67 Tahun UGM Hadir sebagai Pelopor Kampus Kebangsaan

sarjana-sub

Senin (19/12), Universitas Gadjah Mada (UGM) genap berusia 67 tahun sebagai pelopor kampus kebangsaan. Dengan semangat perjuangan bangsa dan cita-cita dari The Founding Fathers berhasil membangun sebuah universitas yang berbasis kebangsaan, kebudayaan, kerakyatan, dan keberagamaan yang kini dikenal dengan nama Universitas Gadjah Mada (UGM).

Universitas Gadjah Mada resmi didirikan pada tanggal 19 Desember 1949 dan merupakan Universitas yang bersifat nasional. Selain itu Universitas Gadjah Mada juga berperan sebagai pengemban Pancasila dan Universitas pembina di Indonesia Pada saat didirikan, Universitas Gadjah Mada hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 Fakultas, satu sekolah Pascasarjana (S-2 dan S-3), dan satu Sekolah Vokasi. Universitas Gadjah Mada termasuk universitas yang tertua di Indonesia, berlokasi di Kampus Bulaksumur Yogyakarta. Sebagian besar fakultas dalam lingkungan Universitas Gadjah Mada terdiri atas beberapa jurusan/bagian dan atau program studi. Kegiatan Universitas Gadjah Mada dituangkan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Sebelum memasuki hari puncak Dies Natalis 67 Tahun UGM ini, ada banyak rangkaian kegiatan yang diadakan UGM dalam menyambut Dies ini. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya, Pagelaran Kebudayaan, Sakagama, Indonesia Outlook 2017, Aksi Tananm 4000 pohon di Merapi, Gala Dinner bareng Kagama, Nitilaku Kampus Kebangsaan, dan puncaknya ialah Pidato Rektotorat yang berlangsung pada senin (19/12) kemarin di Grha Sabha Pramana.

Dalam pidatonya, Rektor UGM, Prof.Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., mengatakan UGM harus menjadi bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan sumber daya manusia dalam mewujudkan kejayaan nusantara. UGM harus mampu menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa, mewujdukan Indonesia sejahtera dan tangguh menghadapi persaingan global.

“UGM berkomitmen menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dan meningkatkan kesejahteraan bangsa dengan memacu inovasi dan mengawal lompatan kemajuan pembangunan dan produktivitas masyarakat desa melalui program ‘Smart and Resilient Vilagge,”tegas Rektor UGM, Prof.Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., saat menyampaikan Laporan Rektor dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-67 UGM.

Dalam kesempatan ini, Menlu Retno Marsudi memperoleh anugerah HB IX Awar di bidang kemanusiaan. Menurut Dwikorita, Retno Marsudi terpilih meraih HB IX Award karena dinilai sebagai tokoh yang memiliki komitmen kuat untuk kepentingan kemanusiaan dan memajukan perdamaian dunia.  Selain gigih memperjuangkan dan melindungi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri, dia juga gigih dalam memperjuangkan masyarakat Rohingnya.

Dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-67 UGM turut diluncurkan Digital Innovation Center, UGM-Mall, dan peluncuran Majalah Alumni UGM. Semoga dengan bertambahnya usiamu, juga semakin memaksimalkan dalam menerapkan UUD, Pancasila, dan Tri Darma Universitas dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hut Dirgahayu 67 Tahun UGM, Pelopor Kampus Kebangsaan!

Komentar