Hati-hati Mengonsumsi Kopi dan Teh

manfaat-kopi-dan-teh

Kopi dan Teh

Kemarin, 28 Desember 2016, saya mengikuti mata kuliah Ilmu Bahan Makanan. Pengajarnya adalah dosen yang keren banget dan penuh prestasi di usia mudanya, yaitu Bu Dr. Eny Palupi, S.TP., M.Sc.

Pada kuliah kali ini, bahasannya adalah mengenai bahan penyegar. Bahan penyegar yang kita bahas fokus pada kopi, teh, dan cokelat. Saat kuliah, ibunya sangat detail menjelaskan ketiga bahan penyegar tersebut, mulai dari jenisnya, pengolahannya, hingga pemanfaatannya. Bahan penyegar adalah bahan nabati yang mengandung senyawa perangsang sejenis alkaloid dan penggunaannya dapat membuat sistem tubuh kita allert.

Bu Eny membahas mengenai kebiasaan kebanyakan mahasiswa yang mengonsumsi kopi atau teh. Tugas yang menumpuk biasanya membuat para mahasiswa ingin tetap terjaga untuk mengerjakan berbagai aktivitasnya, baik itu mengerjakan laporan, tulisan, atau hal-hal lain. Meminum kopi biasanya menjadi pilihan, karena kopi memang mengandung alkaloid berupa kafein yang membuat pengonsumsinya tetap terjaga. Namun, jangan terlalu sering meminum kopi atau teh. Hal tersebut akan berdampak buruk, khususnya bagi wanita. Konsumsi kopi dan teh yang terlalu berlebih akan memengaruhi hormon estrogen bagi wanita sehingga pecandu kopi atau teh biasanya akan susah mendapatkan keturunan.

Lalu, bagaimana proses kerja alkaloid dalam kopi atau teh yang membuat pengonsumsinya tetap terjaga?

Ketika tubuh kita letih, maka hormon adenosin akan keluar dan menyampaikan pesan kepada otak untuk mengantuk kemudian tertidur. Ternyata, alkaloid itu serupa dengan adenosin. Sehingga, alkaoid menggantikan posisi adenosin dan pesan yang sampai ke otak bukanlah mengantuk, melainkan tetap terjaga. Jika hal ini terus dibiarkan, maka tubuh akan memproduksi hormon adenosin dengan berlebih dan ini akan berbaya. Makanya, jangan terlalu sering minum kopi atau teh hingga menjadi candu. Kopi dan teh baik untuk menyegarkan tubuh jika dikonsumsi tidak terlalu sering. Pilihlah kopi atau teh yang mengandung alkaloid rendah untuk pengaruh stimulan yang rendah. Teh putih, kuning, dan hijau adalah pilihan teh yang cocok dengan kadar alkaloid rendah.

Komentar