Jika Informasi ini bermanfaat, jangan lupa share di medsos kamu :)

" />

Patung Berpikir yang Ternyata adalah Simbol Filsafat

556433e70423bd0f438b456a

Halo sobat iCampers, mungkin kita sudah sering mendengar cerita maupun testimony dari seseorang yang cerdas dan kritis, namun apakah yang ada di benak kita jika yang berpikir itu adalah sebuah patung? Tentu banyak yang tidak menerimanya karena pada hakikatnya manusialah yang menjadi satu-satunya makhluk hidup dengan kemampuan berasio, dan tentu saja sebuah patung yang berpikir sangat sulit diterima oleh akal sehat.

Patung berpikir ini sungguh ada di Paris, Prancis. Patung The Thinker (Prancis: Le Penseur) ini adalah sebuah patung perunggu karya Auguste Rodin, Patung Sang Pemikir ini awalnya bernama The Poet (Prancis: Le Poète). Auguste Rodin lahir 12 November 1840 dan menutup usia pada 17 November 1917. Meskipun sering dianggap sebagai salah satu pematung terbesar, namun Rodin dididik secara tradisional dan bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan di sekolah seni. Karya-karya terkenalnya adalah The Age of Bronze (1877), The Walking Man (1877-1878), The Burghers of Calais (1889), The Kiss (1889), The Thinker (1902).

Patung itu menggambarkan sosok laki-laki telanjang yang duduk diatas batu dengan dagunya bertumpu pada salah satu tangannya seolah-olah tenggelam dalam pikiran dan patung ini sering digunakaan sebagai gambar untuk mewakili filosofi. Tidak berlebihan jika patung itu akhirnya menjadi simbol filsafat. Karena filsafat merupakan cabang ilmu yang selalu berusaha mengembangkan eksistensi Manusia. Dari taraf makhluk (Animal) menjadi taraf seseorang (Person).

Filsafat yang dirintis oleh para filsuf-filsuf, terutama di era abad 19 adalah merupakan cikal bakal ditemukannya ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Seperti ilmu ekonomi, bahwa Manusia adalah Makhluk Ekonomi, dengan pemikiran ini maka dikembangkanlah Ilmu Ekonomi. Seperti prinsip Ekonomi, dengan Modal Sekecil-kecilnya untuk memperoleh Keuntungan Sebesar-besarnya.

Sebagai seorang Civitas Academica atau warga akademik kita tentu harus terus berkarya dan belajar lebih giat lagi, Jika sebuah patung bisa menjadi simbol Ilmu Pengetahuan dan dikenang sampai hari ini, Maka tentu kita yang memiliki taraf lebih tinggi haruslah bisa lebih dari ini. Niat kuat dan tekad ditambah usaha yang maksimal kiranya akan menghantar kita semua kepada kesuksesan, karena Hasil tidak akan pernah menghianati Proses.

Komentar



error: Konten dilindungi!