Tak Selamanya Mahasiswa yang Lulus Cepat Berarti Rajin dan Mahasiswa yang Lulus Lama Berarti Malas

perhotelan

“Sudah skripsian ya? Bab berapa? Sudah seminar proposal belum? Nanti kira-kira wisuda bulan apa?”

Aku hanya mengangguk tersenyum, tidak berkata apa-apa. Membiarkan pembicaraan keluarga besarku ini mengalir dan berpindah pada topik lainnya. Ya, inilah yang dirasakan oleh kebanyakan mahasiswa tingkat akhir. Mungkin aku adalah salah satu di antara teman-teman yang mengutarakan “momok mahasiswa semester akhir” ini dan pastinya masih banyak lagi kisah-kisah lainnya.

Kenapa kok belum lulus? Malas ya? Apa dosennya agak “susah”? Banyak faktor-faktor penyebab yang membuat skripsi ini terlihatseperti perjalanan panjang yang tak kunjung usai. Usiaku kini 22 tahun, sedang berjuang dengan tugas akhir demi meraih gelar sarjana. Teman-temanku pun satu demi satu wisuda, satu per satu kembali ke kampung halamannya, satu per satu mulai masuk ke tahapan selanjutnya, seperti mencari pekerjaan atau mungkin menikah. Alasan kenapa aku menulis ini bukanlah mencari suatu pembenaran, hanya ingin menceritakan bahwa kisah-kisah ini benar adanya terjadi.

Bisa jadi mahasiswa yang sedikit lama lulusnya itu memang malas. Bisa jadi dia malas untuk mencari bahan atau jurnal tentang skripsinya, ya bisa dibilang dia tidak maksimal dalam mengerjakan skripsinya. Dia tidak maksimal dalam mengerjakan skripsinya. Mungkin dia malas untuk merevisi dan bertemu dosen, mungkin dia malas menunggu dosen sehingga ia patah arang. Bisa jadi.

Bisa jadi dia sekarang sedang memiliki usaha atau kerja sampingan sehingga ia pun sekarang sudah memiliki gaji yang lumayan dan berakibat dia malas mengerjakan skripsinya. Bisa jadi. Mungkin dia adalah anak yang rajin tapi karena dosennya yang agak sedikit “susah” sehingga ia pun lulus sedikit lebih lama dari kebanyakan teman-temannya. Bisa jadi.

Mungkin tema yang diambil oleh anak itu merupakan tema yang “anti mainstream” sehingga ia pun tidak main-main dalam mencari bahan dan berakibat kelulusannya yang sedikit lama. Bisa jadi.

Bisa jadi mahasiswa yang cepat lulusnya itu memang rajin. Ia merupakan mahasiswa yang rajin, sehingga setiap revisi akan ia kerjakan dengan maksimal sehingga ia bisa lulus dengan tepat waktu. Mungkin dia adalah mahasiswa yang biasa saja, tapi karena dosen pembimbingnya baik dan “tidak susah”, maka bisa saja dia lulus dengan cepat.

Mungkin dia adalah mahasiswa yang mempunyai target, ia tahu pasti kapan ia harus seminar proposal, kapan ia harus ujian akhir. Sangat berorientasi pada deadline. Bisa jadi. Mungkin tema penelitian yang ia ambil merupakan tema yang sangat mudah untuk didapat sehingga dapat membantunya untuk segera ujian akhir. Banyak lagi lainnya.

Melihat pengalaman dan cerita dari teman-temanku membuatku tersadar bahwa lulus bukanlah hanya soal kau rajin ataupun malas. Banyak faktor, banyak penyebab, bukan karena 1 (satu) hal dasar soal rajin ataupun malas. Rajin dan malas juga merupakan salah satu alasan dari tingkat kecepatan seseorang lulus tapi bukanlah “the only reason”.

Tetap berusahalah, tetap yakinlah. Bukan soal cepat atau tidaknya kau akan lulus. Percayalah kau akan lulus pada waktu yang tepat.

 

 

 

Sumber : Alodokter.com

Komentar