Jika Informasi ini bermanfaat, jangan lupa share di medsos kamu :)

" />

Pangjajap Wisuda Unsil: Tradisi Unik yang Menjadi Ciri Khas

img_0367

Setiap kampus memiliki ciri khasnya masing-masing, baik dalam segi bangunannya, budayanya, ataupun segi yang lainnya. Begitu pun dengan salah satu Universitas Negeri di Tasikmalaya, yaitu Universitas Siliwangi. Universitas yang baru 2 tahun menjadi negeri ini memiliki tradisi yang unik ketika diselenggarakannya wisuda. Setiap organisasi mahasiswa terutama organisasi tingkat fakultas dan jurusan akan disibukkan dengan berbagai penyambutan (jajapan). Penyambutan ini sering disebut dengan nama ‘Pangjajap Wisuda’. Pangjajap berasal dari kata jajap (bahasa sunda) yang artinya ‘antar’. Sehingga dapat diartikan bahwa pangjajap wisuda merupakan sesuatu untuk mengantarkan mahasiswa yang telah berhasil menuntaskan kuliahnya. Tujuan dari acara ini juga sebagai bentuk kreativitas mahasiswa dan sebagai ajang memperkenalkan budaya di Unsil.

Sudah dapat dipastikan suasana kampus pada saat acara wisuda akan sangat ramai dengan beberapa kemeriahan yang dilakukan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Fakultas Pertanian misalnya, saat ada wisuda maka keluarga besar mahasiswa pertanian akan memeriahkan dengan upacara adat dan arak-arakan. Arak-arakan dilengkapi juga dengan adanya ambu, lengser, mamayang, umbul-umbul, gulang-gulang dan sisingaan. Sedangkan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan biasanya dimeriahkan dengan upacara adat, bazar dari 9 HMJ FKIP, pentas seni, hiburan dan berbagai lomba yang mengundang kreativitas mahasiswa lainnya.

Hal ini merupakan sesuatu yang unik bukan? Dalam tahun 2016 ini terdapat 3 gelombang wisuda, yaitu pada bulan Mei, Agustus dan November. Ini berarti ada 3 kali pangjajap wisuda dalam satu tahun dimana setiap organisasi mahasiswa dituntut untuk menampilkan kreativitas dan inovasinya masing-masing. Tradisi ini telah menjadi salah satu ciri khas di Universitas Siliwangi dengan harapan dapat terus berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya supaya tidak luntur.

Komentar



error: Konten dilindungi!