Jika Informasi ini bermanfaat, jangan lupa share di medsos kamu :)

" />

Kendala Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

potensi-cbm-indonesia1

Indonesia sebenarnya tidak punya alasan untuk tidak ikut menggalakkan program EBT ( energy terbarukan). Ada dua faktor utama yang mendukung upaya tersebut untuk mencapai keberhasilan. Faktor pertama adalah kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia yang tersebar di berbagai pelosok di tanah air, yang kedua adalah faktor letak geografis Indonesia.

Dengan letak geografis yang dilalui oleh rantai gunung vulkanik dari Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi. Selain itu Indonesia diperkaya dengan garis pantai yang sangat panjang, sehingga Indonesia menjadi rumah bagi energi-energi baru dan terbarukan. Berdasarkan data Dewan Energi Nasional di tahun 2012, potensi panas bumi di Indonesia mencapai angka 28.910 megawatt, potensi tenaga hidro 75.000 megawatt, dan potensi biomassa di Indonesia yang mencapai angka hingga 32.654 megawatt.

Tetapi kedua faktor yang dapat mendukung Indonesia untuk ikut dalam penggalangan energi terbarukan itu, juga merupakan kelemahan yang bisa membuat Indonesia tidak dapat menggalakan energi terbarukan. Walaupun ada undang – undang yang mengatur tentang pemanfataan sumber daya alam dan energi terbarukan, tetapi tetap saja Indonesia tidak dapat serta merata dapat memproduksi dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki.

Berdasarkan hal ini banyak data – data mengenai sumber daya alam di Indonesia menunjukan Indonesia belum mampu mengelola semua sumber daya alam yang ada. Indonesia memang kaya akan sumber daya alam tapi nyatanya pemerintah belum mampu mengatasi ataupun mengelola sumber daya alam yang ada. Disisi keuntungan yang dimiliki Indonesia karena memiliki sumber daya alam tapi ini juga merupakan kelemahan karena sumber daya alam yang banyak ini tidak bisa diperhatikan semuanya oleh pemerintah, pasti akan ada sumber daya alam yang terabaikan.

Hal lain yang merupakan kelemahan indonesia dalam hal sumber daya alam menurut data energy belum tersedianya data – data potensi sumber daya alam yang lengkap, karena masih terbatasnya study dan penelitian yang dilakukan. Hal – hal ini tentu saja bukan lagi menjadi faktor keuntungan melainkan menjadi faktor kelemahan Indonesia dan menjadi catatan khusus bagi pemerintah. Bagaimana mungkin pemerintah dapat memperhatikan atau mengelola sumber daya alam yang ada jika sumber daya alam yang diperhatikan sangat banyak dan data – data yang ada masih minim juga penelitian yang dilakukan terkendala oleh sumber daya manusia ataupun biaya.

Jika Pemerintah ingin serius dalam hal mengatasi sumber daya alam tidak dapat seenaknya lansung menganggarkan dana buat studi penelitian tentang sumber daya alam, karena masih banyaknya prioritas Indonesia, misalnya dibandingkan hal seperti penelitian khusus sumber daya alam, Indonesia masih harus mengatasi sistem pendidikan yang belum merata, banyaknya wilayah Indonesia yang belum mendapatkan sistem pendidikan yang layak. Orang – orang memikirkan bahwa hanya Indonesia bagian timur saja yang masih tertinggal seperti Papua dan Maluku, padahal masih banyak daerah indonesiayang masih tertinggal misalnya Indonesia bagian tengah seperti Sulawesi masih ada yang tertinggal walaupun beberapa sudah ada yang maju, sistem pendidikan yang ada masih tertinggal jauh dengan sistem pendidikan yang berada di Jawa dan tempat yang terpencil (masih susah dijangkau pemerintah). Hal ini pun yang menjadi prioritas Indonesia sebelum fokus terhadap masalah sumber daya alam. Walaupun sumber daya alam juga merupakan kebutuhan dalam memenuhi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Hal kedua yang sama menguntungkannya yang juga dapat menjadi kelemahan bagi indonesia yaitu letak Geografis. Dengan letak geografis yang dialalui oleh rantai gunung vulakanik dari Sumatera, Jawa hingga Sulawesi dan diperkaya garis pantai yang sangat panjang, Indonesia merupakan rumah bagi energi – energi baru dan terbarukan. Hal ini sangat menguntungkan tetapi juga dapat menjadi kesulitan walaupun menjadi rumah bagi energi terbarukan tetapi medan rumah terbarukan ini merupakan medan yang cukup sulit ditempuh. Medan ini sangat sulit untuk dijangkau dan memerlukan waktu yang lama hanya untuk membuka jalan dalam memproduksi energi terbarukan.

