Dilema Salah jurusan

perjalanan-udara

Perkuliahan diibaratkan seperti kita yang terlanjur masuk ke hutan belantara yang sejauh mata memandang seperti tak ada jalan keluarnya. Meskipun demikian, karena kita sudah terlanjur masuk kedalamnya, mau tidak mau kita harus bisa keluar dari hutan itu agar kembali ke habitat kita sebenarnya. Seringkali kita bingung jalan mana yang harus kita ambil untuk bisa keluar, bahkan, kita juga bisa saja salah memilih jalan. Ya seperti itu pun dengan kuliah, tak semua orang berada dalam jurusan yang tepat, dan cenderung bingung bagaimana arah mereka nanti, dan lebih parahnya lagi sampai merasa bahwa mereka salah jurusan.

Salah jurusan seringkali dirasakan ketika mahasiswa seperti tak bisa mengikuti arus perkuliahan, dan itu menyebabkan mereka tak mampu menguasai materi sedikitpun, kuliah terasa tidak menarik, dan yang paling parah adalah masalah mental, yaitu merasa paling bodoh dalam kelas akademik karena merasa itu bukan passion mereka. Ada dua kemungkinan yang bisa diambil untuk mencari jalan keluar dari masalah salah jurusan itu, yaitu antara lanjut atau menyerah. Sama halnya ketika kita berada di dalam hutan tadi, hanya ada dua cara untuk bisa keluar, yaitu melanjutkan perjalanan mencari jalan keluar, atau menyerah dan mencari bantuan lewat udara.

Ya, kita bisa memilih untuk tetap melanjutkan kuliah karena sudah kepalang tanggung dan keluar banyak biaya atau menyerah dan pindah jurusan lain yang sesuai dengan apa yang kita kehendaki atau lebih tepatnya sesuai dengan apa yang menjadi passion kita. Namun, yang terberat adalah melanjutkan kuliah, karena jika pindah jurusan, meskipun itu diulang dari awal, jika sudah passionkita, pasti tidak akan terasa berat, justru cenderung kita akan menikmatinya. Kenapa melanjutkan kuliah justru malah berat? Ya, karena kita menuntut diri kita sendiri untuk bisa bertahan di lingkungan yang bukan seharusnya kita berada.

Lalu, bagaimana cara menjalani proses kuliah bagi kita yang tetap melanjutkan kuliah meskipun salah jurusan?

 

1. Kunci utama adalah kesabaran

sabar adalah poin utama via http://lintasbunda.blogspot.co.id

Sabar adalah kunci kemenangan kita untuk bisa menyelesaikan kuliah guys. Ya meskipun kesabaran itu berlaku untuk semua mahasiswa tapi akan terasa berbeda bagi mahasiswa yang merasa salah jurusan. Seiring dengan kesabaran yang kamu lakukan, kamu juga harus mulai berpikir, bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, jika kita mau sedikit saja berusaha pasti akan ada hasilnya. Sabar dalam mengikuti kegiatan perkuliahan, sabar dalam mendalami materi, dan sabar dengan kepintaran teman sekelas.

Sabarkan aku tuhaaaan?!

Ya, kepintaran teman sekelas terkadang membuat mental kita semakin turun, karena kita merasa paling bodoh dan paling tidak bisa. STOP!!! Jangan punya anggapan seperti itu, kesabaran kita nanti akan berbuah hasil meskipun itu tidak banyak, asal kita rajin dan sabar dalam menjalaninya, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Be Patience! 

