Apasih Bedanya IP dan IPK?

ipk

Tidak sedikit mahasiswa baru dan calon mahasiswa yang belum mengetahui apa itu IP dan IPK, tidak sedikit juga yang masih ketuker pengertiannya. Sebenernya IP dan IPK tu bedanya apa sih? Kalo secara garis besarnya sih seperti dulu waktu sekolah kita liat nilai masing-masing pelajaran dan rata-ratanya. untuk lebih detailnya langsung aja kita bahas.

IP (Indeks Prestasi)

Jadi gini, IP itu didapat dari hasil belajar kita per-mata kuliah. Setiap mata kuliah akan memiliki nilai akhir yang dilambangkan dengan huruf, mulai A, B sampai D atau bahkan E. Masing-masing huruf memiliki nilai, misalnya 4 untuk A, 3 untuk B, dan seterusnya. Nantinya, nilai per mata kuliah itu akan dikalikan dengan jumlah SKS (Sistem Kredit Semester) mata kuliah tersebut. Lalu dijumlahkan untuk semua mata kuliah dalam satu semester. Didapatlah nilai mutu. Lalu bagikan dengan jumlah SKS satu semester. Didapatlah IP.

Masih bingung? Kalo bingung, mari kita pakai ilustrasi.

Misalkan nih si A mengambil matkul berikut di semester pertama :

     Matematika (3 SKS)

     Fisika (3 SKS)

     Inggris (2 SKS)

     Agama (2 SKS)

Jika ditotal, maka A mengambil 10 SKS. Lalu di akhir semester, KHSnya si A keluar. Hasilnya misal seperti ini :

Matematika  = B

Fisika             = A-

Inggris           = B

Agama           = A

Lalu, bagaimana menghitung IP? Sabar, kita hitung total nilai mutu dulu. Kalikan jumlah SKS dengan nilai yang diterima, untuk setiap mata kuliah. Berikut ini huruf-huruf yang mengandung nilai dan biasanya setiap universitas terapkan :

A   : (4,0)

A-  : (3,7)

B+ : (3,3)

B   : (3,0)

B-  : (2,7)

C+ : (2,3)

C   : (2,0)

D  : (1,0)

E  : (0,0)

Nah sekarang kita cari nilai mutunya

Matematika          3 SKS X 3,0          = 9,0

Fisika                     3 SKS X 3,7          = 11,1

Inggris                   2 SKS X 3,0          = 6,0

Agama                   2 SKS X 4,0          = 8,0

Total mutu                                          = 34,1

Next, bisa didapat IP nya :

IP = Total mutu : total SKS

IP = 34,1 : 10 = 3,41

Nah, itulah IP si A untuk semester pertama.

IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)

IPK itu Indeks Prestasi Kumulatif. Dari namanya, harusnya kamu udah tau kalo IPK itu rata-ratanya IP. IPK maba (mahasiswa baru) semester satu akan sama dengan IP nya. Karena, hanya satu IP yang akan dirata-ratakan.

Bagaimana cara mencari IPK? Mudah kok. Kamu harus mencari total mutu semua mata kuliah yang sudah kamu ambil. Lalu bagikan dengan total SKS semuanya, bukan hanya satu semester tapi semua semester yang sudah kamu tempuh.

Masih bingung juga? Oke, kita pake ilustrasi,

Ambil contoh si A sudah semester dua. Di semester dua ini, dia mengambil 13 SKS, yaitu :

Sastra Indonesia (4 SKS)

Ekonomi (3 SKS)

Biologi (3 SKS)

Olahraga (1 SKS)

Antropologi (2 SKS)

Si A pun mendapat nilai masing-masing :

Sastra Indonesia      B-

Ekonomi                    D

Biologi                        C

Olahraga                    A

Antropologi               B+.

Nah mari kita cari IP semester duanya :

Sastra Indonesia  4 SKS X 2,7           = 10,8

Ekonomi                3 SKS X 1,0           = 3,0

Biologi                    3 SKS X 2,0          = 6,0

Olahraga                1 SKS X 4,0           = 4,0

Antropologi           2 SKS X 3,3           = 6,6

Total mutu                                            = 30,4

IP nya adalah 30,4 : 13 = 2,34.

Turun banget ya? Tenang, ini hanya contoh.

Lalu bagaimana mencari IPK? IPK beda dengan IP. Dalam menghitung IPK, nilai mutu mata kuliah yang tidak lulus (biasanya yang di bawah C ,tiap universitas berbeda) tidak di ikut sertakan. Singkatnya, mata kuliah yang lulus saja yang dimasukkan dalam perhitungan. Bedanya dengan IP adalah, semua ikut dihitung.

