Biar Memikat Hati Audiens, Terapkan 5 Trik Ini Saat Tampil Presentasi

classroom

Hai Sobat Icampus! Presentasi adalah salah satu cara menguji kemampuan public speaking. Melatih kepercayaan diri tampil di depan orang lain, gimana caranya topik yang kita sampaikan dapat mereka tangkap dengan baik.

Di bangku kuliah presentasi sering dijadikan bahan penilaian, termasuk saat ujian skripsi. Mahasiswa yang dijuluki sebagai agen perubahan harus punya kemampuan public speaking yang ciamik. Agar gagasan dan ide-ide cemerlangnya dapat tersampaikan ke masyarakat luas.

Biar kemampuan presentasimu makin baik, coba simak lima tips di bawah ini. Penyampaianmu dijamin menarik dan gak membosankan.

1. Pasang sikap tegas namun tetap ramah

Untuk menghilangkan rasa grogi sebelum memulai presentasi, coba pasang sikap tegas tapi tetap terkesan ramah. Berdiri atau duduk dengan badan yang tegak, hindari kepala menunduk. Mulailah menatap sekeliling ruangan dan tersenyum pada orang lain yang ada di sana untuk mencairkan suasana.

2. Sapa audiens dengan mengedarkan pandangan

Rasa grogi pasti makin bertambah begitu audiens berdatangan. Sehebat apa pun kamu, gak akan bisa menepis perasaan ini tiap kali akan tampil di depan orang banyak.

Biar lebih santai, edarkan pandanganmu ke sekeliling ruangan untuk menyapa audiens. Jangan ragu menatap mata mereka sambil melempar senyuman. Ini salah satu cara jitu untuk membangun kepercayaan diri sejak awal.

3. Buat pembukaan yang menarik

Saat memulai presentasi, buatlah pembukaan yang menarik. Kesan pertama itu penting banget, kamu harus bisa mengambil hati audiens dari awal.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Mulai dari melempar pertanyaan sampai menampilkan video yang berkaitan dengan topik utama. Sudah gak zamannya lho membuka presentasi dengan kaku. Setelah salam pembuka sebaiknya langsung masuk ke topik utama.

4. Minimalisir melihat teks atau layar

Untuk menjaga mood audiens sepanjang pemaparanmu, minimalisir melihat ke layar atau teks. Hal ini membuatmu nampak kurang menguasai materi. Biasanya melihat layar atau teks juga dilakukan saat presenter mulai merasa grogi.

Kalau kamu tiba-tiba merasa grogi di tengah presentasi, lebih baik buang pandangan sebentar ke titik kosong atau buat gerakan tangan. Cara ini lebih efektif ketimbang melihat teks.

5. Gunakan gaya bicara komunikatif

Presentasi itu gak cuma sekadar ngomong di depan audiens. Caramu membawakan topik yang menentukan apakah materi benar-benar tersampaikan atau hanya sekadar lewat.

Selain poin keempat, kamu juga perlu menggunakan gaya bicara yang komunikatif untuk menjaga ketertarikan audiens. Meski presentasinya bersifat resmi, gak ada larangan kok untuk sesekali menyelipkan kalimat gak baku.

Perhatikan juga intonasi bicaramu, harus ada iramanya biar menarik. Kasih ‘nyawa’ buat presentasimu gak cuma lewat ekspresi wajah dan gerakan tangan.

Selain mempraktikkan lima cara di atas, sering-seringlah melihat presentasi orang lain dengan mengikuti seminar atau menonton video. Kamu bisa belajar banyak dari sana, itung-itung sekalian belajar menjadi pendengar yang baik. Selamat mencoba!

Sumber : Idntimes.com

Komentar