Polyglot Indonesia Chapter NTB : Komunitas Seribu Lidah

logo-polyglot-indonesia

Halo iCampers,

Berbicara tentang dunia kampus dan mahasiswa dengan segala aktivitas yang ada didalamnya selalu menjadi topik menarik untuk dibahas. Kali ini, salah satu aktivitas yang banyak digeluti oleh para mahasiswa akan menjadi ulasan hangat dari penulis.

Komunitas, seperti yang kita ketahui komunitas adalah wadah bagi masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang dewasa untuk menyalurkan gagasan dan bakat yang mereka miliki agar lebih terarah pengaplikasiannya. Biasanya, pelajar dan mahasiswa akan berperan paling aktif didalam sebuah komunitas. Umumnya komunitas dipilih berdasarkan minat dan bakat masing-masing individu.  Di Indonesia, komunitas yang tercatat di Kemendagri sudah mencapai 100 ribu lebih komunitas dan masih terus meningkat.

Mengapa seribu lidah? Polyglot Indonesia chapter NTB merupakan sebuah komunitas yang terdiri dari para pecinta bahasa-bahasa yang ada didunia, berkumpul menjadi satu kesatuan untuk saling bertukar informasi dan bersama-sama mempelajari bahasa. Julukan seribu lidah diberikan karena para anggota komunitas ini mampu berkomunikasi menggunakan berbagai bahasa yang ada didunia baik secara oral maupun tulisan.

Polyglot Indonesia chapter NTB adalah cabang terbaru dari Poyglot Indonesia. Polyglot Indonesia sendiri sudah terbentuk sejak tahun 2013 yang dibentuk sebagai komunitas para pecinta bahasa dan bertujuan untuk mendukung latihan berbahasa dengan cara yang menyenangkan dan santai. Polyglot Indonesia juga memfasilitasi informasi mengenai pertukaran bahasa dan budaya dan menyediakan jaringan untuk belajar bahasa bagi para anggotanya.

Komunitas ini masih tergolong komunitas yang sangat baru di NTB dan baru berdiri sejak Oktober 2016 lalu yang diprakarsai oleh seorang mahasiswi IKIP Mataram bernama Fancawati atau lebih akrab di sapa Anca sekaligus menjadi ketua Polyglot Indonesia Chapter NTB. Besama teman-teman pengurus Polyglot Indonesia Chapter NTB lainnya, berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh komunitas ini salah satunya yaitu Meetups dan membahas topik yang berbeda pada setiap pertemuan.

Menjadi sebuah komunitas baru dan belum banyak di kenal oleh khalayak umum bukanlah sebuah masalah, yang membuat komunitas ini berbeda adalah PINTB mampu menjadi wadah positif bagi para pecinta bahasa yang ada di wilayah NTB. Sampai saat ini, sudah tercatat sekitar 20 orang menjadi anggota komunitas ini dan rata-rata mereka mampu menguasai 3 bahasa asing ditambah bahasa Indonesia dan bahasa daerah mengigat para anggota berasal dari berbagai suku yang ada di wilayah NTB, Sasak, Samawa dan Mbojo.

Komentar