9 Tips Sederhana nan Gampang Biar Kamu Sukses Meraih IPK Tinggi

scholarship

Hai Sobat Icampus! IPK memang bukan segalanya, tapi tidak ada salahnya jika kamu ada kemauan memiliki IPK yang tinggi. Untuk pendaftaran beasiswa, biasanya penyedia memberlakukan standar tinggi dalam IPK.

Apalagi beasiswa ke luar negeri, seperti salah satu beasiswa dari Universitas Oxford. Untuk masuk program pascasarjana dengan beasiswa, mereka mematok IPK di atas 3,70 pada skala 4,00. Jangan sampai kamu menyesal.

Di awal kuliah kamu menganggap bahwa IPK tidak penting, tapi coba lihat nanti ketika kelulusan. Biar kamu gak menyesal, coba 9 tips sederhana ini sebelum masuk ke perkuliahan.

 

1. Tingkatkan IPK-mu pada dua atau tiga semester awal

Biasanya pada beberapa semester awal, kamu akan dapat banyak sekali mata kuliah. Itulah kesempatan kamu untuk meningkatkan IPK-mu. Nilaimu di semester awal nantinya bisa menopang untuk semester selanjutnya.

Kalau nilaimu dari awal sudah rendah, kamu akan kesulitan untuk mengejar ketertinggalan. Tapi bukan berarti jika di awal dapat nilai tinggi, kamu lantas santai-santai di semester selanjutnya. Kamu harus bisa mempertahankan dan terus tingkatkan.

2. Aktiflah di kelas

Sudah sangat jelas jika mahasiswa yang aktif di kelas biasanya jadi perhatian dosen. Tapi jangan asal aktif, kamu juga harus pandai berargumen. Jangan asal ngomong, kamu harus punya landasan kuat ketika kamu berbicara. Biasanya dosen akan memberikan nilai plus bagi mahasiswa yang aktif.

3. Jangan pernah meremehkan ujian akhir

Jangan asal datang ke ruang ujian, kerjakan lalu lupakan. Kamu perlu berhati-hati pada dosen yang kamu anggap sepele. Biasanya beliau akan benar-benar membaca dan menilai ujianmu.

Kamu tidak bisa asal menebak, yang harus kamu lakukan adalah yang terbaik. Tidak ada salahnya kan belajar dan melakukan sesuatu dengan sepenuh hati? Gak ada yang sia-sia kok.

4. Amati kontrak belajar

Kontrak belajar biasanya ditampilkan di awal pertemuan. Di sana ada persentase nilai yang akan diberikan pada masing-masing komponen perkuliahan. Kamu harus cermat, dan perlu berusaha ekstra pada komponen yang paling tinggi persentasenya.

Misalnya persentase di ujian akhir paling tinggi, berarti kamu harus belajar keras untuk ujian akhir. Tapi tetap komponen lainnya harus seimbang.

5. Amati juga dosennya

Mengamati dosen bukan berarti kayak penguntit. Maksudnya adalah, kamu perlu tahu seperti apa gaya belajar beliau. Ada yang suka keaktifan, ada yang suka dengan hasil tulisan atau makalah-makalahmu, ada yang suka hasil ujiannya saja, dsb.

6. Rajin membaca buku materi dan jurnal, ini penting!

Dengan banyak-banyak membaca buku, kamu akan kaya pengetahuan. Dengan buku, kamu jadi punya banyak landasan dalam menulis maupun berargumentasi. Dengan begitu kamu akan mudah dalam mengikuti proses perkuliahan.

7. Jangan pernah sedikit pun menunda mengerjakan tugas

Semakin ditunda semakin menumpuk. Hasilnya kamu tidak akan maksimal dalam mengerjakan karena konsentrasimu terbagi. Lebih baik ketika diberi tugas langsung dikerjakan. Kalau tugasmu selesai sebelum deadline, kamu bisa punya banyak waktu luang dan bisa melakukan hal lainnya.

8. Jadilah yang terbaik dari dirimu ketika presentasi

Dosen biasanya juga menilai performa kamu ketika presentasi. Jangan individual, bekerjalah kelompok. Jangan begitu mendominasi yang berlebihan. Kamu cukup menjadi yang terbaik dari dirimu sendiri.

9. Jangan suka bolos atau titip absen

Kamu pasti menganggap bahwa absen digunakan hanya untuk syarat ujian akhir. Tapi jangan salah, dosen juga bisa menilai dari kehadiranmu. Bukan apa-apa, hanya saja dosen tersebut sangat merasa dihargai ketika mahasiswanya rajin datang dan aktif di kelas. Itu juga bisa melatih kamu disiplin dan menghargai waktu. Kalo kamu malas-malasan, gimana kamu bisa sukses?

Nah, 9 tips di atas bisa menjadi gambaran buatmu yang pengen punya IPK di atas rata-rata. Banyak orang menganggap bahwa IPK tidak penting, melainkan skill yang paling penting. Pernyataan tersebut memang benar, tapi apakah salah jika kamu juga punya IPK bagus. Punya IPK bagus bukan berarti skill gak ada. Setidaknya kamu benar-benar kuliah dengan baik.

Jangan menyia-nyiakan kesempatan, karena banyak teman-teman kita yang tidak mampu kuliah. Perlu diyakini, di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Apakah kamu merasa sia-sia jika IPK mu tinggi? Malah justru bangga, selain skill mumpuni, kamu juga punya IPK tinggi.

Lapangan pekerjaan tidak akan menolakmu, justru mencari kamu. Salah seorang dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam seminar leadership, pernah berkata “Jangan jadi mahasiswa biasa, jadilah mahasiswa luar biasa.” Semangat menggapai mimpi!

 

 

Sumber : Idntimes.com

Komentar