2. Tetap tenang dan rileks

Tenanglah semua akan baik-baik saja via https://goo.gl

Aduh gimana nih, materi kuliahnya sulit dicerna

Tenang, sabar, jangan panik seperti itu, materi kuliah tidak akan membunuhmu. Jika kita merasa ketika sedang menerima materi kuliah dan kita kebingungan, jangan sungkan untuk bertanya kepada Dosen. Jika bertanya kepada Dosen masih saja membuat kita bingung, jangan panik, masih ada teman kita yang mungkin bisa menjawab. Kita bertanya kepada teman yang tentu saja akademiknya lebih bagus dari kita, jangan bertanya kepada yang sama-sama bingung, nanti malah semakin kacau. Ketenangan adalah poin yang harus kita raih disini, karena dengan bersikap tenang, kita akan lebih mampu memikirkan hal apa yang harus kita lakukan, ya semisal itu tadi bertanya kepada dosen jika kita belum mengerti.

Tenanglah, jangan anggap semua itu menakutkan, semua tergantung bagaimana kita bersikap atas segala kepanikan kita, jika kita menyikapi kepanikan dengan gegabah, hasilnya nanti tentu akan bubrah(hancur). Akan tetapi jika kita menyikapi segala kepanikan dengan ketenangan, maka, pasti akan ada kemungkinan solusi yang kita dapatkan. Jadi tetap bersikap tenang ya guys jangan panik.

Keep calm and lanjutkan kuliahmu!

3. Jangan racuni pikiranmu dengan hal yang tidak penting

Berpikir negatif via http://www.tahupedia.com

Nah guys, ini adalah salah satu pola pemikiran yang harus kita hindari ya, meskipun kita salah jurusan tapi pantang bagi kita untuk berpikir negatif. Tanamkan pikiran positif kita, anggap saja ini adalah rejeki dari Tuhan untuk kita. Setiap keputusan ataupun setiap kejadian apapun yang kita alami di dunia ini, itu sudah pasti adalah kehendak Tuhan kita.

Oh Tuhan, kenapa kau memberikanku cobaan ini?

Ya, salah jurusan adalah salah satu cobaan dari Tuhan. Seperti yang dikatakan diawal ya guys, bahwa kita oleh Tuhan dituntut untuk tetap lanjut atau menyerah. Di balik segala keputusan kita pasti akan ada hikmah tersendiri. Jangan sampai kita malah berburuk sangka kepada Tuhan, berburuk sangka terhadap sesama manusia saja dilarang kan guys.

So, jangan racuni pikiran kita dengan hal yang tidak penting seperti ini, pertanyaan-pertanyaan lain yang muncul dalam hati kita dan itu mengarah ke pesimis, segera buang jauh-jauh. Sekali lagi, itu tidak ada gunanya, jadi kita harus mulai berpikir positif ya guys. Tuhan adalah pemberi terbaik untuk kita, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan.

4. Tetap semangat untuk menyelesaikan kuliah

Semangat harus membara via http://www.andriewongso.com

Tak ada alasan apapun untuk kita bermalas-malasan untuk kuliah ya guys. Buang jauh-jauh pikiran bahwa kita ini salah jurusan, dan mulai tumbuhkan lagi semangat kita yang telah layu terbakar panasnya rasa pesimis kita. Lihatlah kedua orang tua kita yang tak pernah letih untuk berjuang dan berdoa untuk kita. Orang tua kita jangan sampai tahu jika kita merasa salah jurusan, kenapa?

Ya tentu itu nanti pasti akan menambah beban pikiran mereka juga, yang namanya orang tua pasti tak inginlah melihat anaknya sedih dan murung, siapapun itu. Nah, jika kita ini adalah anak yang tahu diri, anak yang taat pada orang tua, dan anak yang ingin melihat orang tuanya tersenyum karena kita, maka ayo bangkitkan lagi semangat kita, jangan kalah dong sama keadaan.

Aku harus bangkit dan semangat untuk membahagiakan orang tuaku

Yaps, kita harus bangkit dan semangat untuk menyelesaikan kuliah kita, agar orang tua kita bahagia dan kita bisa cepat melanjutkan ke dunia yang lebih luas dan menantang lagi, yaitu dunia kerja. So, jangan patah semangat ya guys!