Energi terbarukan yang dikembangkan pun biasanya paling banyak diperuntukan untuk warga pedesaan dahulu dan masih terbatas seperti pengembangan energi surya fotovoltanik di Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau – pulau yang kecil dan terpencil menyebabkan sulitnya terjangkau oleh pemerintah.

Jika kondisi letak geografis Indonesia membawa keuntungan dalam segi energi namun dapat membawa kelemahan dalam pengembangan dikarenakan Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau yang terpisahkan oleh laut dan selat dan ini menyebabkan pembangunan infrastruktur produksi dan distribusi energi menjadi lebih sulit dikarenakan harus terpartisi tiap – tiap daerah. Dalam hal ini pemerintah harus merncangkan lebih matang terlebih dahulu mengenai data – data sumber daya alam secara lengkap, kemudian cara pemanfataan sumber daya alam ataupun pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan produksi kemuadian mencanangkan secara optimal infrastruktur tiap daerah. Belum tentu sumber daya alam dan letak geografis yang baik Indonesia dapat lansung menggalakan program EBT(energy terbarukan). Walaupun hal ini mendukung tapi dalam hal lain aspek ini tidak dapat tercapai dan justru menjadi kelemahan indonesia.

Ketika hal ini dapat menjadi faktor menguntukan bagi Indonesia untuk dapat menggalakan program EBT atau program energi terbarukan, tetapi diaspek lain hal ini justru menjadi kelemahan bagi pemerintah untuk menggalakan EBT atau energi terbaruka. Pemerintah harus menyelesaikan telebih dahulu faktor –faktor yang mengahalang hal ini menjadi keuntungan bagi pemerintah Indonesia, kemudian menyiapkan sumber daya manusia untuk kepentingan penelitian maupun pengembangan energi sumber daya alam lalu mengoptimalkan serta membangun infrastruktur tiap – tiap daerah untuk membantu pendistribusian yang merata pada energy terbarukan seingga seluruh rakyat Indonesia dapat sejahtera dan merasakan sumber daya alam Indonesia. Factor external yang juga harus dihadapi pemerintah yaitu masih banyaknya hutang Negara dan masih banyak oknum – oknum dalam pemerintahan yang mensejahterakan dirinya sendiri, hal ini juga menjadi salah satu hal terberat yang dihadapi pemerintah dalam hal pengeluaran biaya.

 

Referensi :

 

  1. https://elearning.universitaspertamina.ac.id/pluginfile.php/12233/mod_resource/content/1/Indonesia%20dan%20Ketahanan%20Energi.pdf
  2. http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1101089425&9
  3. http://bappenas.go.id/id/data-dan-informasi-utama/data-dan-statistik1/sumber-daya-alam-dan-lingkungan-hidup/
  4. http://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/jenis-jenis-sumber-daya-alam
  5. http://www.kompasiana.com/rambangbasari/energi-alternatif-masa-depan-indonesia-berdasarkan-keunggulan-geografis_5684e2761a7b61ab06052ec7
  6. http://www.esdm.go.id/berita/323-energi-baru-dan-terbarukan/2846-energi-surya-dan-pengembangannya-di-indonesia.html

Komentar



error: Konten dilindungi!