UKT di Kampus Jenderal, Apa Kabar?

uang-kuliah-tunggal-diserahkan-ke-kampus-gp9

Uang Kuliah Tunggal (UKT) adalah sebuah sistem pembayaran dimana biaya kuliah mahasiswa selama satu masa studi di bagi rata per semester.  Pembayarannya rata setiap semester. Khas dari UKT, ada mekanisme pengelompokan pembayaran.

UKT telah dibuat dalam permendikbud no.55 tahun 2013. Namun carut marut UKT yang digadang-gadang meringankan mahasiswa tersebut terjadi dari awalnya UKT tersebut di berlakukan. Unsoed sudah pasti menerapkan kebijakan UKT mulai tahun ajaran 2013. Dengan asumsi yang telah dibangun bahwa dengan menerapkan kebijakan UKT ini maka mahasiswa tidak akan membayar biaya-biaya lain selain UKT ini dan diharapkan tidak akan ada lagi penarikan biaya ataupun pungutan liar dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan sendiri atas nama institusi/universitas.

5-cara-jitu-mengatur-gaji-untuk-30-hari

Komponen-komponen biaya yang masuk ke dalam UKT ini antara lain SPP, BOP, Biaya Praktikum, Biaya KKN, Biaya Wisuda dan biaya-biaya lainnya yang masih berkaitan dengan kegiatan perkuliahan. Telah banyak gerakan mahasiswa untuk meminta transparasi dana UKT ini.

Sudah 3 tahun berlalu semenjak UKT diterapkan dikampus jenderal ini. Namun hingga saat ini carut marut UKT tidak menemukan titik terang. Bahkan pada T.A.. 2016/2017 terdengar issue bahwa bukan hanya UKT yang akan diterapkan melainkan akan adanya uang pangkal namun hal tersebut hanya sekedar issue belaka.

Hingga pekan lalu, ketidak jelasan akan aturan UKT untuk T.A. 2016/2017 untuk mahasiswa yang masuk pada jalur SNMPTN pun belum menemukan titik akhir. Peraturan kebijakan dari kampus belum sah dikeluarkan karena belum menemukan kesepakatan antara pihak Rektorat dengan mahasiswa. Dimana banyak mahasiswa yang merasa keberatan untuk kenaikan level yang didapatnya dalam penggolongan UKT. FYI, di kampus jenderal ini berlaku sistem UKT 7 Level namun  untuk transparasi perhitungan nya tidak diberi tahukan langsung kepada mahasiswa yang bersangkutan. penentuan level dilakukan secara otomatis pada sistem yang dimiliki oleh kampus jenderal.

Prinsip tranparasi tidak akan tercapai jika hanya mengambil langkah dengan sikap diam dan hanya mengawasi. Sikap diam tersebut terlihat dari seorang pemimpin ataupun oleh anggotanya dalam sebuah organisasi sangat menunjukan keadaan sakit keras dan dapat pulih dalam waktu yang lama. Semua terjadi akibat pendahulu mereka yang menanamkan sikap apatis dan cenderung memilih menyelamatkan diri masing-masing.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tak selamanya DIAM itu berarti emas, karena emas pun tidak dapat diperoleh dengan mudah dalam keadaan diam. Dibutuhkan sebuah keterbukaan untuk dijadikan wadah guna menampung ide kreatif untuk membangun, mengawasi dan mengevaluasi kinerja yang secara wajar guna mencapai tujuan dari organisasi tersebut (AbbiyaUlfa/Team Unsoed).

Komentar



error: Konten dilindungi!