Bedanya Kerja di Startup vs. Perusahaan Konvensional, Asyik yang Mana Nih?

hipwee-judul
Bedanya Kerja di Startup vs. Perusahaan Konvensional, Asyik yang Mana Nih?  Sumber: humanlymagazine.com

Pakaiannya aja udah beda

Generasi millennial yang baru saja lulus kuliah kini dihadapkan dengan banyak pilihan, terutama soal pekerjaan. Misalnya akan bekerja di kantor konvensional dan startup (usaha rintisan). Memang banyak yang mulai tertarik bekerja di startup. Namun tak sedikit juga yang memilih bekerja di kantor konvensional karena ragu-ragu dengan sistem startup yang belum jelas.

Sebagai gambaran, seperti apa sih bedanya bekerja di kantor konvensional dengan startup?

1. Beberapa kantor startup punya jam kerja yang fleksibel. Sedangkan kantor konvensional menetapkan jam kerja paten, 9-5.

Kantor startup memang punya ciri khas yang unik. Di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang startup kreatif, misalnya, pegawainya dibebaskan memilih jam kerja. Tak ada waktu khusus dia akan bekerja sehari dari jam berapa hingga jam berapa.

Sementara kantor konvensional pasti menetapkan jam kerja yang paten, yakni rata-rata jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Soal jam masuk ini juga tak bisa ditawar-tawar.

2. Liburnya orang yang kerja di startup itu kadang-kadang gak bisa ditebak. Sedangkan orang yang bekerja di kantor konvensional pasti mengikuti tanggal kalender.

Memang tidak semua kantor startup begitu. Namun, kebanyakan, karena menerapkan jam kerja yang fleksibel, kantor-kantor startup punya waktu libur yang unik. Misalnya orang yang kerja di kantor konvensional libur, dia yang bekerja di kantor startup masuk, kadang orang lain masuk , eh dianya libur.

3. Obrolan orang yang kerja di kantor konvensional umumnya lebih tertata dan struktural, sementara orang yang bekerja di bidang kreatif kadang-kadang obrolannya random.

Ini karena orang-orang yang bekerja di kantor startup umumnya berusia muda. Maka, mau tak mau, obrolannya pun random, kekinian, dan kadang berbau nyeleneh, tapi seru. Sedangkan di kantor konvensional umumnya usia pekerjanya heterogen. Jadi obrolan yang terjadi pun pasti seputar kerjaan atau topic yang semua usia bisa mengerti.

4. Kaus dan jeans adalah baju kerjanya orang yang kerja di startup. Sedangkan kemeja dan celana kain adalah bajunya orang yang kerja di kantor konvensional.

Soal cara berpakaian ini juga sangat membedakan orang yang kerja di kantor konvensional dan orang yang kerja di startup. Di kantor konvensional, umumnya aturannya lebih ketat soal seragam yang digunakan. Mereka mengutamakan unsur kerapian. Sementara di kantor startup, orang boleh bebas berpakaian apa pun asal nyaman bekerja dan tak membatasi kreativitas.

5. Kantor startup itu warna-warni, atau banyak muralnya. Sedangkan kantor konvensional biasanya lebih klasik dengan satu warna cat saja. Hal ini menggambarkan jiwa-jiwa yang ada di dalamnya.

Bisa dilihat dari perbedaan pemilihan warna cat kantornya loh untuk membedakan suasana kerja di startup dan kantor konvensional. Umumnya kantor startup punya warna-warna lebih catchy dan kekinian. Sementara kantor konvensional punya warna cat yang lebih klasik. Pemiliah warna ini menggambarkan jiwa-jiwa orang yang bekerja di dalamnya, loh.

6. Orang yang kerja di startup kebanyakan nabung buat traveling, sedangkan orang yang kerja di kantor konvensional umumnya nabung buat beli emas atau investasi lain.

Kenapa? Karena kebanyakan yang kerja di startup itu generasi millennial yang doyan eksplorasi dan bertualang ke sana-sini. Perbincangan seputar traveling akan meng-influance seisi kantor. Sementara di kantor konvensional isinya kebanyakan senior-senior yang selalu membimbing juniornya untuk menabung demi investasi.

7. Orang yang bekerja di startup umumnya update banget soal teknologi. Segala hal tentang gadget baru dia pasti paham, sedangkan orang yang bekerja di kantor konvensional umumnya gak terlalu update.

Sebab, orang yang kerja di startup itu mau gak mau akan mendalami informasi-informasi yang erat kaitannya dengan perkembangan teknologi, sedangkan orang yang bekerja di kantor konvensional tak terlampau dituntut untuk hal itu.

8. Orang yang bekerja di startup pergerakan jabatannya sangat dinamis, sedangkan orang yang bekerja di kantor konvensional umumnya menunggu waktu cukup lama untuk bergeser jabatan.

st8-fd8a92c24d9fa1cf2efc5f650eecabb9.jpg

Ini lantaran kesempatan untuk menjadi pemimpin atau coordinator di kantor startup tak dibatasi usia, juga lamanya waktu kerja. Kalau baru kerja saja dia sudah menunjukkan performa yang prima, bukan tak mungkin akan diangkat ke jabatan tinggi. Sementara orang yang bekerja di kantor konvensional umumnya harus menjalani prosedur dengan waktu yang cukup lama untu bergeser atau naik jabatan lantaran antre dengan para pendulunya.

9. Orang yang bekerja di startup biasanya punya pikiran yang berbeda, bahkan menabrak pakem-pakem. Sedangkan orang yang kerja di kantor konvensional umumnya sangat mengikuti konvensi yang terbangun dari dulu.

Ini terjadi lantaran orang yang bekerja di kantor startup terbiasa dengan tantangan-tantangan baru. Oleh karenanya mereka mau tak mau akan berpikir di luar jalur, tak seperti pada umumnya. Idenya ada-ada saja. Sedangkan orang yang kerja di kantor konvensional lebih mengikuti aturan yang sudah terbangun jauh sebelumnya.

Nah, kalau menurut kamu asyik mana nih?

Sumber : idntimes.com

Published by Francisca Christy Rosana

Komentar