4 Perbedaan Kuliah dengan Sekolah

4 Perbedaan Kuliah dengan Sekolah

Hari ini di awal Bulan Desember, ditemani setumpuk paper, rancangan Tugas Akhir, serta materi-materi kuliah yang berserakan di meja, ya sungguh khas Ujian Akhir Semester (UAS). Benar-benar tidak terasa, penghujung semester telah diujung mata, satu semester sudah hampir selesai dijalani.

Bagi teman-teman iCampuser khususnya para Mahasiswa Baru (Maba) pasti sudah merasakan setidaknya sedikit suka-duka menjadi mahasiswa selama hampir satu semester ini. Ada banyak perbedaan yang kalian rasakan jika dibandingkan dengan saat kalian belajar di sekolah menengah dulu. Berikut telah kami ringkaskan beberapa perbedaan yang mungkin kalian rasakan, siapa tahu kamu tidak menyadarinya!

Jam perkuliahan. Menjelang hari pertama berkuliah, kalian mempertanyakan beban SKS (Satuan Kredit Semester) tiap mata kuliah yang cukup banyak dalam tiap harinya. Artinya, durasi mengajar dosen pun juga lama, lalu apa yang akan dia bicarakan selama itu? Pasti akan membosankan dan membuat mengantuk. Namun kenyataannya, mendengarkan dosen selama tiga jam penuh untuk sebuah mata kuliah bukanlah sesuatu yang membosankan. Bahkan terkadang waktu serasa berjalan dengan cepat, sehingga tidak terasa bahwa dosen telah memberi kuliah selama tiga jam, asal kita memperhatikan dan mengikuti pasti tidak akan bosan.

Tugas. Sejak awal masa perkuliahan tak jarang ada dosen yang langsung mengakrabkan mahasiswanya dengan tugas. Seiring berjalannya waktu tugas – tugas yang diberikan semakin banyak dan tingkat kesulitannya semakin tinggi, mulai dari paper individu, tugas akhir kelompok, laporan praktikum, laporan kunjungan, atau presentasi. Seringkali kita menunda tugas dan baru di‘eksekusi’ menjelang deadline dan saat akhirnya kamu menyadari bahwa deadline saling bertemu kamu hanya bisa berdoa dalam kepanikan itu.

Staff pengajar. Bila guru-guru sekolah kita dulu selalu mau menjelaskan kembali materi yang kurang jelas untuk kita, jangan harap dosen kita juga mau memberikan hal yang sama. Boro-boro mau tanya materi yang kurang jelas di luar jam kelas, belum membuat janji untuk ketemu saja bisa membuat kita diminta pulang dengan alasan sibuk, pedih!

Sebagai Maba, sebaiknya kita mengenali dahulu sifat-sifat dan karakteristik dari dosen pengampu tiap mata kuliah, coba tanyakan dengan kakak tingkat kalian. Disaat kita lebih memahami dosen kita, kita jadi lebih bisa membawa diri dalam kelas yang diampu. Kita bisa lebih berani menjawab pertanyaan, atau bisa mendapat nilai yang baik karena sudah tahu format tugas seperti apa yang ‘paling disukai’ oleh si dosen.

Kegiatan kampus dan organisasi – organisasinya. Sesaat kita resmi menjadi Maba, kita langsung disuguhi dengan banyaknya acara kampus, fakultas, dan jurusan. Mulai dari yang senang-senang seperti Malam Keakrabran dan Welcome Party, atau yang berbau orientasi seperti Ospek Jurusan. Tak hanya itu, kita juga dihimbau untuk aktif berorganisasi, untuk membentuk softskill kita seperti kemampuan bekerja dalam tim dan public speaking. Maka banyak kepanitiaan dan organisasi yang sedang melakukan Open Recruitment diserbu para Maba untuk mulai berlatih berorganisasi.

Nah, itulah beberapa perbedaan-perbedaan yang mungkin kamu rasakan sebagai Maba jika dibandingkan dengan masa sekolah dahulu. Kuliah berat banget? Memang berat, namun jangan takut, just keep swimming dan percayalah bahwa kamu bisa! *Kristyar

Komentar