4 Jenis Ujian Kemampuan Berbahasa Asing yang Perlu Kamu Kenali

Šî–{ CMYK

Zaman sekarang bahasa asing dapat dipelajari secara otodidak. Mempelajari bahasa asing tentunya memiliki banyak keuntungan, salah satunya akan mengantarkan kalian ke jenjang karir yang lebih tinggi. Untuk mengetahui kemampuan bahasa yang dipelajari, tentu saja diperlukan sertifikasi atau pengakuan kemampuan berbahasa.

Ujian kemampuan berbahasa yang paling terkenal tentulah TOEFL, yang merupakan ujian kemampuan berbahasa Inggris. Namun, sebenarnya bahasa lain juga punya ujian sejenis TOEFL. Berikut beberapa macam tes kemampuan berbahasa asing, yang dapat kalian coba.

1. Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK)

HSK merupakan ujian internasional kemampuan bahasa Mandarin yang diperuntukan untuk orang asing. HSK dirancang oleh pemerintah Cina dan penyelenggaraannya pun, diawasi oleh mereka. Setiap sertifikatnya juga, tidak bisa dibuat secara sembarangan karena, setiap sertifikat dikirim dan dibuat langsung oleh pemerintah Cina. Tes ini terdiri dari enam level, yaitu HSK 1 sampai HSK 6. HSK 1 merupakan tes kemampuan dengan level termudah dan HSK 6 merupakan kebalikannya.

Tidak perlu pergi ke Cina untuk mengikuti tes ini karena HSK diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Pontianak, Pekanbaru dan Riau. Biasanya tes HSK diselenggarakan sekali setiap bulannya.

2. JLPT (Japanese Language Profiency Test)

Tes kemampuan bahasa Jepang yang diakui secara internasional. JLPT sama seperti HSK, tes ini dirancang dan diawasi oleh pemerintah Jepang, sertifikatnya pun langsung dikeluarkan oleh pemerintah Jepang. Tes ini terdiri dari lima level, N5 untuk level terendah dan N1 untuk tes kemampuan tersulit. Di Indonesia, JLPT diselenggarakan di sembilan kota yaitu, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Padang, Denpasar, Manado dan Malang.

Sayangnya tes ini, dalam satu tahun hanya diselenggarakan dua kali. Penyelenggaraan pertama biasanya pada awal Juli dan tes kedua dalam tahun tersebut diselenggarakan awal Desember. Setelah 1 hingga 2 bulan tes diselenggarakan hasilnya dapat dilihat secara online. Untuk sertifikat dapat diambil di tempat pendaftaran, setelah 3 bulan mengikuti tes.

3. Test of Profiency in Korea (TOPIK)

TOPIK bertujuan untuk menilai kemampuan pemakai bahasa Korea. Secara garis besar tes ini dibagi ke dalam dua tingkat TOPIK 1 (dasar) dan TOPIK 2 (menengah dan atas). TOPIK 1 terdiri dalam dua level dan TOPIK 2 dibagi lagi menjadi enam level. Untuk TOPIK 1 materi yang diujikan ialah mendengarkan dan membaca. Sementara TOPIK 2 menguji kemampuan mendengarkan, menulis dan membaca.

Bagi kalian yang ingin mengikuti tes ini, pendaftaran dibuka di empat kota di Indonesia yaitu, Jakarta, Yogyakarta, Bali dan Bandung. Untuk yang berdomisili di sekitar Jakarta dapat mendaftar di Jakarta International Korean School (JIKS).

4. Goethe-Zertifikat

Goethe-Zertifikat merupakan tes bertaraf internasional untuk mengukur kemampuan bahasa Jerman. Tes ini terdiri dari enam level yaitu, A1, A2, B1, B2, C1 dan C2 dengan A1 untuk tingkat pemula dan C2 tingkat yang paling tinggi. Tes ini akan menguji kemampuan berbicara, mendengar, membaca dan menulis.

Goethe-Zertifikat diselenggarakan dengan jadwal yang beragam dan tempat yang berbeda. Jadi kalian dapat menentukan sendiri tempat dan waktu mengikutinya.

 

Komentar