5. Jalin komunikasi dengan lebih banyak teman

Komunikasi itu penting via http://jayaskripsi.blogspot.co.id

Guys, jika kita merasa salah jurusan dan kita malah tetap diam saja tanpa mencoba berbuat apapun, percayalah itu akan jadi sumber malapetaka selanjutnya untuk kita. Jangan jadi orang bodoh seperti itu, manusia adalah makhluk sosial bukan? Ya manusia tidak bisa hidup sendiri, akan ada saatnya butuh bantuan manusia lain. Salah satu caranya yaitu berkomunikasi, dengan berkomunikasi kita bisa saling bertukar pikiran, bertukar solusi, atau malah menjalin relasi.

Strateginya adalah dalam suatu lingkup kampus, pasti ada mahasiswa yang jago dan cerdas dalam bidangnya, begitupun lingkup kelas kita, pasti ada salah satu mahasiswa yang akademiknya diatas kita yang merasa salah jurusan ini. Jika kita belum terlalu dekat dengan dia, cobalah mulai sekarang jangan malu atau sungkan untuk meminta bantuan dari dia. Jika dia adalah teman yang baik pasti dia akan membantu kita dengan senang hati, tetapi jika dia bukan teman yang baik maka dia akan menolak dengan penuh alibi, maka segera cari yang lain saja, stok masih banyak kok.

Hai prita, apa aku boleh minta bantuanmu?

Oh ya boleh, apa ya yg bisa aku bantu?

Tapi ingat, meskipun kita memang sangat dianjurkan untuk minta bantuan, tapi kita tetap harus tahu diri lah, jangan sampai apa yang kita tanyakan justru malah membuat teman kita itu menjadi enggan lagi membantu kita, semisal pertanyaan kita terlampau banyak, atau kita sering memaksakan waktu agar dia membantu kita, wah itu jangan sampai terjadi ya guys, bisa-bisa nanti malah kacau dan kita tidak dapat apa-apa.

Oke, mulai sekarang jangan hanya diam saja guys, kita harus sadar dengan kekurangan yang kita miliki, selagi kita masih punya teman yang baik lagi pintar yang mau membantu kesulitan kita, percayalah kuliah kita akan tetap berjalan dengan baik meskipun salah jurusan. Menjalin komunikasi dengan teman yang lebih jago dari kita adalah kewajiban, selain kita dapat ilmu, kita juga dapat relasi baru bukan? Oke, malu bertanya sesat di jalan kan guys? hehehe.

6. Yang terakhir, optimis harus tetap ada

semua tak berarti tanpa optimis via http://merdeka.com

Yaps, setelah apa yang kita lakukan semua jika kita tidak ada rasa optimis sedikitpun, tentu hal ini akan menjadi percuma. Kesungguhan untuk keluar dari hutan belantara harus tetap ada guys. Apakah kita mau tetap tinggal didalamnya sampai kita mati? Tentu saja tidak mau bukan?. Nah, begitupun juga kuliah kita ini, sekali lagi meskipun salah jurusan, tapi rasa optimis harus tetap digelorakan dalam lubuk sanubari kita. Optimis akan membuat kita percaya diri bahwa kita mampu, kita bisa, kita kuat dalam menjalani kuliah kita ini. Jika orang lain saja bisa, kenapa kita tidak?

Tentu semua akan berkesinambungan, selagi kita hempaskan pikiran negatif kita dan mulai semangat lagi untuk menjalani perkuliahan kita yang tinggal sebentar lagi ini, percaya saja Tuhan akan memberikan kita hasil yang paling baik untuk kita. Meskipun dengan nilai yang pas-pasan asalkan kita bisa tanggung jawab dan menyelesaikan kuliah kita, hati kita akan merasa puas dan bangga dengan sendirinya atas hasil jerih payah kita melawan rasa pesimis. Jadi, selalu optimis ya guys, jangan pesimis, karena optimis akan berbuah yang manis-manis.

Salah jurusan bukan berarti salah segalanya, salah jurusan justru termasuk perkuliahan, ya, perkuliahan dari Tuhan.

Komentar



error: Konten dilindungi!