3 Profesi yang Terdengar Tidak Awam tetapi Banyak Dibutuhkan

d1

Kemajuan teknologi mendorong bermunculannya banyak profesi baru yang tidak pernah kita dengar sebelumnya. Walaupun terdengar tidak familiar, profesi-profesi ini justru banyak dibutuhkan di industri saat ini. Jangan sampai, hanya karena kamu tidak tahu-menahu tentang suatu profesi, kamu tidak mendaftar ke suatu job opening yang sebenarnya cocok untuk kamu.

Agar tidak kehilangan kesempatan itu, yuk baca penjelasan tentang 3 profesi baru di bawah ini.

1) Growth Hacker

growth-hacking-ecommerce

Membaca kata hacker mungkin akan membuat kamu berpikir bahwa ini adalah profesi yang berkaitan erat dengan teknologi dan coding. Jangan salah, sebenarnya growth hacker adalah profesi yang sangat erat dengan fungsi marketing atau pemasaran.

Bedanya dengan marketer pada umumnya, seorang growth hacker akan sangat banyak melakukan eksperimen. Istilah growth hacker memang banyak digunakan di startup teknologi, di mana seorang growth hacker harus bereksperimen untuk menemukan channel mana yang memenuhi kriteria low budget high impact, yaitu paling efektif sekaligus efisien untuk mengakuisisi dan mengaktivasi pengguna.

Jika seorang marketer biasanya banyak terlibat dalam iklan atau kampanye kreatif, seorang growth hacker juga akan banyak terlibat dalam iklan, dalam konteks digital, seperti iklan di Google atau Facebook. Semua kreativitas ini akan berbasis pada data yang didapat dari tes atau eksperimen. Dengan kata lain, seorang growth hacker adalah orang yang paling paham perilaku digital para konsumen.

2) Content Marketer

content-marketing

Jika kamu selalu merasa kreativitas dan kemampuan analisis kamu seimbang, kemungkinan besar kamu cocok menjadi seorang content marketer. Content marketer adalah profesi yang membutuhkan pendekatan dual-minded. Kamu haruslah sangat kreatif dalam menulis dan membuat konten-konten dalam bentuk artikel, social media post, SlideShare, dan lain-lain. Di sisi lain, kamu juga harus memiliki pola pikir data-driven, sehingga semua keputusan kreatif yang kamu ambil juga berdasarkan data.

Di profesi ini, kamu harus mengerti kemauan konsumen dan masalah yang dihadapi konsumen dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga kamu bisa membuat konten yang relevan dengan kebutuhan mereka. Kamu juga akan berkolaborasi dengan desainer, product marketer, serta pihak-pihak eksternal seperti influencer atau industry expert yang akan membantu kamu memproduksi konten yang relevan.

3) UI Designer

ui-designer-640x230

Profesi desainer saat ini tidak hanya terbatas pada desainer interior atau desainer grafis. Banyak perusahaan teknologi yang membutuhkan UI Designer. UI sendiri adalah singkatan dari User Interface. Tugas utama seorang UI Designer adalah mendesain tampilan antarmuka pengguna dari suatu software atau mesin, dengan tujuan membuat interaksi antara pengguna dengan software atau mesin tersebut sesederhana dan seefisien mungkin.

Sebelum mulai mendesain, seorang UI Designer yang baik akan selalu mulai dengan riset untuk memahami perilaku para calon pengguna, termasuk memahami seberapa familiar mereka dengan teknologi dan bagaimana sistem yang akan didesain akan mendukung aktivitas sehari-hari pengguna.

Jadi, seorang UI Design lebih fokus pada usability atau kemudahan dalam menggunakan software atau mesin tersebut, daripada pada estetika. Namun, tentu saja elemen desain grafis dan tipografi yang indah tetap harus ada, selama tidak mengurangi kemudahan pengguna untuk mengoperasikan fungsi mesin atau software tersebut.

Apa yang terdengar tidak awam sekarang mungkin saja akan menjadi profesi dan pekerjaan sehari-hari kamu dalam beberapa tahun lagi. Setelah mengetahui tentang ketiga profesi di atas, bagaimana pendapat kamu?

Sumber referensi: AnakUIdotcom, BukaPintudotco

Komentar



error: Konten dilindungi!