Mengenal JLPT, Dasar untuk Berburu Beasiswa ke Jepang

Šî–{ CMYK

Mungkin bagi para pecinta hal-hal yang berbau Jepang atau mahasiswa Sastra Jepang, Noken bukanlah sesuatu yang baru bagi mereka. Noken adalah singkatan dari Nouryoku Shiken atau dalam versi bahasa Inggris dikenal dengan JLPT (Japanese Language Proficiency Test). Ujian kemampuan bahasa Jepang ini mengeluarkan sertifikat yang telah diakui secara internasional dan dikeluarkan oleh Japan Fondation yang bekerja sama dengan Japan Educational Exchanges and Services.

Bagi para pemburu beasiswa yang ditawarkan oleh Negeri Sakura tersebut, memiliki sertifikat Noken adalah sebuah keharusan. Tingkatan yang dimilikinya pun beragam, mulai dari standar pemula yaitu level 5 atau biasa disebut dengan N5 sampai level tertinggi N1. Tak hanya berguna untuk meraih beasiswa, tapi Noken juga menjadi tolak ukur bagi perusahaan-perusahaan di Jepang yang ingin mempekerjakan warga negara asing.

Setiap tingkatan pun memiliki kolom kategori penilaian yang berbeda. Untuk N1, N2, dan N3, keduanya memiliki tiga kolom penilaian yaitu pengetahuan berbahasa yang terdiri dari kosakata dan tata bahasa, membaca, dan yang terakhir mendengarkan. Masing-masing kategori mempunyai nilai tertinggi 60 dengan jumlah total 180. Namun dengan mendapat nilai 120 pun sudah dinyatakan lulus. Sementara untuk level N4 dan N5 hanya memiliki dua kolom penilaian yaitu pengetahuan berbahasa yang digabungkan dengan membaca dan kolom mendengarkan.

Berikut adalah ringkasan kompetensi berbahasa yang diperlukan untuk setiap tingkatan:

  1. Level N5
    Pada tingkat ini seseorang dituntut untuk memahami beberapa pola kalimat bahasa Jepang dasar dan harus mampu memahami kalimat yang ditulis dalam kanji dasar. Serta mampu mendengarkan dan memahami percakapan tentang topik yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan mengambil informasi yang diperlukan dari percakapan tersebut.
  2. Level N4
    Seseorang mampu memahami bahasa Jepang dasar seperti membaca dan mengerti topik harian dari bacaan yang familiar dalam kosa kata dan kanji. Serta mampu mendengarkan dan memahami percakapan tentang topik yang ditemukan dalam kehidupan sehari-sehari dan umumnya mampu mengikuti konten yang disediakan.
  3. Level N3
    Pada level ini seseorang dituntut untuk memahami bahasa Jepang yang dipakai dalam situasi sehari-hari untuk tingkatan tertentu. Kemampuan untuk membaca dan memahami materi tertulis dengan konten yang lebih spesifik dalam topik sehari-hari, memahami ringkasan informasi seperti judul berita. Sebagai tambahan, juga mampu membaca bacaan yang sedikit sulit yang ditemui di situasi sehari-hari dan memahami poin utama dari isi beberapa ungkapan alternatif yang tersedia untuk membantu pehamanan seseorang.
    Selain itu mampu mendengarkan dan memahami percakapan yang koheren dalam kehidupan sehari-hari, berbicara dalam kecepatan yang mendekati natural, dan umumnya mampu mengikuti topik serta memahami hubungan antara orang-orang yang terlibat.
  4. Level N2
    Pada tingkatan ini seseorang dituntut untuk mampu membaca materi tertulis dengan jelas dalam berbagai topik seperti artikel dan komentar di koran dan majalah serta kritik sederhana. Pun mampu membaca materi tertulis dalam topik umum dan mengikuti narasi serta memahami maksud dari penulis. Mampu memahami materi secara lisan yang disampaikan seperti percakapan yang koheren dan laporan berita, berbicara dengan kecepatan hampir natural dalam situasi sehari-hari maupun dalam berbagai kondisi, mampu mengikuti percakapan yang diberikan dan memahami isinya serta mengerti poin penting dari materi tersebut.
  5. Level N1
    Pada tingkat teratas ini seseorang harus mampu untuk membaca tulisan dengan kompleksitas yang logis atau tulisan yang rumit tentang berbagai topik seperti editorial surat kabar dan kritik, dan memahami kedua struktur dan isinya. Mampu membaca bahan-bahan tertulis dengan isi yang mendalam tentang berbagai topik dan mengikuti narasi yang diberikan serta memahami maksud dari penulis secara menyeluruh.
    Tak hanya itu, seseorang juga dituntut untuk dapat memahami materi secara lisan yang disampaikan seperti percakapan yang koheren, laporan berita dan perkuliahan, berbicara dengan kecepatan yang natural dan mampu mengikuti ide-ide yang diberikan serta memahami isinya secara menyeluruh. Pun memahami rincian materi yang disajikan seperti hubungan orang-orang yang terlibat, kelogisan dalam struktur, dan poin penting.

Noken umumnya dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juli dan bulan Desember. Sejauh ini Noken dilaksanakan di tujuh kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Padang.

Informasi lebih mendalam tentang Noken atau JLPT dapat dilihat di web resmi JLPT: http://www.jlpt.jp/e/

Lintang Siltya Utami/JaktimUnsadaKalbis

Komentar



error: Konten dilindungi!