Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Pembebasan Visa untuk Ratusan Negara

visa lagi

Pada Februari 2016, masyarakat ramai pembicaraan mengenai kebijakan Presiden Jokowi mengenai kebijakan pembebasan visa masuk ke indonesia untuk ratusan negara yang dibuat. Hal ini tentu saja menuai pro dan kontra mengenai kebijakan yang dibuat.

Dari sudut pandang Presiden hal ini tentu sangat menguntungkan untuk meningkatkan pendapatan devisa negara Indonesia sendiri sementara dipihak lain kebijakan ini justru menimbulkan kerugian bagi negara Indonesia “Kebijakan bebas visa sebagai solusi untuk meningkatkan devisa, itu tidak setimpal,” kata Effendi dalam rapat gabungan antara DPR dengan pemerintah di ruang Banggar, Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/2/2016)(Indra Akuntono,2016)[1].

Tujuan dari kebijakan pembebasan visa itu baik untuk meningkatkan devisa negara yang dinilai presiden, gebrakan ini mampu membuat pendapatan negara bertambah, tetapi apakah hal itu sebanding dengan kerugian yang didapatkan dengan menerapkan kebijakan ini?

Presiden Jokowi menerapkan kebijakan pembebasan visa terhadap 174 negara di dunia kewilayah Indonesia. Presiden tidak memberikan kebijakan ini kepada negara – negara yang aktif dalam perdagangan narkoba dan eksportir ideologi ekstrem. Keuntungan kebijakan pembebasan visa yang dilakukan Presiden Jokowi antara lain :
1. Akan menambah devisa negara
2. Warga negara asing yang berkunjung tersebut akan menciptakan pertukaran informasi dan pertukaran budaya
3. Daerah-daerah yang memiliki destinasi atau tujuan wisata yang banyak akan semakin terkenal di mata dunia.

Akan tetapi masih ada kerugian yang harus ditanggung pemerintah Indonesia sebagai akibat diterapkannya kebijakan ini. Keuntungan penerapan kebijakan ini juga tidak sebanding dengan kerugian yang didapatkan, misalnya saja keuntungan yang juga dapat membawa dampak buruk adalah wisatawan yang berkunjung tersebut akan menciptakan pertukaran informasi dan pertukaran budaya sehingga menimbulkan pergeseran budaya.

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan adat istiadat, namun juga harus diakui bahwa adat istiadat dan budaya di Indonesia sudah terkikis oleh perkembangan jaman yang merusak tatanan sosial budaya negeri ini, bahkan hal ini telah membuat semakin memudarnya kebudayaan Indonesia dan bisa saja kebudayaan Indonesia dapat menghilang. Jika saja pemerintah Indonesia ingin menaikan devisa negara, hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan daya tarik terhadap kebudayaan Indonesia sehingga wisatawan tertarik untuk mengunjunginya. Jika hal ini diterapkan maka kerugian yang ditimbulkan tidak sebanding dengan menerapkan kebijakan pembebasan visa yang memiliki dampak negatif lebih banyak dibandingkan keuntungan yang diberikan.

Kerugian lain yang disebabkan pembebasan visa, karena banyak wisatawan yang masuk ke Indonesia maka akan menyebabkan masuknya virus – virus baru ataupun berkembangnya virus. Hal itu disebabkan karena kebiasaan wisatawan dinegara asal yang dapat dengan bebas melakukan hubungan di negaranya. Hal ini menyebabkan besarnya potensi para wisatawan akan melakukan hubungan bebas dengan pekerja seks Indonesia, seperti yang kita ketahui bukan rahasia umum lagi bahwa banyak hotel destinasi wisata yang menyediakan hal ini sebagai penghibur tamu dihotelnya. Jika terus berlanjut maka bukan hal yang mustahil perkembangan virus terjadi sangat cepat sementara vaksin ataupun penelitian untuk virus tersebut masih belum ada karena sebagian besar virus dapat menular melalui hubungan seks.

