Tiru Mahasiswa Ini Kalau Bisa!!

Tiru Mahasiswa Ini Kalau Bisa!!

Hai, sobat iCampers.. Kalian ingin menurunkan semangat? berat badan? perasaan “baper”? Wah, jangan baca artikel ini, karena dijamin kalau baca ini semua hal disebutkan di atas akan NAIK!! Pengecualian, berat badan. Ingat, jangan baca kalau tidak ingin semangat naik sampai over dosis.

Banyak hal yang tidak bisa diputuskan oleh manusia untuk hidupnya sendiri. Bahkan untuk memutuskan mau atau tidak lahir ke dunia, manusia pun tidak bisa. Semua itu karena hidup berjalan sesuai kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Teringat dengan ucapan dari Bill Gates yang mengatakan bahwa ketika manusia terlahir miskin itu bukanlah salahnya, tapi jika manusia mati dalam keadaan miskin, maka itulah salahnya. Kata-kata yang sangat luar biasa itu seolah diterapkan oleh seorang mahasiswa IPB jurusan Sains Komunikasi Pengembangan Masyarakat, Rio Marta Hidayat.  Pemuda asal Bukit Tinggi, Sumatra Barat ini memiliki perjalanan hidup yang sangat luar biasa sehingga rasanya sangat sayang sekali jika kisah motivasi ini hanya bisa dinikmati oleh sedikit orang.

Ketika Rio masih duduk di bangku SMP kelas 2, dia sudah harus mengalami pahitnya kehidupan. Bahkan, jika ingin dibandingkan dengan jamu sekalipun, hidup Rio kala itu sepertinya masih lebih pahit. Terlahir dari keluarga yang kurang mampu dalam hal ekonomi memaksa Rio untuk dewasa lebih cepat. Orang tua yang menjadi tempat perlindungan oleh kebanyakan anak tidak berlaku bagi Rio. Kedua orang tuanya bercerai saat ia duduk di kelas 2 SMP.

Singkat cerita, Rio diajak pamannya merantau ke Jakarta, kota metropolitan yang tentu belum ada bayangan dibenak Rio, bocah kecil yang harusnya menikmati masa remaja di bangku SMPnya. Teringat dengan kondisi keluarga yang sedang dilanda kesulitan, Rio pun mengikuti saran dari pamannya yang sangat ia percayai itu. Baginya, semua akan baik-baik saja jika bersama sang paman.

Pagi-pagi sekali, Rio pergi meninggalkan tempat kelahirannya itu bersama pamannya. Hingga sampai di Jakarta, Rio disuruh masuk ke bus Kopaja oleh pamannya yang sangat ia percayai saat itu. Namun, seperti disambar petir, Rio terkejut dan kebingungan melihat pamannya meninggalkan Rio sendiri dalam bus Kopaja itu. Tak ada yang ia kenali, paman yang menjadi sosok pelindung pun malah meninggalkan Rio sendiri.

Waktu terus berlalu, namun penderitaan Rio saat itu belum juga berhenti. Tidur di kolong jembatan sudah menjadi biasa baginya. Namun, waktu dimana manusia merasa lelah dengan masalah berat yang dihadapi pun dialami juga oleh Rio. Sempat terbesit niat bunuh diri dalam hatinya. Tetapi, Tuhan Yang Maha Baik ternyata memberikan jalan untuk Rio. Ia dipertemukan oleh bangunan masjid bernama Ibnu Sabil di daerah Jakarta Timur. Ia pun bergegas mengambil air wudlu dan segera mendirikan shalat maghrib. Rasa lelah yang menguasai tubuh remaja laki-laki itu pun membuat ia tertidur pulas di dalam masjid. Ia sampai lupa dengan rumah barunya saat itu, kolong jembatan.

