Fenomena Homesick

18-feeling-homesick

Ketika sudah tamat dari sekolah menengah ataupun sekolah kejuruan dan sederajat, kebanyakan siswa ingin mengubah status siswa ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni menjadi mahasiswa. Mereka ingin mengejar cita-cita mereka dengan cara belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Demi mewujudkan cita-cita, mereka harus rela berpisah jauh dari keluarga, lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Tak jarang sebagian mereka rindu dengan rumah dan kebiasaan-kebiasaannya atau sering di sebut homesick.

Homesick menurut Cambridge advanced learner’s dictionary adalah suatu keadaan dimana kita merasa tidak nyaman karena berada jauh dari rumah dalam jangka waktu yang lama. Gelaja homesick ini sering kali membuat seseorang memiliki perasaan sangat rindu akan orang-orang, kondisi, rutinitas dan keadaan di kampung halamannya.

Seorang yang telah mendapat gelar maba, pastinya harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Harus mampu menyeuaikan diri dengan kampus beserta kegiatanya, lingkungan di luar kampus (kos, asrama). Tak jarang ketidakmampuan beradaptasi menjadi sebab homesick, tak hanya ketidak mampuan beradaptasi yang menjadi sebab homesick. Keterpaksaan berada pada suatu kampus juga menjadi sebab homesick. Hal ini bisa terjadi karena apa yang dijalani tidak sesuai dengan apa diinginkan, sering mengeluh adalah hal yang sering dilakukan. Tugas-tugas dari kampus yang sebenarnya tidak terlalu berat menjadi berlipat-libat beratnya karena ketidakinginan hati berada di kampus tersebut. Hal ini cenderung membuat tidak bisa dan tidak mau membuka diri kepada lingkungan. Baik lingkungan kampus maupun lingkungan di luar kampus.

Efek dari homesick sendiri tidak bisa di sepelekan. Apa saja sih dampak yang ditimbulkan dari Homesick?

Pertama, Kehilangan Nafsu Makan

Efek yang pertama timbul dari homesick adalah kehilangan nafsu makan. Kehilangan  nafsu makan berakibat buruk bagi tubuh, tubuh yang tidak mendapat asupan makanan yang dapat menjadikan tubuh menjadi lemas dan mudah lelah, tak jarang pula gejala kurus mendadak biasa melanda. Tubuh pun menjadi mudah terserang penyakit.

Kedua, Munculnya Depresi

Homesick pun bisa menyebabkan depresi. Efek dari depresi juga tidak bisa dianggap remeh. Tekanan jiwa yang mendalam bisa berpengaruh terhadap kondisi psikologinya. Seperti rasa malas dan tidak bersemangat. Hal ini juga berpengaruh terhadap prestasi akademik. Nilai-nilai yang diperoleh bukan perwujudan asli dari diri yang sebenarnya. Tekanan psikologis juga bisa menyebabkan penyakit jantung dan fertigo. Bahkan jika sudah mempunyai riwayat penyakit tersebut, penyakit bisa menjadi sering kambuh dan bertambah parah.

Menurut Fisher gejala homesick tidak terjadi secara instan. homesick berkembang pada enam minggu pertama pada tahun ajaran pertama. Namun gejala homesick bisa berbeda pada setiap individu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perasaan homesick pada setiap individu. Diantaranya adalah tingkat kedewasaan orang yang lebih dewasa biasanya lebih bisa menekan rasa homesick mereka karena memang usia mereka telah cukup matang. Kemudian factor gender, wanita biasanya lebih mudah dan lebih lama terkena homesick hal ini karena wanita lebih perasa dan lebih melankolis dibandingkan pria, sebaliknya pria lebih tegar dan lebih memcoba menikmati homesick. Kemudan faktor kebiasaan dan budaya, budaya yang jauh berbeda dengan lingkungan sebelumnya membuat perasaan homesick sering muncul. Individu tersebut tentunya mengalami cultural shock. Ia jarang bahkan tak bisa melakukan kebiasaan-kebiasaan yang menjadi rutinitanya.

Jadi, kamu sudah memutuskan untuk melanjutkan jenjang perkuliahan baik D3 ataupun S1, yang tentunya rentang waktu minimal 3 tahun. Mulailah mengenal lingkungan sekitarmu. Buatlah dirimu nyaman. Perbanyak aktivitas-aktivitas positif agar perasaan homesick tidak menjadi beban, masalah dan kerugian tersendiri buat kamu.

Semangat..!!!

Komentar