Publikasi Jurnal Terindeks Scopus? Pasti Bisa

jurnal-terindeks-scopus

Masih teringat jelas salah satu list dream di tahun 2016, yaitu ‘publikasi jurnal internasional’. Awalnya mulai ragu dan merasa mimpi itu mengenai publikasi sangat susah untuk terrealisasikan. Entah bagaimana caranya, hingga mencari jalan, memutar otak dan bertanya kesana kemari untuk mencari jawaban. Terpatri didalam hati “Man Jadda Wa Jada,” yang berarti Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya. Alhasil, “Where there is a will there is a way”.

Salah satu publikasi yang sangat didambakan yaitu publikasi jurnal internasional yang bisa terindex Scopus. Scopus sebagai database abstrak dan citation dari peer-reviewed artikel jurnal, dan literatur dari berbagai sumber website penting lainnya. Scopus juga sebagai database yang terbesar di dunia saat ini karena sumbernya dari berbagai publisher di seluruh dunia. Tidak hanya Scopus, beberapa index jurnal lainnya seperti: Google Scholar, DOAJ, Portal Garuda DIKTI, EBSCO, CrossRef/DOI, Thomson Reuters.

Bagi mahasiswa akademisi, siapa yang tidak tahu Scopus? Apalagi bagi kalangan dosen-dosen dan orang-orang yang berkecimpung didunia penelitian. Awalnya tidak mengerti seberapa pentingnya Scopus itu. Namun, belakangan ini baru tahu ternyata jika seorang dosen ingin penaikan pangkat atau mendapatkan gelar professor, maka persyaratannya ia haruslah memiliki publikasi tingkat internasional, salah satunya Scopus.

Untuk pemula hal yang mutlak hukumnya yaitu sedang dan memiliki  sebuah penelitian yang valid sesuai standar penelitan umumnya. Setelah semua sudah rampung, kini tiba ditahapan publikasi. Dalam penelitian ini melibatkan Furry Agustini bersama rekan se kampus yaitu Adinuasah yang sama-sama berasal dari Universitas Negeri Makassar (UNM). Pada kesempatan ini, publikasi yang diadakan berbentuk sebuah konferensi tepatnya  konferensi internasional yaitu “TESOL Indonesia International Conference 2016” yang dilaksanakan di Univeristas Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, bulan Agustus lalu.

Sampai ketahapan tersebut, tak mutlak jurnal bisa saja dalam bentuk proceeding. Namun saat mengikuti konferensi internasional Tesol ID, ada beberapa tahapan seleksi. Setelah dinyatakan lolos barulah paper tersebut dipresentasikan dan dikoreksi oleh peyunting ahli sebelum dipublikasi. Butuh waktu beberapa bulan hingga tahap terakhir yaitu publikasi.

Selain itu ada cara lainnya untuk publikasi penelitian jurnal ataupun proceeding. Yaitu dengan mengirimkan langsung atau submit paper penelitian ke penyunting jurnal tersebut. Terakhir, sebagai referensi dan meransang minat kalian untuk bisa publikasikan hasil penelitian dengan skala internasional bisa mengintip artikel ilmiah di http://asian-efl-journal.com/, persembahan kami untuk negeri sebuah jurnal terindex Scopus.

Sumber : Furry Agustini Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM)

Komentar



error: Konten dilindungi!