4 Hal Tepat Usai Alami Kekalahan

smiling-face-on-lecture-hall-podium

Sobat iCampers, pernahkah mendengar kalimat bahwa hidup ini adalah kompetisi? Perlombaan dari ranah manapun akan selalu ada. Berlomba-lomba dalam menebar kebaikan, maupun berlomba-lomba dalam mengukir prestasi yang gemilang. Sepertihalnya dalam perkuliahan. Kuliah menjadi salah satu kesempatan kita untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya. Namun, dalam setiap perlombaan kita tahu akan ada dua hasil yang bertolak belakang yakni kalah atau menang.

Mengalami kekalahan dapat menjadi tamparan keras bagi seseorang. Misalkan kita kalah dalam mendapat nilai terbaik di salah satu mata kuliah, kekalahan dalam kompetisi antar kelas, kekalahan dalam lomba-lomba tingkat kampus, nasional dan lain sebagainya. Terkadang kita merasa lelah, putus asa, dan tidak bersemangat. Tentu saja kita tidak boleh terlarut seperti itu!

Berikut 4 hal yang bisa kita lakukan, saat mengalami kekalahan:

1. Memotivasi Diri Untuk Bangkit

(sumber gambar : Addicted2Success.com)

Tidak ada elevator untuk mencapai kesuksesan. Setiap orang perlu tangga dan tidak setiap langkah akan berjalan mulus atau sesuai harapan.

Saat mengalami kekalahan, adalah waktu yang tepat untuk bangkit dan bertekad untuk tidak mengalami kekalahan seperti itu lagi. Memotivasi diri dapat dilakukan dengan berkumpul bersama orang-orang terdekat, mendengarkan dukungan dan apresiasi mereka terhadap pengalaman pahit kita. Membaca kisah-kisah inspiratif orang sukses di dunia, yang pasti pernah mencicipi rasanya kekalahan seperti Michael Jordan yang pernah dikeluarkan dari tim sampai akhirnya menjadi atlet sukses.

“Sepanjang karier saya, lebih dari 9.000 tembakan saya meleset. Saya juga pernah kalah dalam 300 pertandingan. Paling tidak, 26 kali saya dipercaya untuk melakukan shooting penentu kemenangan namun gagal. Saya telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam hidup. Dan itulah sebabnya, saya bisa berhasil… .” (Michael Jordan)

2. Menyibukan Diri Dengan Melakukan yang Terbaik

Gambar terkait

(sumber gambar : likesuccess.com)

Rasa sesal setelah kalah dalam sebuah kompetisi pasti ada. Untuk menghilangkan hal tersebut, kita dapat melakukan hal-hal lain yang disukai. Sibukan diri dengan hal-hal yang membuatmu tertarik. Lakukan hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Barangkali rasa sesalmu akan berangsur hilang dengan rasa puas karena berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan yang lain dengan baik. Ini membuka pikiran kita, bahwa kegagalan dalam suatu hal bukan berarti kegagalan dalam hal yang lainnya.

Jangan terus berdiam diri dan meratapi nasib. Hasil tak akan berubah, jika kita tidak berusaha untuk merubahnya pada kesempatan di lain waktu. Kita hanya perlu berfokus untuk mengalahkan diri kita sendiri, daripada orang lain.

3. Mengambil Hikmah dari Proses yang Telah Dicapai

Hasil gambar untuk smile university lecture

(sumber gambar : Times Higher Education)

Saya pernah mendengar, bahwa hasil tak lebih penting daripada proses. Menjadi pribadi yang dapat melihat sudut pandang berbeda dari suatu hal, dapat membuatmu lebih bahagia dalam menjalani hidup. Sepertihalnya dalam menyikapi kekalahan yang terjadi.

Pikirkan proses-proses yang kita jalani. Ambil poin-poin yang salah dan mulai perbaiki. Namun, ambil pula poin-poin yang menyenangkan dan berkesan, saat menjalani proses tersebut. Percayalah, bahwa akan selalu ada hikmah terbaik dari setiap hal yang terjadi sepertihalnya mengalami kekalahan.

4. Berdoa kepada Tuhan

Hasil gambar untuk moslem pray

(sumber gambar: About Islam)

Ini adalah hal paling penting dan tepat untuk dilakukan. Berdoa pada Tuhan agar menyadarkan diri kita bahwa ada Yang Mengatur setiap skenario perjalanan hidup kita. Hidup di dunia hanyalah sementara dan bukan saatnya untuk meratapi setiap kekalahan yang kita dapatkan. Percayalah Tuhan telah mengatur porsi keberhasilan dan kegagalan seseorang dengan sebaik-baiknya. Putus asa bukanlah jaminan yang memberikan kebahagiaan telak di lain waktunya.

Apa yang buruk menurutmu, belum tentu buruk bagimu.

Semoga kita dapat bangkit dan kembali menjadi juara!

Komentar



error: Konten dilindungi!