Kerugian lain yang disebabkan pembebasan visa ini, dapat meningkatkan penyebaran paham radikalisme atau teroris. Untuk sekarang mungkin masih belum terasa tapi, apakah mungkin Indonesia dapat mengawasi semua wisatawan yang datang dan pergi yang kemudian membuat bibit – bibit yang dapat menghancurkan negara Indonesia. Kemudian jika terjadi bom bunuh diri ataupun penembakan massal seperti yang terjadi di beberapa negara yang berasal dari wisatawan mungkin saja hal ini dapat membuat perpecahan dalam negara Indonesia dan bahkan menimbulkan perang antar negara siapa yang dapat disalahkan atas kejadian ini atau apakah pemerintah mau bertanggung jawab jika ini terjadi.

Hal terakhir yang dapat merugikan Indonesia adalah jika para wisatawan kemudian berinvestasi dengan menggunakan lahan – lahan Indonesia dan terus berlanjut bukan hal yang tidak mungkin ini Indonesia akan kehilangan haknya kemudian dijajah dan kembali seperti zaman dahulu. Sekarang saja kemajuan teknologi dapat menyebabkan sebuah negara dijajah, tidak mustahil jika hal itu terjadi di Indonesia karena pemerintah tidak mungkin tahu semua tujuan dari wisatawan yang datang ke Indonesia hal ini juga didukung oleh seiring dengan perkembangan teknologi.

Kebijakan pembebasan visa di Indonesia tidak hanya mendatangkan manfaat, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian bagi negara Indonesia. Walaupun pada dasarnya maksud diterapkannya pembebasan visa ini sangat baik bagi bertambahnya pendapatan negara dan berkembangnya perekonomian bangsa Indonesia yang disebabkan banyaknya wisatawan ke Indonesia. Tetapi hal ini juga dapat membawa dampak buruk seperti pudarnya kebudayaan indonesia, berkembangnya virus baru dan meningkatnya paham radikalisme. Karena hal tersebut sebaiknya pemerintah memikirkan kembali dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan ini, bukan tidak setuju dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah, tetapi akan lebih baik jika pemerintah meninjaunya apakah sesuai dengan kemampuan Indonesia untuk mengatasinya. Jika tidak maka kebijakan ini sebaiknya ditarik dan jika mampu maka pemerintah Indonesia harus meningkatkan dan memperketat sektor – sektor yang terkait serta meminimasi dampak yang dapat terjadi.

Referensi :
1. [1]Indra Akuntono (15/2/2016) Effendi Simbolon Kritik Kebijakan Jokowi Bebas Visa diakses dari http://nasional.kompas.com/read/2016/02/15/13401301/Effendi.Simbolon.Kritik.Kebijakan.Jokowi.Bebas.Visa
2. http://nasional.kompas.com/read/2016/02/16/07161781/Kebijakan.Bebas.Visa.Jokowi.Untung.atau.Rugi.
3. http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151221171051-269-99671/total-174-negara-bebas-visa-kunjungan-ke-indonesia/
4. http://news.detik.com/kolom/3258993/bebas-visa-kunjungan-ternyata-bermasalah)
5. http://www.imigrasi.go.id/index.php/berita/berita-utama/851-orang-asing-dari-75-negara-ini-bebas-visa-untuk-wisata-ke-indonesia
6. http://www.imigrasi.go.id/index.php/berita/berita-utama/996-169-negara-resmi-dibebaskan-dari-visa-untuk-kunjungan-ke-indonesia
7. http://www.baruaja.com/108060/daftar-169-negara-bebas-visa-ke-indonesia.html
8. http://news.liputan6.com/read/2193966/jokowi-bebas-visa-kemarin-baru-15-negara-saya-pikir-100-an
9. http://www.kompasiana.com/mattbento/pariwisata-jangan-gembira-dengan-bebas-visa_559f3e12d87a617e048b4568
10. http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt56c1a518572bc/ini-alasan-kebijakan-bebas-visa-turis-mancanegara-perlu-dievaluasi
11. http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/09/oerrzc318-kebijakan-bebas-visa-tidak-bermanfaat-bagi-indonesia)
12. http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/07/kebijakan-bebas-visa-butuh-evaluasi)
13. http://www.voaindonesia.com/a/kalangan-pariwisata-indonesia-sambut-baik-kebijakan-bebas-visa/2684996.html

Komentar



error: Konten dilindungi!