Project”, MANIFEST 2018 juga kedatangan Keenan Pearce dan Timothy Hendrawan. Dua orang dibalik kesuksesan Makna Creative ini berbagi tips kepada audiens agar dapat sukses dalam industri kreatif. Makna Creative sendiri merupakan branding consultantyang berdiri sejak 2013 lalu.

Sebelumnya, Keenan Pearce menjelaskan lika-liku perjalanan yang membawa dirinya terjun ke dunia bisnis. “Tujuh tahun lalu industri kreatif masih dianggap sebagai hal yang sekedar hobi-hobian. Gue pengen membuktikan bahwa indsutri kreatif bisa berkembang di Indonesia. Ini yang menjadi visi Makna Creative bagaimana membuat indusri kreatif di Indonesia sustainable,” ungkap kakak Pevita Pearce itu.

Keduanya lalu mengungkapkan bagaimana bisa sukses di bidang keratif atau di bidang lainnya. Menjadi kreatif dan tidak setengah-setengah dalam memulai hingga menjalankan karier. Kreatif disini diartikan oleh keduanya pada bagaimana kemampuan diri dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, Keenan Pearce dan juga Timothy Hendrawan berpesan agar terus mencari tahu apa yang kita inginkan dan dikuasai untuk bisa sukses di bidang yang sedang digeluti.

4. Andrian Ishak tunjukkan makanan unik di Namaaz Dining

MANIFEST 2018 juga dimanjakan oleh beragam makanan unik yang dibuat oleh Andrian Ishak. Dalam presentasinya, Chef Andrian menjelaskan perjalanan dirinya hingga terjun dalam dunia kuliner yang tak biasa itu. Awalnya, Andrian suka sekali dengan dunia lukis dan musik. Namun, dalam suatu waktu dirinya kepincut untuk membuat sebuah hidangan yang tak biasa. Akhirnya, gitar miliknya pun harus dijual untuk membeli gas nitrogen. Dari situlah awal mula dirinya menggeluti dunia kuliner berbau sains tersebut dan membuka restoran bernama ‘Namaaz Dining’.

Kini, usaha yang dirintisnya pun tak sia-sia. Banyak orang dari berbagai latar belakang berkunjung dan mencicipi varian makanan nyeleneh yang disediakan di restorannya. Bagi kamu yang ingin mencoba harus melakukan reservasi terlebih dahulu lewat situs resmi Namaaz Dining. Kamu perlu menyiapkan uang Rp1,250 juta untuk menyantap 17 menu yang dihidangkan.

5. Talkshow MANIFEST 2018 berlangsung satu hari

Talkshow MANIFEST 2018 berlangsung pada Jumat (16/11) lalu di Theater Balai Pemuda Surabaya. Talkshow ini menjadi rangkaian acara MANIFEST 2018 yang merupakan kompetisi bisnis untuk siswa maupun siswi SMA se-Indonesia. Acara ini tak hanya dihadiri oleh para peserta saja lho. Ada banyak audiens dari dalam maupun luar kota Surabaya yang hadir dalam talkshow tersebut.

Bagi kamu yang tak sempat hadir jangan khawatir karena tahun depan bakal diadakan MANIFEST 2019 yang pastinya hadir dengan tema dan pembicara yang keren. Jadi, ditunggu saja ya.

 

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar