Wajib Tahu, Ini 5 Jenis Pola Seleksi dalam Seleksi Mandiri PTN 2018

Jangan berkecil hati apabila kamu dinyatakan tidak lolos masuk perguruan tinggi negeri melalui SNMPTN ataupun SBMPTN 2018. Selain kedua jalur tersebut, masih ada Seleksi Mandiri PTN yang dapat kamu coba untuk menduduki kursi di perguruan tinggi negeri impianmu, lho.

Jika SNMPTN dan SBMPTN dikelola secara nasional, maka pelaksanaan Seleksi Mandiri dilakukan secara lokal dengan mengamanahkan sepenuhnya pada perguruan tinggi negeri terkait yang menyediakan jalur tersebut untuk menyeleksi calon mahasiswanya. Misalnya indikator kelulusan, sistem seleksi, biaya pendaftaran, jadwal seleksi, hingga pengadaan kuota Bidikmisi.

Nah, ternyata sistem seleksi dalam Seleksi Mandiri PTN tersebut juga bervariasi, nih. Oleh sebab itu, kamu harus sudah awas dengan sistem yang dipakai di perguruan tinggi negeri tujuanmu sebelum melakukan registrasi untuk mengikuti Seleksi Mandiri PTN.

1. Skor di SBMPTN 2018
Menggunakan capaian skor dalam SBMPTN (pada tahun dimana si calon mahasiswa mengikuti ujian tulis tersebut) akan menguntungkan si pendaftar apabila skor yang dicapai tersebut terbilang tinggi (namun masih tetap kalah saing dengan capaian skor peserta lain yang memilih program studi tersebut pada SBMPTN 2018) sebab akan memberikan peluang yang agaknya besar untuk lulus di Seleksi Mandiri PTN, terutama jika memilih program studi dengan tingkat keketatan dan nilai ambang batas yang tak telampau tinggi.

Sebaliknya, jika skor saat SBMPTN 2018 adalah rendah maka tentunya memilih program studi pada Seleksi Mandiri PTN kelak juga harus waspada, nih. Sebab skor tersebut adalah satu-satunya patokan yang digunakan oleh Perguruan Tinggi Negeri incaran itu untuk menjaring calon mahasiswanya melalui Seleksi Mandiri PTN.

Wah, harus pandai menakar capaian skor saat mengikuti SBMPTN, ya! Apalagi sistem penilain pada SBMPTN 2018 juga menerapkan pola skor yang baru. Duh, makin dilema deh!

2. Nilai rapor dan nilai UN
Nah, sistem seleksi yang satu ini agaknya menjadi pilihan pas bagi kamu yang tidak mengikuti SBMPTN, nih. Sebab Perguruan Tinggi Negeri yang menerapkan sistem seleksi dengan cara ini berpatokan pada nilai rapor dan Ujian Nasional selain tentunya juga mempertimbangkan asal sekolah, reputasi sekolah, dan juga rekam jejak alumni sekolahmu di perguruan tinggi negeri tersebut.

Sekilas sistem seleksinya memang mirip seperti SNMPTN dengan bedanya pada SNMPTN dilakukan secara nasional sedangkan Seleksi Mandiri PTN berlangsung secara lokal dan dipungutnya biaya pendaftaran untuk Seleksi Mandiri PTN. Selain itu, lazimnya pendaftarnya juga tak sebanyak pada SNMPTN, nih.

Oleh sebab itu, agaknya peluangmu untuk lulus (dengan mempertimbangkan aspek-aspek terkait seleksi dengan menggunakan sistem yang satu ini) adalah cukup besar, ya.

3. Ujian tulis
Nah, ada juga Perguruan Tinggi Negeri yang mengadakan Ujian Tulis untuk menjaring calon mahasiswanya pada Seleksi Mandiri PTN. Materi ujian, jumlah butir soal, dan bobot soalpun tergantung pada Perguruan Tinggi Negeri bersangkutan.

Ujian tulis tersebut pun ada yang hanya ditujukan untuk satu Perguruan Tinggi Negeri saja seperti SIMAK UI. Dan, adapula yang merupakan kerjasama dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri dengan mengadakan suatu seleksi Ujian Tulis bagi para calon mahasiswanya seperti SMM-PTN Barat.

Oleh sebab itu, kamu juga harus belajar keras lagi untuk menjawab soal-soal dengan tepat untuk bisa dinyatakan lulus di program studi impianmu, nih.

4. Hafalan Al-Quran
Kabar gembira bagi kamu yang memiliki hafalan Al-Quran yang mumpuni, nih! Pasalnya, ada pula Perguruan Tinggi Negeri yang menyediakan jalur khusus bagi para Hafidzul Quran (penghafal Al-Quran) minimal 15 juz yang dinyatakan dengan ”Sertifikat Tahfidz” dari lembaga berkompeten yang memiliki kredibilitas tinggi (pada 2 tahun terakhir). Bahkan hafal 30 juz disetarakan dengan juara Olimpiade Internasional sebab memang tidak mudah menghafal sekian ayat dalam Al-Quran tersebut.

Nah, prosedur untuk mengikuti jalur ini serta persyaratannya sebaiknya kamu telusuri lebih lanjut di Perguruan Tinggi Negeri bersangkutan, ya. Sekedar informasi tambahan, jalur ini juga dikenal dengan nama Jalur Prestasi.

5. Sertifikat Prestasi / Piagam Penghargaan
Prestasi-prestasi bergengsi selama di bangku sekolah juga dapat digunakan untuk mengikuti Seleksi Mandiri PTN. Misalnya juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) ataupun yang lebih prestisius seperti juara Olimpiade Internasional. Nah, prestasi-prestasi luar biasa tersebut tak hanya harus di bidang akademik saja melaikan bidang Kesenian ataupun Olahraga. Jalur ini juga lazim dikenal dengan nama Jalur Prestasi.

Jadi, sistem seleksi Seleksi Mandiri PTN manakah yang akan kamu coba? Pikirkan dengan matang terlebih dahulu, pertimbangkan biaya pendaftaran hingga biaya perkuliahannya kelak (lazimnya biaya kuliah jalur mandiri lebih besar daripada jalur SNMPTN dan SBMPTN), ketersediaan program studi, ketersediaan kuota Bidikmisi (bagi yang terkendala ekonomi), serta peluangmu untuk bisa lulus seleksi.

Semoga berhasil, ya! Semangat!

Penulis : Rahmadila Eka Putri
Sumber : Idntimes.com

Komentar