6 Langkah Persiapan Untuk kamu yang Ingin Mendaftar Beasiswa

scholarship

Banyak hal yang harus diperhatikan ketika ingin mendaftar beasiswa, salah satunya adalah persyaratan administrasi atau kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi. Persyaratan dokumen merupakan tahap screening awal dalam penyeleksian beasiswa, hal semacam ini harus disiapkan jauh hari agar tidak merepotkan karena diburu oleh deadline. Tentuna kamu juga harus disiplin terhadap waktu, pergunakan waktumu sebijak mungkin untuk mempersiapkannya.

Berikut adalah hal penting yang perlu diperhatikan ketika akan mendaftar beasiswa. Hati-hati ya guys, karena seleksi administrasi merupakan seleksi awal dari penerimaan beasiswa, jangan sampai kamu kurang maksimal hanya karena kurang disiplin menggunakan waktu untuk persiapan.

1.Membaca informasi beasiswa secara lengkap
Langkah pertama adalah membaca informasi mengenai beasiswa yang ditawarkan dengan teliti, pahami isinya sampai benar-benar paham, kalau perlu catat poin pentingnya. Selain itu kamu juga harus membaca formulir pendaftaran beasiswa dengan seksama, jangan sampai salah mengisi atau kosong karena terlewat.

2. Memahami waktu dibukanya pendaftaran
Beasiswa yang ditawarkan biasanya memiliki pola waktu penerimaan. Sebagai contoh beasiswa MEXT (Monbukagakusho) dari pemerintah Jepang biasanya dibuka setiap tahun pada bulan April. Pemahaman seperti ini memudahkan kamu untuk mempersiapkan berbagai macam berkas yang diperlukan, seperti kapan harus mengambil tes TOEFL/IBT/IELTS/JLPT (jika belum memiliki atau sertifikatmu habis masa berlakunya), kapan harus meminta surat rekomendasi, dan lainnya. Buatlah rancangan waktu kapan kamu bisa memulai untuk mempersiapkannya.

3. Menyiapkan dokumen yang diperlukan
Dari informasi yang diunggah di website beasiswa tersebut bisa dilihat dokumen apa yang diperlukan, biasanya dari tahun ke tahun dokumen yang diminta kurang lebih sama. Persiapkan dokumen yang sekiranya dapat disiapkan jauh hari sebelum tanggal deadline. Untuk memudahkan, kamu bisa membuat catatan semacam to do list.

4. Membuat rencana penelitian (research plan)
Beasiswa umumnya menitikberatkan research plan sebagai poin penting penilaian. Oleh karena itu jika memiliki rencana untuk mendaftar beasiswa, sebaiknya kamu mulai memikirkan topik penelitian yang ingin kamu tulis. Mengapa? Karena membuat research plan menyita waktu, belum lagi kamu akan direpotkan untuk melengkapi dokumen penting lainnya.

5.Menghubungi dosen di universitas yang dituju
Selama membuat research plan di sela waktumu, kamu dapat menghubungi dosen di universitas yang ingin kamu tuju. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan diri dan tema research-mu. Perkenalkan dirimu lalu jika kamu tertarik dengan research dosen tersebut kamu bisa mengapresiasi tulisannya, dan mulai membicarakan maksud dan tujuanmu (tentunya kamu harus terlebih dulu membaca publikasi dosen tersebut). Komunikasi seperti ini diperlukan ketika kamu ingin mencari supervisor untuk penelitian di univesitas tujuanmu.

Bagaimana mendapatkan publikasi dan kontak dosen tersebut? Jika kamu belum memiliki referensi dosen di universitas tujuanmu, kamu bisa membuka website universitas tersebut, lalu carilah laman research/research gate kemudian selami isinya, cari tema sesuai keinginanmu dengan memanfaatkan tombol search yang disediakan. Biasanya di dalam laman tersebut ada alamat e-mail penulisnya.

Ya, tentu saja hal ini membutuhkan waktu dan kesabaran.

6. Berlatih
Setiap beasiswa memiliki standar tes masing-masing. Ada beasiswa yang memberikan tes tertulis seperti tes bahasa asing atau tes kemampuan lainnya sebelum masuk ke tahap wawancara, jadi gunakan waktumu untuk berlatih menghadapi soal tes.

Untukmu yang nervous ketika wawancara, ada baiknya latihan terlebih dahulu agar dapat mengurangi kecemasanmu. Jika wawancara menggunakan bahasa asing maka latihlah percakapanmu menggunakan bahasa asing yang diminta. Mintalah temanmu untuk membantu berlatih.

Yuk mulai persiapkan dari sekarang untuk masa depan gemilang.

Komentar