Mahasiswa UIN Alauddin Makassar melakukan Aksi Akbar 1912 dengan tuntutan “Menolak Parkir Berbayar”.

demo-kartun

Senin, 19 Desember 2019-Ribuan mahasiswa UIN Alauddin Makassar, dipimpin Jendral Lapangan Aksi Akbar 1912 melakukan serentetan kegiatan dalam menyuarakan aspirasi terhadap penolakan penetapan AutoParking Berbayar. Aksi tersebut dimulai pukul 10:00 WITA, titik aksi di depan Gedung Rektorat, Kampus 2 UIN Alauddin Makassar, dengan melakukan boikot perkuliahan.
Berikut ini, potongan kalimat Orasi Ilmiah yang disampaikan pemimpin-pemimpin aksi :
DEMA Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik, “Jika Hakmu dirampas maka Lawanlah !”.
DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, “satukan suara mahasiswa UIN Alauddin Makassar untuk tolak parkir berbayar”.
DEMA Fakultas Adab dan Humaniora, “AutoParking berbayar merupakan bentuk pemerkosaan terhadap mahasiswa UIN Alauddin Makassar”.
DEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi, “Hari ini merupakan momentum Bela Negara oleh Mahasiswa se-UIN Alauddin Makassar, untuk mengangkat Harkat dan Martabat Mahasiswa. Pembangunan ber-Peradaban itu adalah Pembangunan SDM, bukan pembangunan materi ataupun fisik kampus”.
“Tolak… Tolak…. Parkir Berbayar, Kami menolak Parkir Berbayar”, begitulah Lagu yang dinyanyikan oleh Mahasiswa tanpa takut dengan sengatan matahari.
DEMA Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, “Tetap konsisten, jika yang dikatakan oknum bahwa hal ini hanyalah sebuah isu, maka kita harus menolak pula isu itu”.
DEMA Fakultas Sains dan Teknologi, “Tempat kita saat ini adalah sebuah Kampus, bukan Korporasi apalagi Koperasi”.
DEMA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, “Dengan membatalkan AutoParking, maka kita mengaharapkan hak kita sebagai mahasiswa akan kembali”.
DEMA Fakultas Syariah dan Hukum, mengajak para demonstran untuk mengucapkan Sumpah Mahasiswa, Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah Bertanah Air Satu, Tanah Air tanpa penindasan. Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah Berbangsa Satu, Bangsa yang Gandrung akan Keadilan. Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah Berbahasa Satu, Bahasa tanpa Kebohongan”.

Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, Prof. St. Aisyah Kara, telah mengutarakan bahwa tidak ada Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan terkait AutoParking. Namun mahasiswa tidak menerima hal tersebut karena sebagian mahasiswa telah melihat fisik dari AutoParking tersebut yang diletakkan di Training Center, Kampus 1 UIN Aladdin Makassar. Sehingga, para demonstran meminta kehadiran Rektor UIN Alauddin Makassar dan membawa bukti fisik (hitam di atas putih) berupa Surat Keputusan terkait pembatalan AutoParking, bukan sebuah Negosiasi.

Setelah lebih dari Dua setengah Jam Mahasiswa melakukan aksi pemboikotan, akhirnya Bapak Rektor UIN Alauddin Makassar membacakan Surat Keputusan (SK) dengan dalih tidak akan menerapkan Sistem AutoParking Berbayar pada Kampus UIN Alauddin Makassar.

Komentar



error: Konten dilindungi!