Bercita-cita Masuk PTN? Ini Nih Jalur Masuknya

closeup of an typewriter with the words "CHAPTER 1"  in blue lighting

Sumber gambar : http://bimbinganalumniui.com/berita/read/jalur-masuk-ui-2015

 

Kamu kelas 12 SMA? Punya adik, saudara, atau rekan yang tahun depan masuk kuliah? Nah, tidak jarang kita sebagai mahasiswa ditanyakan oleh adik-adik kita mengenai dunia perkuliahan, termasuk jalur masuk kuliah. Terlebih, sebagian besar dari mereka ingin kuliah di PTN.  Berikut ini jalur masuk PTN berdasarkan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 kemarin :

  1. Jalur Undangan

Inilah jalur idaman para siswa yang hendak daftar di PTN. Jalur ini biasanya disebut juga sebagai jalur non tes. Di PTN sendiri, jalur ini disebut jalur SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Pendaftaran melalui jalur ini tidak dipungut biaya. Di tahun 2016, ada perubahan mengenai sistem penerimaan melalui jalur ini, yaitu :

  • Kuota SNMPTN turun menjadi 40%
  • Tidak semua siswa kelas 12 berhak mengikuti SNMPTN. Kuota siswa yang bisa mendaftar sebagai peserta SNMPTN bergantung pada akreditasi sekolah dengan rincian:
    • Akreditasi A sebanyak 75% dari jumlah seluruh siswa
    • Akreditasi B sebanyak 50% dari jumlah seluruh siswa
    • Akreditasi C sebanyak 25% dari jumlah seluruh siswa
    • Akreditasi lainnya, sebanyak 10% dari jumlah seluruh siswa

Perubahan tersebut baru diberlakukan pada SNMPTN 2016. Sebenarnya, SNMPTN sendiri dikatakan sebagai jalur yang penuh misteri. Karena dari pihak panitia ataupun PTN belum pernah ada yang menjelaskan secara rinci dan terbuka mengenai sistem penilaian yang diberlakukan pada SNMPTN. Yang jelas, PTN akan mempertimbangkan beberapa hal seperti nilai rapor siswa, akreditasi sekolah, prestasi akademik maupun non akademik, nilai ujian nasional, jumlah alumni, dan penilaian-penilaian lainnya. Banyak orang yang berspekulasi mengenai penilaian SNMPTN, diantaranya faktor “keberuntungan”.

Terlepas dari bagaimana penilaiannya, jalur undangan sendiri bergantung kepada kebijakan masing-masing PTN. Kuota siswa yang diterima sebanyak 40% tidaklah mutlak dilakukan PTN. Selain melalui prestasi akademik (nilai rapor), beberapa PTN juga menerima jalur undangan melalui prestasi non akademik maupun melalui pemerataan pendidikan atau pencarian bibit unggul.

 

  1. Jalur Tes

Jalur alternatif yang menjadi pilihan siswa untuk bisa tembus PTN. Orang-orang di luar sana mengatakan bahwa jalur inilah jalur yang benar-benar butuh perjuangan keras. Jalur ini disebut SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. SBMPTN sendiri bisa diikuti oleh siswa yang lulus di tiga tahun terakhir. Misalnya pada pelaksanaan SBMPTN 2016, yang bisa mengikuti SBMPTN adalah siswa lulusan tahun 2016, 2015, dan 2014. Pada tahun 2016, terjadi pula beberapa perubahan SBMPTN dibanding tahun sebelumnya, diantaranya :

  • Kuota SBMPTN menjadi 40%
  • Biaya pendaftaran menjadi Rp 200.000
  • Peserta dapat memilih jenis tes, yaitu PBT (Paper Based Test) atau CBT (Computer Based Test)

Sama halnya seperti SNMPTN, jalur SBMPTN juga memiliki misteri dalam penilaiannya dan kebijakan penerimaannya juga kembali bergantung pada masing-masing PTN. SBMPTN murni menggunakan nilai murni dari hasil tes tanpa melihat akreditasi sekolah ataupun wilayah tempat peserta melakukan tes.  Tes sendiri dibagi menjadi tiga rumpun, yaitu rumpun saintek (sains dan teknologi), soshum (sosial dan humaniora), dan campuran (saintek dan soshum). Materi tes yang diujikan adalah TKPA (Tes Kemampuan dan Potensi Akademik) dan TKD (Tes Kemampuan Dasar) yang dikerjakan sesuai waktu yang telah ditentukan.

 

  1. Jalur Mandiri

Jalur ini dapat dikatakan sebagai jalur terakhir untuk bisa berkuliah di PTN. Kebijakan mengenai jalur ini juga berbeda-beda. Ada kampus yang tidak membuka jalur mandiri. Ada kampus yang membuka jalur mandiri melalui tes. Ada juga kampus yang menggunakan nilai SBMPTN untuk jalur mandirinya. Jalur ini identik dengan jalur khusus bagi mereka yang “berdompet tebal”. Karena memang ada beberapa kampus yang mewajibkan calon mahasiswanya yang diterima di jalur ini untuk membayar lebih dibandingkan dengan mereka yang melalui jalur SNMPTN atau SBMPTN. Namun ada pula kampus yang memukul rata semua pembiayaan kuliah mahasiswanya tanpa memandang jalur masuknya. Jalur mandiri biasanya memiliki kuota 20% dan sifatnya tidak mutlak.

Demikian sedikit penjabaran penerimaan mahasiswa di PTN. Informasi lebih lengkap dapat diakses di website resmi maupun informasi yang diberikan oleh masing-masing PTN. Apapun jalurnya, yakinlah bahwa sesuatu yang kita cita-citakan butuh kerja keras yang diiringi doa. Selamat berjuang!

Komentar



error: Konten dilindungi!