Untukmu yang Ingin Kuliah di Jurusan Farmasi

mahasiswa-kedokteran-farmasi-dan-kesehatan

Tidak terasa sudah mendekati penghujung tahun dan khusus sobat iCampers yang duduk di kelas XII saat-saat seperti ini merupakan saat paling mendebarkan. Betapa tidak masa UASBN sudah hampir tiba. Hal ini berarti kamu juga perlu perencanaan untuk masa setelah beranjak dari bangku SMA. Nah, untuk sobat iCampers yang ingin masuk ke jurusan farmasi atau mahasiswa jurusan lain yang ingin mengetahui seluk beluk menjadi mahasiswa farmasi, kamu perlu membaca beberapa hal ini

  1. Masa peralihan yang ekstrim

Peralihan dari SMA ke bangku kuliah memang sungguh berbeda. Kalau di SMA kamu kebanyakan bersantai dengan handphonemu maka bersiaplah melepaskannya untuk sementara. Ekstrim dalam hal ini lebih kepada waktu kuliahmu yang padat. Buat sobat yang sudah terbiasa dari bangku SMA dengan berbagai kegiatan hal ini mungkin tidak menjadi masalah.

  1. Tiada minggu tanpa praktikum

Di beberapa jurusan ilmu eksakta seperti farmasi, bisa dipastikan bahwa dalam 1 minggu kamu akan menginvestasikan waktu kuliahmu di laboratorium. Biasanya praktikum yang paling banyak, ada di semester-semester awal. Jadi kamu yang senang dengan eksperimen trial dan error jurusan farmasi sangat cocok untuk kamu. Kamu akan belajar meracik obat atau bahkan belajar memformulasikan sendiri obat baru, baik dari bahan sintetik maupun bahan alam.

  1. Mendadak jadi penulis

Setumpuk laporan seperti punya kakak seniormu itu yang tebalnya rata-rata 2-3 cm akan menjadi teman sejati kamu. Benar sekali ada praktikum pasti ada laporan dan kamu tidak bisa lepas dari kenyataan ini. Kamu benar-benar akan menjadi penulis dadakan karena laporan tersebut. Tapi tunggu dulu, laporan setebal itu tidak diselaikan dalam jangkan waktu 1 atau 2 minggu. Laporan-laporan praktikum akan dicicil. Setiap kali selesai praktikum akan dibuatkan laporan kemudian di akhir praktikum baru digabungkan menjadi 1 laporan lengkap.

  1. Bersiaplah menjadi konsultan obat

Pemikiran orang saat kamu masuk jurusan farmasi kamu dianggap sudah menguasai obat-obatan. Hal ini tidak salah, namun terkadang banyak hal yang belum dipelajari apalagi kamu masih berada di semester-semester awal. Jadi mungkin kamu akan sedikit banyak bertanya kepada senior, dosen atau kamu juga perlu membaca banyak referensi. Tidak perlu takut karena buku referensi dan senior akan sangat membantu kamu dalam mengatasi pertanyaan-pertanyaan tersebut, asalkan kamu tidak gengsi saat kamu memang benar-benar belum mengetahuinya. Perlu diingat bahwa mahasiswa farmasi bukanlah dokter yang bisa mendiagnosa tapi farmasi lebih banyak belajar mengenai pengobatannya.

  1. Mata kuliah kimia akan menjadi teman hidupmu

Belajar obat-obatan sangat erat kaitannya dengan struktur kimia obat-obatan itu sendiri. Buat kalian yang menyenangi pelajaran kimia sejak SMA mungkin akan lebih mudah memahaminya. Buat kamu yang tidak terlalu menyukai kimia dijamin perlahan kamu akan jatuh cinta pada kimia apalagi belajarnya disertai praktikum, pasti akan lebih mudah memahaminya.

  1. Kesempatan emas berkunjung ke perusahaan farmasi

Ini bukan berbicara mengenai tournya namun kamu yang penasaran bagaimana sebuah pabrik obat dikelola dan menghasilkan sebuah obat, maka jurusan farmasi adalah pilihan yang tepat.

  1. Kamu akan berpikir 2 kali kalau kamu hendak mengkonsumsi obat

Banyak yang bilang “mahasiswa farmasi kok takut minum obat”. Mahasiswa farmasi sebenarnya tidak takut minum obat, hanya saja sebelum mengkonsumsinya beberapa hal perlu dipertimbangkan. Jika kamu mau tahu apa saja yang dipertimbangkan maka kamu perlu jadi mahasiswa farmasi atau paling tidak bertanyalah kepada farmasis yang sudah berpengalaman.

Nah, sobat iCampers itu dia sedikit sisi lain ketika kamu menjadi mahasiswa farmasi. Apapun jurusan kamu sekarang atau kamu hendak masuk jurusan apa nantinya, intinya kamu harus tetap semangat belajar ya!

Komentar



error: Konten dilindungi!