Karena Kamu Tidak Hidup Selamanya, Yakin Tidak Ingin Travelling Selama Jadi Mahasiswa?

perjalanan-udara

Kamu bisa mengubah hidupmu 360 derajat dan menjadi orang yang sangat berbeda setelah kamu menjalani weekend-mu dengan cara yang tidak biasa.

Dengan mengubah cara kamu menghabiskan weekend, kamu akan belajar banyak hal seputar pendidikan karakter, mental, serta kepekaan nurani terhadap dan sesama manusia. Salah satu cara menghabiskan weekend dan tanggal merah yang sangat kami rekomendasikan adalah dengan melakukan travelling!

Kamu Tidak Hidup Selamanya

The greatest truth of life is that everyday is a gamble. Kita yakin setiap hari akan terbangun dan bertemu dengan orang-orang yang kita cintai, meski kita tidak tahu dengan pasti apakah kita masih akan hidup di esok hari atau tidak. Itulah harapan. Dan harapan itu akan lebih indah jika hidup dapat meresap hingga membuat tulang belulang kita terasa bergetar dan nurani kita terasa damai.

Once kamu dapat kesempatan untuk melakukan travelling, lakukanlah, karena hidup hanya sekali. Dan tidak ada yang lebih indah daripada menikmati keindahan dunia dengan mata kepala kita sendiri.

Membuka Alam Pikiran

Di luar kasur, di luar jendela kamar, di luar lapangan bola dekat rumah, di luar kampus, di luar gedung sekolahan, di balik jalan raya yang kamu lewati setiap hari, di balik gedung-gedung perkotaan yang kamu saksikan setiap hari, ada alam terkembang yang menanti kehadiranmu.

Membuka mata dengan sapaan embun pagi, suara burung bercicit lembut dan riang. Mentari menyelusupi ruas-ruas alismu, tersenyum dan membuka matamu akan keindahan dan keharuman aroma danau, sungai, dan pegunungan yang tak pernah bisa kau rasakan sebelumnya.

Tugas-tugas kuliahmu, skripsimu, seketika sirna. Untuk sesaat, kamu hanya ingin menikmati semilir angin dan gemericik air mengalir menggelitik aliran darahmu. Membuatmu sadar penuh, hadir utuh, dalam semesta pikiran duniamu.

Belajar Berbudaya

Bertemu dengan berbagai macam orang dari ragam budaya yang berbeda, memberikan pemahaman tersendiri pada kita akan hidup bermasyarakat.

Bagaimana hal-hal tabu, mistis dan eksotis merasuki pemahamanmu tentang kehidupan. Memberikanmu sudut pandang baru bahwa kita, tidak pernah hidup sendirian. Menyadarkan kita, bahwa hidup kita, tidak sesulit atau sesederhana yang kita bayangkan.

Selalu ada seseorang di luar sana, yang memiliki hal-hal yang tidak kita miliki atau bahkan kita pahami. Mengenal dan menggali misteri jati diri orang dan masyarakat lain, membuat kita mengenal diri kita sendiri. Membuat kita, menjadi Indonesia.

Mudah, Murah, dan Bijak

Tidak sedikit mahasiswa berpikir bahwa travelling menghabiskan banyak waktu dan uang. Tiket perjalanannya, belum hotel, belum makan, belum lain-lain.

Well, that’s the beauty of it. Ada banyak jenis penginapan dari yang gratis hingga berbagai macam harga. Pernahkah kamu merasakan tinggal menumpang di rumah orang yang sama sekali belum kamu kenal? Atau berbaur dengan traveler mancanegara di penginapan model bunk bed? Apa makanan kaki lima yang khas dari suatu daerah yang pernah kamu rasakan keseruannya? Bagaimana kamu bisa tahu harga tiket perjalanan tertentu mahal jika kamu tidak tahu cara mendapatkan tiket promonya? That kind of experience menanti kamu saat ini.

Apa yang membuat travelling menjadi sulit?

Ketidakdisiplinan terhadap diri sendiri, aturan di daerah tertentu, serta keinginanmu untuk tidak membuka diri terhadap dunia. Open your mind to the world and the world will come to your inner vein.

Percaya atau tidak, di saat kamu melakukan travelling, baik sendiri atau pun secara berombongan, you may end up proving something to yourself. Dan yang paling sederhana adalah membuktikan bahwa kamu bisa.

Sumber referensi: AnakUIdotcom

Komentar



error: Konten dilindungi!