Kehidupan Rio semakin hari semakin membaik, ia diangkat menjadi seorang marbot oleh warga sekitar masjid. Pada saat itu adalah hal yang sangat Rio syukuri, sebab ia bisa menghasilkan uang dari menjadi marbot meskipun tak seberapa. 6 bulan lamanya Rio menikmati profesi mulianya sebagai seorang marbot masjid, ia pun merasa sudah sangat merepotkan warga sekitar masjid, khususnya jamaah masjid. Akhirnya, Rio pun memutuskan untuk mencari pekerjaan baru. Akhirnya, pekerjaan sebagai seorang montir bengkel kecil di depan SMA 22  Jakarta adalah pekerjaan barunya.

Setiap hari Rio menikmati pekerjaan barunya itu. Hingga suatu hari di bengkel, Tuhan mengirimkan seorang guru yang mengajar di SMA 22 Jakarta kepada Rio. Berawal dari hanya ingin memperbaiki motor, guru yang bernama Pak Didin itu menawarkan kepada Rio untuk bersekolah di SMA N 22 Jakarta dengan syarat membuat sebuah karya seni dari sebuah rantai motor. Rio pun membuat sebuah wayang arjuna dari rantai yang dapat diputar tersebut. Melihat keahlian Rio yang luar biasa, Pak Didin sebagai guru seni di SMA N 22 Jakarta itupun merekomendasikan Rio kepada kepala sekolah SMA 22 Jakarta. Akhirnya, dengan kuasa Tuhan Rio yang tidak memiliki ijazah SMP itu pun dapat sekolah di SMA N 22 Jakarta. Karunia yang Tuhan berikan pada Rio bukan hanya itu, salah seorang guru bahasa inggris bernama Ibu Linawati bersedia mengurus Rio selayaknya anak.

Selama bersekolah di SMA N 22 Jakarta, Rio bukanlah  seorang murid yang biasa saja. Banyak sekali perlombaan yang dijuarai oleh Rio, seperti Juara 1 FLS2N Cabang Seni Kriya Tingkat Kabupaten/Kota Jakarta Timur, Juara 1 FLS2N Cabang Seni Kriya Tingkat Provinsi DKI Jakarta, Juara 3 FLS2N Cabang Seni Kriya Tingkat Nasional, Juara 1 Catur Percasi Tingkat Kabupaten/Kota Jakarta Timur, Juara 1 Voli Putra Tingkat Kabupaten/Kota Jakarta Timur, Juara 3 Voli Putra Tingkat Provinsi DKI Jakarta dan pernah mewakili Indonesia di cabang seni Kriya dalam Singapore Indonesian Students Leaders Adventure Camp 2013.

Kini, Rio pun melanjutkan studinya di Institut Pertanian Bogor. Tidak kalah dengan masa SMAnya, di perguruan tinggipun Rio juga melukiskan sejarah hidupnya dengan prestasi, seperti menjadi finalis Chess Percasi Indonesian 2015 di Aceh dan finalis Chess Percasi Indonesian 2016 di Surabaya.

Begitulah seorang Rio yang dahulu adalah seorang anak SMP kelas 2, dipaksa menjalani kehidupan yang pahit. Namun sekarang ia menjadi seorang mahasiswa yang dalam hidupnya penuh dengan prestasi. Semua itupun tidak lain adalah karunia dari Tuhan. Betapa Tuhan Maha Penyayang pada makhlukNya. Tuhan memberikan kehidupan yang begitu pahit pada Rio bukanlah sebuah takdir buruk, melainkan justru karena hal itulah Rio bisa menjadi pribadi yang luar biasa seperti itu. Bukan hanya prestasi hadiah yang diberikan Tuhan pada Rio, paman yang dulu meninggalkan Rio kini sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada Rio, ibu yang Rio sayangi kini pun tinggal di Jakarta berkat dari uang hasil lomba-lomba yang Rio juarai.

Begitulah salah satu contoh bahwa Tuhan Maha Baik. Tidak ada takdir buruk dalam hiidup setiap makhlukNya, takdir yang kita anggap buruk sebenarnya adalah proses menuju takdir yang indah. Oleh karena itu, apapun masalah yang sedang terjadi hadapilah. Percayakan semuanya pada Tuhan, percayalah bahwa di akhir kisah ada takdir indah yang sedang menunggu kita hampiri.

Komentar



error: Konten dilindungi!