Akhir Pekan di Lapangan Rektorat IPB

Taman Rektorat IPB
Akhir pekan merupakan waktu berlibur bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Akhir pekan biasa dijadikan momen khusus keluarga. Tidak heran, tiap akhir pekan barbagai tempat wisata dikunjungi. Banyak sekali ‘tempat asyik’ di Bogor untuk menghabiskan waktu santai. Berbagai tawaran fasilitas ‘tempat asyik’ tersebut sangat beragam, baik dari sisi ekonomi, estetika, ataupun fungsi. Biasanya, tempat berlibur di akhir pekan yang gratis dan indah lebih banyak digemari khususnya oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Tempat berlibur di akhir pekan atau yang lebih enak disebut dengan ‘tempat nongkrong’ yang ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat Bogor, khususnya masyarakat di sekitar kampus IPB Dramaga. Tempat ini indah, menyejukkan, terbuka untuk umum, dan gratis tentunya. Tempat nongkrong ini sangat cocok untuk semua kalangan, apalagi mahasiswa. Meskipun gratis, kualitas ‘tempat nongkrong’ ini masih terkategori ‘kece’. Banyak fasilitas alam yang bisa dinikmati secara cuma-cuma, tempatnya luas, bisa memilih mau di wilayah ramai atau kurang ramai, dan pastinya ada kuliner khas yang bisa dinikmati di tempat ini.

Tempat ini akrab dipanggil ‘Lapangan Rektorat’. Ya, lapangan rektorat berada di sekitar gedung Andi Hakim Nasution IPB. Hamparan rumputnya sangat luas, hijau muda membentang. Di pagi hari, lapisan daun rumputnya dihiasi mutiara embun yang menyejukkan pandangan. Belum lagi ditambah dengan pohon-pohon yang menjulang di setiap tepi jalan, bunga-bunga kecil yang memberi corak warna berbeda, dan jalanan yang bebas dari sampah. Lengkap sudah nuansa asri lapangan rektorat ini.
Hal yang menarik di sini? Tentu banyak! Lapangan rektorat dan sekitarnya itu multifungsi. Bisa digunakan untuk piknik keluarga, joging, senam pagi bersama, bermain, berfoto, dan berbagai kegiatan akhir pekan apapun bebas dilakukan di sini.

Berbagai lapisan masyarakat banyak menghabiskan waktunya di sini. Kebanyakan pengunjung adalah keluarga dan mahasiswa yang hendak piknik atau berolahraga. Di sekitar lapangan rektorat ini memang tidak banyak dijumpai pedagang pada akhir pekan. Namun, ada pedagang khas yang menjajakan kuliner dagangannya. Pedagang ini cukup banyak tersebar di area lapangan rektorat dan menyajikan kuliner yang sama. Pedagang sate lontong namanya. Pasti tidak akan afdol jika main di lapangan rektorat tapi belum mencicipi sate lontong. Harganya tidak terlalu mahal, cukup mengeluarkan uang Rp5000 untuk satu porsi. Satu porsinya terdiri atas tiga tusuk sate ayam dan dua buah lontong yang dipotong kecil-kecil. Lontong dan sate tersebut ditaruh di mangkuk daun pisang dan diguyur dengan saus kacang yang gurih, lalu ditambah dengan tetesan kecap untuk memberi rasa manis. Banyak tempat untuk menyantap hidangan sate lontong, bisa sambil menggelar alas di atas rumput lapangan, duduk di taman rektorat, atau duduk di sepanjang tepi jalan. Di akhir pekan, suasana kendaraan tidak terlalu ramai sehingga relatif lebih aman jika anak-anak hendak bermain-main. Meski wilayah lapangan rektorat cukup aman, tetaplah menjaga kewaspadaan karena semua orang bebas keluar-masuk area ini.
Banyak orang yang telah mengenal lapangan rektorat IPB sebagai ‘tempat nongkrong’ yang asyik. Arlinda, Husna, dan Nines, yang mana mereka adalah mahasiswi Ilmu Keluarga dan Konsumen tingkat dua, masing-masing memberi pendapat mengenai lapangan rektorat.

“Hari Minggu di lapangan rektorat itu ada lansia yang aerobik, banyak orang yang joging, dipakai sebagai tempat liburan anak-anak, tempat pacaran, juga tempat nongkrong anak-anak sekolah. Lapangan rektorat bisa dibilang tempat nongkrong yang enak karena banyak pohon-pohon dan tumbuhan yang bikin sejuk, lingkungannya asri dan bersih, dan ditata dengan cukup asri dan indah,” ungkap Arlinda.
“Tapi aku suka suasana lapangan rektorat pas pagi-pagi banget, karena masih fresh dan enak banget. Kalau udah rame enggak terlalu suka,” tambah Husna.

“Aku sebenernya suka suasana lapangan rektorat pas hari Minggu dan pengen banget menikmatinya. Suasananya itu romantis, adem, jadi enak aja. Jarang ada spot yang kayak gitu. Tapi belum pernah, soalnya enggak ada temen yang ngajakin ke lapangan rektorat kalau hari Minggu, hehe,” jelas Nines.
Penikmat lapangan rektorat mayoritas adalah masyarakat yang berada di daerah sekitar kampus. Namun, jika Anda merasa cukup jauh dari wilayah kampus IPB, tidak perlu cemas, anda masih bisa menggunakan angkot atau kendaraan pribadi untuk menikmati nuansa lapangan rektorat ini. Bermula dari stasiun Bogor, anda bisa naik angkot 02 atau 03, kemudian turun di terminal Laladon. Ongkos yang dikeluarkan cukup Rp 4000 per orang. Dari terminal Laladon, banyak sekali pilihan angkot. Anda bisa naik angkot Kampus Dalam, Ciampea, atau Jasinga. Tarif angkotnya Rp 3500. Jika memilih Kampus Dalam, maka turun di gang Berlin, kemudian masuk ke wilayah kampus IPB. Dari gang Berlin lurus, lalu belok kiri melewati halte bus Fakultas Pertanian, kemudian lurus terus sampai melewati pertigaan akhir gedung Graha Widya Wisuda. Dari pertigaan belok kanan, kemudian terus jalan lurus hingga sampai di lapangan rektorat. Jika menggunakan angkot Ciampea atau Jasinga, Anda cukup berhenti di gerbang utama IPB, jalan lurus, kemudian belok kanan, sampailah di lapangan rektorat IPB.
Lapangan rektorat ini menjadi salah satu pilihan unik untuk menjadi ‘tempat nongkrong’ di Bogor. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk menikmati suasana alam dan keindahan lapangan rektorat. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di sini dengan leluasa. Sate lontong pun dapat menjadi pilihan kuliner sebagai ‘teman’ untuk menikmati liburan di lapangan rektorat. Selamat mencoba!

Komentar



error: Konten dilindungi!