5 Bahasa Asing yang Sebaiknya Dipelajari dan Dikuasai oleh Setiap Orang

belajar-bahasa-asing

Kemampuan berbahasa sangat diperlukan di era modern ini, termasuk penguasaan bahasa asing. Terbukti dengan adanya MEA, dimana peluang kerja di berbagai negara lebih terbuka untuk warga negara lain. Menguasai bahasa asing juga menjadi nilai lebih bagi seseorang ketika mendaftar beasiswa untuk sekolah atau bekerja di perusahaan global. Berikut adalah beberapa bahasa asing yang bisa Anda pelajari untuk menghadapi perubahan dunia dan berkompetisi secara global.

1. Bahasa Inggris

Sudah pasti bahasa Inggris dari tahun ke tahun semakin naik daun. Sebabnya, hampir semua perusahaan kini mensyaratkan pegawainya menguasai bahasa Inggris aktif sebagai bahasa internasional. Beberapa perusahaan juga mematok skor TOEFL atau bahkan IELTS saat proses rekrutmen. Terlebih, kini gerbang Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA telah terbuka, yang menyebabkan persaingan kerja dengan job seeker asing dalam lingkup ASEAN pun meningkat.

2. Bahasa Jepang

Indonesia merupakan salah satu negara bekas jajahan Jepang. Setelah Indonesia mencapai kemerdekaannya, kini hubungan kedua negara pun membaik. Ada ikatan historis antara Jepang dan Indonesia. Peluang putra dan putri Nusantara untuk bekerja di negeri Sakura itu pun makin terbuka lebar. Selain itu, Jepang juga menawarkan banyak beasiswa pendidikan untuk mahasiswa Indonesia. Angkanya pun dari tahun ke tahun diprediksi meningkat. Terbayang kan bergunanya kuliah di jurusan bahasa Jepang?

3. Bahasa Belanda

Selain Jepang, Belanda juga pernah menjajah Indonesia, bahkan dalam waktu yang lebih lama. Karena itu, tak hanya Jepang yang punya ikatan historis dengan Indonesia, demikian juga dengan Beland. Belakangan, Belanda banyak menerima warga Indonesia untuk berkuliah di sana. Sejumlah kerja sama beasiswa antara pemerintah Indonesia dan Belanda pun terjalin. Apalagi, kini Kementerian Keuangan menyediakan beasiswa LPDP bagi siswa yang akan berkuliah ke luar negeri, termasuk Belanda. Banyak warga Indonesia yang kini menempuh pendidikan di kampus ternama Belanda, seperti Erasmus University Rotterdam.

4. Bahasa Korea

Mei lalu, Presiden Joko Widodo terbang ke Korea Selatan untuk bertemu dengan Presiden Korea Park Geun-hye. Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua presiden menyepakati adanya komitmen kerja sama di tiga sektor industri. Seperti dikutip Tempo.co, Indonesia dan Korea akan berfokus membangun kolaborasi di bidang industri baja, industri kreatif, dan kemaritiman. Korea digadang-gadang menjadi mitra akselerasi Indonesia untuk mengembangkan industri. Dengan kesepakatan itu, otomatis lulusan jurusan bahasa Korea akan banyak dibutuhkan, khususnya sebagai penerjemah atau humas yang menghubungkan kedua negara.

5. Bahasa Mandarin

Indonesia tengah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta turis hingga 2019 mendatang. Dari target itu, sebagian besar berasal dari Tiongkok. Tahun ini saja, turis Tiongkok yang masuk ke Indonesia lewat Bandara Ngurah Rai ditargetkan 2,1 juta pengunjung. Belum lagi lewat pintu gerbang lainnya. Tingginya angka wisatawan Tiongkok yang ditargetkan Kementerian Pariwisata membuat peluang warga untuk menguasai bahasa Mandarin semakin terbuka lebar. Terbayang kan berapa jumlah warga domestik yang dibutuhkan untuk menjadi pemandu wisata jutaan turis tersebut.

Komentar



error: Konten dilindungi!