Berarti :

Semester I              = 34,1    (10 SKS)

Semester II             = 27,4    (10 SKS) (Note: Biologi ga lulus jadi ga ikut)

     Total mutu            = 61,5    (20 SKS)

      IPK          61,5 : 20 = 3,075

Nah, dari hasil hitung-hitungan kita di atas, bisa kita ambil kesimpulan yang bisa dijadikan pertimbangan buat kita semua :

  • Jangan sampai ada mata kuliah yang tidak lulus, karena akan membuat IP rendah
  • Hati-hati dengan mata kuliah dengan SKS nya besar. karena jika mendapat nilai rendah, IP juga akan rendah. begitu pun sebaliknya
  • Jaga IP agar tetap stabil, supaya IPK tetap tinggi
  • Perhatikan persentasi nilai yang diberikan dosen di awal kuliah. Targetkan nilai tinggi di bagian yang persentase besar (seperti UTS dan UAS) agar nilai akhir mata kuliah tinggi
  • Jika ingin lebih mudah mendapat IP tinggi, jangan ambil SKS terlalu banyak, kecuali kamu bisa handle dengan baik tuh

Nah, IPK itu penting gak sih..???

IPK dapat diperoleh dengan adanya kerjasama antara dosen dan mahasiswa. Dosen akan memberikan nilai kepada mahasiswa sebelum kuliah dimulai pada awal semester. Biasanya para dosen menetapkan atuaran selama kuliah berlangsung yang akan disepakati keduanya pada semester tersebut. Aturan itu bisa terdiri dari:

  1. Attendance
    Kehadiran mahasiswa tiap jam pekuliahan ini tidak hanya kehadiran yang dinilai oleh dosennya tetapi juga adanya keaktifan mahasiwa selama jam perkuliahan berlangsung
  2. Tugas
    Dosen akan memberi tugas kepada mahasiswa. Tugas bisa dikerjakan tiap individu atau kelompok tergantung dosen.
  3. Nilai UTS (Ujian Tengah Semester)
    Ini dilaksanakan tiap tengah semester. Beberapa dosen ada yang memberikan soal UTS tapi ada juga yang tidak
  4. Nilai UAS (Ujian Akhir Semester)
    Nilai ini akan diperoleh mahasiwa pada akhir asemester dengan mengikuti ujian yang dilaksanakan oleh masing-masing dosen.

IPK kadang menjadi penilaian dasar atau pintu masuk dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya atau untuk memasuki dunia kerja. Namun apabila “hanya” IPK yang di utamakan tanpa di imbangi dengan kemampuan teknis dan kemampuan berorganisasi, pastinya tidak akan dirasa kurang mendukung. Nilai ujian bagus, tugas dan kehadiran yang bagus, akan mendukung untuk mendapatkan IPK yang bagus.

Lalu, IPK yang pas itu berapa sih..??
Banyak kalangan mahasiswa yang mengejar untuk mendapatkan IPK di atas 3,5 bahkan 4,0. Yup, jika memang bisa, kenapa tidak? Yang menjadi penting berikutnya adalah pertanggung jawaban orang yang memiliki IPK tersebut, bagaimana orang yang bersangkutan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dan mendapat IPK bagus itu di dalam dunia nyata atau di dalam dunia kerja. Nah, disinilah peran dari kemampuan teknis yang harus dimiliki.

Kelebihan dari memiliki IPK tinggi pastinya adalah kemudahan dalam mengikuti seleksi pekerjaan.

Yap, mengapa saya menulis “mengikuti seleksi pekerjaan” tetapi bukan “mendapat perkerjaan”? Karena, IPK itu sebagai salah satu syarat administratif dalam mengikuti seleksi pekerjaan. Pastilah dalam membuka lowongan pekerjaan ada syarat IPK minimal yang dicantumkan. Dalam hal ini, mahasiswa dengan IPK tinggi pasti akan lebih unggul dalam tahap selanjutnya. Disinilah keilmuan, kemampuan teknis dan kemampuan berorganisasi yang lebih berperan. Terkadang dalam suatu proses rekruitasi terdapat proses diskusi dalam kelompok. Disini, peran yang lebih diutamakan adalah kemampuan berorganisasi atau lebih spesifik kemampuan komunikasi.

Setelah memasuki dunia kerja, hampir tak ada bedanya antara yang ber-IPK 4,0 dengan yang ber-IPK 3,0 jika hasil dan posisi pekerjaan sama. Atau bisa jadi yang ber-IPK 4,0 bisa kalah dengan yang ber-IPK 3,0 apabila si 3,0 ternyata lebih cekatan dalam menjalankan kerjanya.

 


Sumber : jatiaruma.blogspot.co.id

Editor : putra fani syakuro

Komentar



Leave a Reply

error: Konten dilindungi!