Tahun Baru = Revolusi Baru?

img_1815

Tahun baru sudah di depan mata. Dalam hitungan detik kedepan, kita akan memulai hari dengan angka tahun yang baru. Di Indonesia sendiri tahun baru jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia menggunakan kalender Gregorian.

Perayaan tahun baru sendiri biasanya dirayakan dengan meriah. Identik dengan kembang api tepat pukul 00.00 hingga bakar-bakaran mulai bakar jangung, ayam, hingga bakar rumah. *hehehee*. Selain perayaan, tahun baru juga identik dengan revolusi. Ya, biasanya setiap tahun baru akan memulai revolusi atau target-target yang akan di capai di tahun selanjutnya. Revolusi sendiri artinya perubahan yang cepat dan mendasar. Dalam ilmu sosial, revolusi berarti perubahan sosial dan kebudayan yang berlangsung cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Dialektika revolusipun kini mengatakan bahwa revolusi merupakan usaha menuju perubahan yang mengacu pada kemaslahatan (kesejahteraan). Nah, biasanya kita, para mahasiswa, di tahun baru akan membuat revolusi berupa target-target yang sudah dan akan di capai di tahun bersangkutan. Mulai revolusi mental hingga revolusi hati. *huehee* 😀

Revolusi mental seperti perbaikan sikap menuju pribadi yang lebih baik. Misalnya, di tahun baru kita sering berbuat usil dan jahit kepada teman-teman di kampus, makan di tahun depan akan berupaya lebih jahil lagi, *eh maksudnya mengurangi kadar kejahilan. Sebab kejahilan kita lakukan dulu membuat kita di jauhi teman-teman. Contoh lainnya, di semester kemarin kita mendapatkan nilai yang kurang memuaskan hingga IPK jeblok, maka di semester depan akan lebih rajin dan berkerja keras untuk meningkatkan akademik. Revolusi yang dibuat tentu target-target yang menuju kemaslahatan diri kita dan sekitar kita.

Tahun baru = Revolusi baru?
Membuat revolusi atau target-target yang ingin di capai pada tahun selanjutnya sah-sah saja. Tahun baru hanyalah momentum untuk membuat perubahan yang besar dalam diri kita. Tahun baru, semangat baru juga, kan? Maka tak ada salahnya jika momentum tahun baru ini kita membuat revolusi baru sebagai acuan dan alarm tentang apa yang hendak kita capai kedepannya. Tentu ini tak bersifat statis. Bisa kita ubah jika target-target tersebut sudah kita capai atau memperbaharui target-target tersebut. Perayaan tahun baru tak selalu identik hura-hura, bukan?
Nah, sekarang apa yang kamu siapkan untuk revolusi barumu di tahun ini?  (rra)

 

Komentar



error: Konten dilindungi!